Menu ✖

Mode Gelap
Wilhelmus Pigai Dorong Penguatan Hak Politik Orang Asli Papua melalui Kajian Regulasi Gubernur Meki Nawipa Tinjau Tambang Bawah Tanah Freeport, Pelajari Teknologi dan Operasional Pertambangan Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat Meki–Deinas: Ketika Langit dan Gunung Bertemu Pastor Berusia 36 Tahun Ditemukan Meninggal di Kolam Renang Kuala Kencana

Headline

Klaim TPNPB-OPM: Aibon Kogoya Pimpin Penyerangan Aparat di Nabire, Empat Senjata Dirampas

Etty Welerbadge-check


					Klaim TPNPB-OPM: Aibon Kogoya Pimpin Penyerangan Aparat di Nabire, Empat Senjata Dirampas Perbesar

NABIRE – Manajemen Markas Pusat Komite Nasional TPNPB menyatakan bahwa pasukannya yang dipimpin Aibon Kogoya bertanggung jawab atas penyerangan terhadap aparat militer Indonesia di wilayah Nabire, Sabtu (21/2/2026) sore.

Dalam Siaran Pers Kedua yang diterima media dan dikeluarkan pada Sabtu (21/2/2026), Manajemen Markas Pusat Komando Nasional TPNPB-OPM menyebutkan bahwa insiden terjadi sekitar pukul 14.30 WIT di Jalan Musairo, Kampung Biha, Distrik Makimi.

Menurut klaim tersebut, penyerangan mengakibatkan lebih dari dua aparat militer Indonesia meninggal dunia. Selain itu, satu unit pos militer dilaporkan dibakar, satu unit mobil Toyota Hilux ditembak, serta empat pucuk senjata api dirampas, terdiri dari tiga senjata laras panjang dan satu pistol.

Manajemen Markas Pusat TPNPB menyatakan informasi tersebut diperoleh dari laporan Pasukan Intelijen Strategis (PIS) TPNPB di Nabire. Dalam siaran pers itu juga diklaim bahwa aparat militer yang menjadi korban tengah melakukan pengamanan terhadap aktivitas perusahaan PT Kristalin Eka Lestari di wilayah Lagari. Aktivitas perusahaan tersebut dituding telah menyebabkan kerusakan hutan dan lingkungan yang disebut sebagai wilayah milik masyarakat adat setempat.

Lebih lanjut, TPNPB mengklaim sempat terjadi baku tembak saat aparat melakukan proses evakuasi korban. Dalam kontak senjata tersebut, menurut pernyataan TPNPB, tidak ada korban jiwa dari pihak mereka, meskipun disebutkan aparat melakukan penembakan secara brutal.

Melalui siaran pers yang sama, Manajemen Markas Pusat TPNPB menyerukan kepada aparat militer Indonesia agar tidak melakukan penyisiran, penangkapan, maupun tindakan kekerasan terhadap warga sipil yang tidak terlibat dalam insiden tersebut.

Siaran pers ini ditandatangani oleh Sebby Sambom selaku juru bicara TPNPB-OPM, serta jajaran pimpinan TPNPB-OPM, antara lain Goliath Tabuni, Melkisedek Awom, Terianus Satto, dan Lekagak Telenggen. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Wilhelmus Pigai Dorong Penguatan Hak Politik Orang Asli Papua melalui Kajian Regulasi

26 Oktober 2026 - 13:41 WIB

IMG 20261026 WA0066

Bayi Laki-Laki Ditemukan Tak Bernyawa Dalam Kantong Plastik di Jalan Megantara Timika

26 Oktober 2026 - 13:09 WIB

IMG 20261026 WA0019

HUT ke-70 GKI di Tanah Papua, Jemaat Diajak Perkuat Kasih, Keadilan, dan Kedamaian di Mimika

26 Oktober 2026 - 12:53 WIB

IMG 20261026 214619

Gubernur Meki Nawipa Tinjau Tambang Bawah Tanah Freeport, Pelajari Teknologi dan Operasional Pertambangan

26 Oktober 2026 - 07:17 WIB

Gubernur dan rombongan melihat langsung proses pergerakan kendaraan di lapangan dari room kontrol

Tekan Stunting, TP-PKK Mimika Siapkan Satu Orang Tua Asuh untuk Setiap Anak

25 Oktober 2026 - 14:55 WIB

IMG 20261025 WA0029
Trending di Headline