Menu

Mode Gelap
Piyos News Rayakan HUT ke-2, Perkuat Peran dari Papua Tengah hingga Nasional Bangun Keluarga Harmonis, Disdukcapil Mimika Sosialisasikan Nikah, Talak, Cerai, dan Rujuk DPD RI Sampaikan Respons atas Situasi Keamanan Papua, Dorong Penyelesaian Menyeluruh Natalius Pigai Soroti Insiden Berdarah di Papua Tengah, Minta Penyelidikan Menyeluruh Menteri HAM Tolak Pelaporan Jusuf Kalla, Dorong Penyelesaian Lewat Dialog Senator Papua Tengah Wilhelmus Pigai Soroti Temuan BPS: Penyaluran Bansos Harus Ketat Sesuai Kriteria

Headline

Ketua Legislatif ULMWP Wilayah Meepago Minta Pemprov Papua Tengah Mediasi Konflik Dua Kelompok Masyarakat di Kapiraya

Etty Welerbadge-check


					Ketua Legislatif ULMWP Wilayah Meepago Minta Pemprov Papua Tengah Mediasi Konflik Dua Kelompok Masyarakat di Kapiraya Perbesar

MEEPAGO – Ketua Legislatif ULMWP Wilayah Meepago, Andi Yeimo, meminta Pemerintah Provinsi Papua Tengah bersama empat pemerintah daerah segera memediasi konflik tapal batas antara suku Mee dan suku Kamoro di wilayah Kapiraya.

Permintaan tersebut disampaikan Andi Yeimo menyikapi konflik yang kembali terjadi dan telah menimbulkan korban jiwa. Ia menilai konflik tersebut harus segera diselesaikan melalui dialog adat yang bermartabat serta difasilitasi secara resmi oleh pemerintah sebagai pihak yang netral dan bertanggung jawab.

Menurutnya, tokoh adat Mee dan tokoh adat Kamoro perlu segera duduk bersama untuk mencari solusi damai. Ia juga meminta agar Pemerintah Provinsi Papua Tengah bersama para kepala daerah terdampak, yakni Bupati Paniai, Bupati Deiyai, Bupati Dogiyai, serta Pemerintah Kabupaten Mimika, segera mengambil inisiatif memediasi kedua belah pihak.

Andi Yeimo menegaskan bahwa konflik tapal batas Kapiraya merupakan persoalan internal antara Mee dan Kamoro. Karena itu, ia meminta agar tidak ada keterlibatan pihak luar, baik dari luar Papua maupun dari suku lain, yang dapat memprovokasi atau memperkeruh situasi.

“Jangan ada pihak lain yang memanfaatkan konflik ini untuk kepentingan tertentu. Kita harus mengedepankan kesadaran bersama dan nilai kemanusiaan,” ujarnya.

Ia juga mengajak tokoh agama, tokoh pemuda, serta elemen masyarakat sipil untuk terlibat aktif dalam upaya penyelesaian konflik secara damai. Menurutnya, negara tidak boleh melakukan pembiaran terhadap konflik yang terus berulang di wilayah Papua Tengah.

Andi Yeimo menilai persoalan tapal batas di Kapiraya telah berlangsung terlalu lama tanpa penyelesaian yang jelas, sehingga berulang kali memicu bentrokan dan jatuhnya korban jiwa. Ia mengingatkan bahwa negara memiliki tanggung jawab konstitusional untuk melindungi seluruh warga negara.

“Negara jangan membiarkan konflik ini terus berlanjut. Jangan sampai pembiaran ini menjadi bagian dari kejahatan kemanusiaan di West Papua. Setiap manusia berharga di hadapan Tuhan,” tegasnya.

Ia juga menyoroti sikap Pemerintah Provinsi Papua Tengah dan pemerintah daerah terkait yang dinilai belum menunjukkan langkah konkret dalam menyelesaikan konflik tersebut. Menurutnya, pemerintah sebagai representasi negara memiliki tanggung jawab moral dan konstitusional untuk segera menghentikan konflik dan melindungi nyawa masyarakat sipil.

Andi Yeimo menegaskan bahwa penyelesaian konflik tapal batas Kapiraya harus menjadi prioritas bersama demi mencegah jatuhnya korban lebih banyak serta menjaga perdamaian dan stabilitas di Papua Tengah. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Antonius Kemong Terpilih Aklamasi, Siap Bawa KONI Mimika Fokus Pembinaan hingga Kampung

1 Mei 2026 - 07:27 WIB

IMG 20260501 WA0013

Musorkablub KONI Mimika Digelar, Bupati Ajak Benahi Tata Kelola dan Perluas Pembinaan Atlet

1 Mei 2026 - 06:43 WIB

20260501

400 Personel Gabungan Siaga, Pengamanan May Day di Mimika Diperketat

1 Mei 2026 - 05:49 WIB

IMG 20260501 WA0065

Semangat Persatuan Menggema di Timika, Barisan Merah Putih Papua Gelar Aksi Damai 1 Mei

1 Mei 2026 - 05:11 WIB

IMG 20260501 WA0037

Dana Otsus Papua Dipulihkan, Fokus pada Kualitas Belanja dan Target Pembangunan

30 April 2026 - 16:33 WIB

IMG 20260430 WA0045
Trending di Headline