Menu ✖

Mode Gelap
Papua Tengah Terang untuk Sugapa, Listrik Gratis 24 Jam Ditargetkan Mulai Desember 2026 Komite IV DPD RI Evaluasi Realisasi TKD dan Dana Otsus di Papua Papua di Ambang Pintu Neraka atau Surga: Refleksi Kemanusiaan atas Konflik dan Perdamaian Isu Reshuffle Kabinet, Natalius Pigai: Saya Tak Pernah Bermimpi Jadi Menteri TNI AD dan DPD RI Turun Tangan Atasi Masalah Infrastruktur Daerah Komite IV DPD RI Rampungkan Uji Kelayakan 23 Calon Anggota BPK RI

Headline

Klaim TPNPB-OPM: Aibon Kogoya Pimpin Penyerangan Aparat di Nabire, Empat Senjata Dirampas

Etty Welerbadge-check


					Klaim TPNPB-OPM: Aibon Kogoya Pimpin Penyerangan Aparat di Nabire, Empat Senjata Dirampas Perbesar

NABIRE – Manajemen Markas Pusat Komite Nasional TPNPB menyatakan bahwa pasukannya yang dipimpin Aibon Kogoya bertanggung jawab atas penyerangan terhadap aparat militer Indonesia di wilayah Nabire, Sabtu (21/2/2026) sore.

Dalam Siaran Pers Kedua yang diterima media dan dikeluarkan pada Sabtu (21/2/2026), Manajemen Markas Pusat Komando Nasional TPNPB-OPM menyebutkan bahwa insiden terjadi sekitar pukul 14.30 WIT di Jalan Musairo, Kampung Biha, Distrik Makimi.

Menurut klaim tersebut, penyerangan mengakibatkan lebih dari dua aparat militer Indonesia meninggal dunia. Selain itu, satu unit pos militer dilaporkan dibakar, satu unit mobil Toyota Hilux ditembak, serta empat pucuk senjata api dirampas, terdiri dari tiga senjata laras panjang dan satu pistol.

Manajemen Markas Pusat TPNPB menyatakan informasi tersebut diperoleh dari laporan Pasukan Intelijen Strategis (PIS) TPNPB di Nabire. Dalam siaran pers itu juga diklaim bahwa aparat militer yang menjadi korban tengah melakukan pengamanan terhadap aktivitas perusahaan PT Kristalin Eka Lestari di wilayah Lagari. Aktivitas perusahaan tersebut dituding telah menyebabkan kerusakan hutan dan lingkungan yang disebut sebagai wilayah milik masyarakat adat setempat.

Lebih lanjut, TPNPB mengklaim sempat terjadi baku tembak saat aparat melakukan proses evakuasi korban. Dalam kontak senjata tersebut, menurut pernyataan TPNPB, tidak ada korban jiwa dari pihak mereka, meskipun disebutkan aparat melakukan penembakan secara brutal.

Melalui siaran pers yang sama, Manajemen Markas Pusat TPNPB menyerukan kepada aparat militer Indonesia agar tidak melakukan penyisiran, penangkapan, maupun tindakan kekerasan terhadap warga sipil yang tidak terlibat dalam insiden tersebut.

Siaran pers ini ditandatangani oleh Sebby Sambom selaku juru bicara TPNPB-OPM, serta jajaran pimpinan TPNPB-OPM, antara lain Goliath Tabuni, Melkisedek Awom, Terianus Satto, dan Lekagak Telenggen. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

HMI Cabang Mimika dan GPII Papua Tengah Bagikan 150 Masker Gratis, Desak Pemkab Antisipasi Dampak Kabut Asap

11 Oktober 2026 - 02:43 WIB

IMG 20261011 114058

Papua Tengah Terang untuk Sugapa, Listrik Gratis 24 Jam Ditargetkan Mulai Desember 2026

11 Oktober 2026 - 02:09 WIB

IMG 20261011 WA0025

Mimika Genap 30 Tahun, Keluarga Perintis Pemekaran Pertanyakan Pengakuan atas Jasa Orang Tua “Jangan Dihapus dari Sejarah”

10 Oktober 2026 - 07:22 WIB

IMG 20261010 WA0011

Polres Mimika Dorong Pelajar SMP Negeri 10 Manfaatkan Peluang Beasiswa SMA Kemala Taruna Bhayangkara

10 Oktober 2026 - 06:37 WIB

IMG 20261010 WA0009

Pria Ditemukan Meninggal Dunia di Sebuah Kamar Hotel, Polisi Lakukan Penyelidikan

10 Oktober 2026 - 06:32 WIB

IMG 20261010 WA0007
Trending di Headline