Menu

Mode Gelap
Piyos News Rayakan HUT ke-2, Perkuat Peran dari Papua Tengah hingga Nasional Bangun Keluarga Harmonis, Disdukcapil Mimika Sosialisasikan Nikah, Talak, Cerai, dan Rujuk DPD RI Sampaikan Respons atas Situasi Keamanan Papua, Dorong Penyelesaian Menyeluruh Natalius Pigai Soroti Insiden Berdarah di Papua Tengah, Minta Penyelidikan Menyeluruh Menteri HAM Tolak Pelaporan Jusuf Kalla, Dorong Penyelesaian Lewat Dialog Senator Papua Tengah Wilhelmus Pigai Soroti Temuan BPS: Penyaluran Bansos Harus Ketat Sesuai Kriteria

Headline

Klaim TPNPB-OPM: Aibon Kogoya Pimpin Penyerangan Aparat di Nabire, Empat Senjata Dirampas

Etty Welerbadge-check


					Klaim TPNPB-OPM: Aibon Kogoya Pimpin Penyerangan Aparat di Nabire, Empat Senjata Dirampas Perbesar

NABIRE – Manajemen Markas Pusat Komite Nasional TPNPB menyatakan bahwa pasukannya yang dipimpin Aibon Kogoya bertanggung jawab atas penyerangan terhadap aparat militer Indonesia di wilayah Nabire, Sabtu (21/2/2026) sore.

Dalam Siaran Pers Kedua yang diterima media dan dikeluarkan pada Sabtu (21/2/2026), Manajemen Markas Pusat Komando Nasional TPNPB-OPM menyebutkan bahwa insiden terjadi sekitar pukul 14.30 WIT di Jalan Musairo, Kampung Biha, Distrik Makimi.

Menurut klaim tersebut, penyerangan mengakibatkan lebih dari dua aparat militer Indonesia meninggal dunia. Selain itu, satu unit pos militer dilaporkan dibakar, satu unit mobil Toyota Hilux ditembak, serta empat pucuk senjata api dirampas, terdiri dari tiga senjata laras panjang dan satu pistol.

Manajemen Markas Pusat TPNPB menyatakan informasi tersebut diperoleh dari laporan Pasukan Intelijen Strategis (PIS) TPNPB di Nabire. Dalam siaran pers itu juga diklaim bahwa aparat militer yang menjadi korban tengah melakukan pengamanan terhadap aktivitas perusahaan PT Kristalin Eka Lestari di wilayah Lagari. Aktivitas perusahaan tersebut dituding telah menyebabkan kerusakan hutan dan lingkungan yang disebut sebagai wilayah milik masyarakat adat setempat.

Lebih lanjut, TPNPB mengklaim sempat terjadi baku tembak saat aparat melakukan proses evakuasi korban. Dalam kontak senjata tersebut, menurut pernyataan TPNPB, tidak ada korban jiwa dari pihak mereka, meskipun disebutkan aparat melakukan penembakan secara brutal.

Melalui siaran pers yang sama, Manajemen Markas Pusat TPNPB menyerukan kepada aparat militer Indonesia agar tidak melakukan penyisiran, penangkapan, maupun tindakan kekerasan terhadap warga sipil yang tidak terlibat dalam insiden tersebut.

Siaran pers ini ditandatangani oleh Sebby Sambom selaku juru bicara TPNPB-OPM, serta jajaran pimpinan TPNPB-OPM, antara lain Goliath Tabuni, Melkisedek Awom, Terianus Satto, dan Lekagak Telenggen. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Antonius Kemong Terpilih Aklamasi, Siap Bawa KONI Mimika Fokus Pembinaan hingga Kampung

1 Mei 2026 - 07:27 WIB

IMG 20260501 WA0013

Musorkablub KONI Mimika Digelar, Bupati Ajak Benahi Tata Kelola dan Perluas Pembinaan Atlet

1 Mei 2026 - 06:43 WIB

20260501

400 Personel Gabungan Siaga, Pengamanan May Day di Mimika Diperketat

1 Mei 2026 - 05:49 WIB

IMG 20260501 WA0065

Semangat Persatuan Menggema di Timika, Barisan Merah Putih Papua Gelar Aksi Damai 1 Mei

1 Mei 2026 - 05:11 WIB

IMG 20260501 WA0037

Dana Otsus Papua Dipulihkan, Fokus pada Kualitas Belanja dan Target Pembangunan

30 April 2026 - 16:33 WIB

IMG 20260430 WA0045
Trending di Headline