Menu

Mode Gelap
Gubernur Papua Tengah Tetapkan BOSDA Pendidikan Gratis Tahun 2026, Ribuan Siswa Jadi Penerima Manfaat Bupati Yampit Nawipa, Kabupaten Paniai Raih Peringkat I Kinerja Penyaluran Dana Desa Terbaik di Papua Tengah Dinas Pendidikan Kabupaten Deiyai Imbau SMP dan SMA Terapkan Kebijakan Pendidikan Gratis Teladan Kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono IX Anggota DPD RI Wilhelmus Pigai Salurkan Bantuan Hewan Kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 H untuk Masjid Al-Fattah Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete

Headline

Klaim TPNPB-OPM: Aibon Kogoya Pimpin Penyerangan Aparat di Nabire, Empat Senjata Dirampas

Etty Welerbadge-check


					Klaim TPNPB-OPM: Aibon Kogoya Pimpin Penyerangan Aparat di Nabire, Empat Senjata Dirampas Perbesar

NABIRE – Manajemen Markas Pusat Komite Nasional TPNPB menyatakan bahwa pasukannya yang dipimpin Aibon Kogoya bertanggung jawab atas penyerangan terhadap aparat militer Indonesia di wilayah Nabire, Sabtu (21/2/2026) sore.

Dalam Siaran Pers Kedua yang diterima media dan dikeluarkan pada Sabtu (21/2/2026), Manajemen Markas Pusat Komando Nasional TPNPB-OPM menyebutkan bahwa insiden terjadi sekitar pukul 14.30 WIT di Jalan Musairo, Kampung Biha, Distrik Makimi.

Menurut klaim tersebut, penyerangan mengakibatkan lebih dari dua aparat militer Indonesia meninggal dunia. Selain itu, satu unit pos militer dilaporkan dibakar, satu unit mobil Toyota Hilux ditembak, serta empat pucuk senjata api dirampas, terdiri dari tiga senjata laras panjang dan satu pistol.

Manajemen Markas Pusat TPNPB menyatakan informasi tersebut diperoleh dari laporan Pasukan Intelijen Strategis (PIS) TPNPB di Nabire. Dalam siaran pers itu juga diklaim bahwa aparat militer yang menjadi korban tengah melakukan pengamanan terhadap aktivitas perusahaan PT Kristalin Eka Lestari di wilayah Lagari. Aktivitas perusahaan tersebut dituding telah menyebabkan kerusakan hutan dan lingkungan yang disebut sebagai wilayah milik masyarakat adat setempat.

Lebih lanjut, TPNPB mengklaim sempat terjadi baku tembak saat aparat melakukan proses evakuasi korban. Dalam kontak senjata tersebut, menurut pernyataan TPNPB, tidak ada korban jiwa dari pihak mereka, meskipun disebutkan aparat melakukan penembakan secara brutal.

Melalui siaran pers yang sama, Manajemen Markas Pusat TPNPB menyerukan kepada aparat militer Indonesia agar tidak melakukan penyisiran, penangkapan, maupun tindakan kekerasan terhadap warga sipil yang tidak terlibat dalam insiden tersebut.

Siaran pers ini ditandatangani oleh Sebby Sambom selaku juru bicara TPNPB-OPM, serta jajaran pimpinan TPNPB-OPM, antara lain Goliath Tabuni, Melkisedek Awom, Terianus Satto, dan Lekagak Telenggen. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Di Nabire, Panitia Reuni Sahabat 06 Se‑Papua Tengah Resmi Dikukuhkan

19 Juni 2026 - 09:49 WIB

IMG 20260619 WA0072

Pemkab Mimika Perkuat Sistem Perizinan Tenaga Kesehatan Lewat Sinkronisasi Data SIP dan Satu Sehat

19 Juni 2026 - 09:41 WIB

IMG 20260619 WA0071

GPDP Klasis Mimika Gelar Sidang Klasis VI, Tegaskan Gereja Harus Tangguh, Profesional, dan Relevan di Tanah Papua

19 Juni 2026 - 09:37 WIB

IMG 20260619 WA0069

Dinsos Deiyai Gelar Musyawarah Desa, Perkuat Verifikasi dan Validasi Data Kesejahteraan Sosial

19 Juni 2026 - 09:29 WIB

IMG 20260618 WA0023

Dinsos Deiyai Salurkan 1.000 Selimut dan Kelambu untuk Kelompok Rentan Melalui Dana Otsus

19 Juni 2026 - 09:26 WIB

IMG 20260619 WA0025
Trending di Headline