Menu

Mode Gelap
BULD DPD RI Uji Publik Regulasi Pendidikan Bali, Soroti Kewenangan Pusat dan Daerah Komite IV DPD RI Siapkan Uji Kelayakan dan Kepatutan 23 Calon Anggota BPK Periode 2026–2031 Anggota BULD DPD RI Wilhelmus Pigai Soroti Pemerataan Pendidikan di Papua Wilhelmus Pigai: APBN 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat Daerah HUT ke-81 MPR-DPR, DPD Dorong Parlemen Perkuat Kolaborasi dan Aspirasi Rakyat IKB PMKJ Jabodetabek Tempa Generasi Muda Jayawijaya Jadi Calon Pemimpin Papua

Headline

Empat Pansus DPRK Mimika Resmi Dibentuk, Ketua: Waktu Terbatas, Harapan Publik Tinggi

Etty Welerbadge-check


					Empat Pansus DPRK Mimika Resmi Dibentuk, Ketua: Waktu Terbatas, Harapan Publik Tinggi Perbesar

TIMIKA – Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Mimika resmi menetapkan keanggotaan empat Panitia Khusus (Pansus) dalam rapat paripurna yang digelar Rabu (25/02/2026).

Ketua DPRK Mimika, Primus Natikapereyau, menyebut penetapan tersebut sebagai momentum penting dalam pelaksanaan fungsi pengawasan dan penyelesaian sejumlah persoalan krusial di daerah.

“Hari ini kita menyelesaikan proses konstitusional yang sangat penting, yakni penetapan keanggotaan empat panitia khusus DPRK Mimika. Ini adalah mandat rakyat yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya dalam sambutan.

Adapun empat pansus yang dibentuk meliputi Pansus penanganan sengketa tapal batas di Kampung Kapiraya, Distrik Mimika Barat Tengah; Pansus penanganan masalah air bersih; Pansus penanganan mogok kerja karyawan PT Freeport Indonesia, termasuk isu privatisasi dan kontraktor; serta Pansus penanganan konflik di Kwamki Narama dan Distrik Jila.

Img 20260225 wa0016

Menurut Primus, Pansus sengketa tapal batas memiliki tugas strategis untuk memastikan kejelasan administrasi dan kepastian hukum wilayah, sehingga tidak menghambat pelayanan publik maupun memicu konflik antarwarga.

Sementara itu, Pansus air bersih diharapkan mampu merumuskan solusi konkret atas berbagai kendala teknis dan manajerial yang selama ini menghambat distribusi layanan kepada masyarakat.

“Air bersih adalah kebutuhan dasar. Pansus harus mengidentifikasi persoalan secara menyeluruh agar akses air tidak lagi menjadi barang mewah bagi warga Mimika,” tegasnya.

Terkait Pansus mogok kerja dan persoalan ketenagakerjaan di PT Freeport Indonesia, ia meminta anggota pansus bersikap adil dan profesional dalam menjembatani kepentingan pekerja dan perusahaan, tanpa mengabaikan stabilitas investasi daerah.

Sedangkan untuk Pansus konflik Kwamki Narama dan Distrik Jila, Primus menekankan pentingnya pendekatan rekonsiliasi yang menyentuh akar persoalan demi menciptakan perdamaian sebagai fondasi pembangunan.

Img 20260225 wa0014

Ia juga mengingatkan bahwa masa kerja pansus relatif terbatas, sementara ekspektasi masyarakat sangat besar terhadap hasil yang dicapai.

“Saya berharap pansus bekerja secara kolektif, kolegial, dan transparan, dengan mengutamakan kepentingan rakyat. Kami juga mengharapkan dukungan penuh dari pihak eksekutif, manajemen PT Freeport Indonesia, serta seluruh pemangku kepentingan dalam memberikan data dan informasi yang akurat,” pungkasnya. (IT)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

John Gobai Ingatkan Kepala Suku Papua: Jangan Lagi Berikan Marga dan Gelar Adat Sembarangan

21 September 2026 - 10:18 WIB

IMG 20260921 WA0023

John Gobai: Perdasus OAP Nomor 14 Tahun 2026 Akan Dibahas untuk Direvisi

21 September 2026 - 10:07 WIB

IMG 20260921 WA0022

DPR Papua Tengah Imbau OAP Manfaatkan Layanan Kesehatan di 5 Klinik dan 8 RSUD Yang Didukung Dana OTSUS 

21 September 2026 - 09:48 WIB

IMG 20260921 WA0019

TNI Hadir Bersama Rakyat, Lanal Timika Gelar Bakti Sosial di Kampung Nawaripi

21 September 2026 - 09:38 WIB

IMG 20260921 183711

Personel Polres Mimika Raih Kompolnas Awards 2026, Dedikasi di Wilayah Konflik Berbuah Penghargaan

21 September 2026 - 09:29 WIB

IMG 20260921 182730
Trending di Headline