Menu ✖

Mode Gelap
Senator Sopater Bawa Kasus Hilangnya Dua Warga Suku Mek Ke DPD RI, Desak Pengusutan Tuntas Dan Penegakan Hukum Yorrys Raweyai Dorong Aspirasi Daerah Menjadi Perhatian Nasional Wilhelmus Pigai Dorong Penguatan Hak Politik Orang Asli Papua melalui Kajian Regulasi Gubernur Meki Nawipa Tinjau Tambang Bawah Tanah Freeport, Pelajari Teknologi dan Operasional Pertambangan Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat

Headline

Ketua Legislatif ULMWP Wilayah Meepago Minta Pemprov Papua Tengah Mediasi Konflik Dua Kelompok Masyarakat di Kapiraya

Etty Welerbadge-check


					Ketua Legislatif ULMWP Wilayah Meepago Minta Pemprov Papua Tengah Mediasi Konflik Dua Kelompok Masyarakat di Kapiraya Perbesar

MEEPAGO – Ketua Legislatif ULMWP Wilayah Meepago, Andi Yeimo, meminta Pemerintah Provinsi Papua Tengah bersama empat pemerintah daerah segera memediasi konflik tapal batas antara suku Mee dan suku Kamoro di wilayah Kapiraya.

Permintaan tersebut disampaikan Andi Yeimo menyikapi konflik yang kembali terjadi dan telah menimbulkan korban jiwa. Ia menilai konflik tersebut harus segera diselesaikan melalui dialog adat yang bermartabat serta difasilitasi secara resmi oleh pemerintah sebagai pihak yang netral dan bertanggung jawab.

Menurutnya, tokoh adat Mee dan tokoh adat Kamoro perlu segera duduk bersama untuk mencari solusi damai. Ia juga meminta agar Pemerintah Provinsi Papua Tengah bersama para kepala daerah terdampak, yakni Bupati Paniai, Bupati Deiyai, Bupati Dogiyai, serta Pemerintah Kabupaten Mimika, segera mengambil inisiatif memediasi kedua belah pihak.

Andi Yeimo menegaskan bahwa konflik tapal batas Kapiraya merupakan persoalan internal antara Mee dan Kamoro. Karena itu, ia meminta agar tidak ada keterlibatan pihak luar, baik dari luar Papua maupun dari suku lain, yang dapat memprovokasi atau memperkeruh situasi.

“Jangan ada pihak lain yang memanfaatkan konflik ini untuk kepentingan tertentu. Kita harus mengedepankan kesadaran bersama dan nilai kemanusiaan,” ujarnya.

Ia juga mengajak tokoh agama, tokoh pemuda, serta elemen masyarakat sipil untuk terlibat aktif dalam upaya penyelesaian konflik secara damai. Menurutnya, negara tidak boleh melakukan pembiaran terhadap konflik yang terus berulang di wilayah Papua Tengah.

Andi Yeimo menilai persoalan tapal batas di Kapiraya telah berlangsung terlalu lama tanpa penyelesaian yang jelas, sehingga berulang kali memicu bentrokan dan jatuhnya korban jiwa. Ia mengingatkan bahwa negara memiliki tanggung jawab konstitusional untuk melindungi seluruh warga negara.

“Negara jangan membiarkan konflik ini terus berlanjut. Jangan sampai pembiaran ini menjadi bagian dari kejahatan kemanusiaan di West Papua. Setiap manusia berharga di hadapan Tuhan,” tegasnya.

Ia juga menyoroti sikap Pemerintah Provinsi Papua Tengah dan pemerintah daerah terkait yang dinilai belum menunjukkan langkah konkret dalam menyelesaikan konflik tersebut. Menurutnya, pemerintah sebagai representasi negara memiliki tanggung jawab moral dan konstitusional untuk segera menghentikan konflik dan melindungi nyawa masyarakat sipil.

Andi Yeimo menegaskan bahwa penyelesaian konflik tapal batas Kapiraya harus menjadi prioritas bersama demi mencegah jatuhnya korban lebih banyak serta menjaga perdamaian dan stabilitas di Papua Tengah. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Polres Mimika Perkuat Benteng Pencegahan Narkoba Lewat Dua Posko Bersinar

6 November 2026 - 05:41 WIB

IMG 20261106 WA0019

211 Warga Pasar Sentral Terima Bantuan Pangan, Leni Tonglo Pastikan Tepat Sasaran

6 November 2026 - 05:38 WIB

IMG 20261106 WA0016

Perkuat Pelayanan hingga Wilayah Distrik, Kapolres Mimika Berkunjung ke Agimuga

6 November 2026 - 05:31 WIB

IMG 20261106 143115

Kemenag Terbitkan Juknis Perlindungan Santri, Panduan Child Safeguarding bagi Pengasuh hingga Pengurus Pesantren

5 November 2026 - 12:53 WIB

IMG 20261105 215133

Pemkab Mimika Matangkan RDTR Kokonao untuk Pemerataan Pembangunan

5 November 2026 - 12:46 WIB

IMG 20261105 WA0042
Trending di News