Menu

Mode Gelap
Setjen DPD RI Raih Predikat Wilayah Bebas Korupsi, Perkuat Reformasi Birokrasi dan Pelayanan Publik DPD RI Apresiasi Surat Presiden untuk Bahas RUU Daerah Kepulauan di DPR DPD RI dan MPR RI Perkuat Kolaborasi Kelembagaan dan Sinkronisasi Sistem Kerja Kapendam XVII/Cenderawasih Benarkan Insiden Penembakan di KM 50 PT. FI Bentrok Antarwarga di Kapiraya, Empat Orang Dirawat di Puskesmas Wakia DPD RI Dorong Penyelesaian Damai Konflik di Papua: Hentikan Pendekatan Militeristik & Perkuat Perlindungan HAM

Headline

SMA Negeri Meepago Rasakan Dampak Program BOSDA Gratis Papua Tengah, Sekolah Kecil Kini Lebih Bertahan

Etty Welerbadge-check


					SMA Negeri Meepago Rasakan Dampak Program BOSDA Gratis Papua Tengah, Sekolah Kecil Kini Lebih Bertahan Perbesar

Nabire – Program Pendidikan Gratis melalui Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) yang diluncurkan Pemerintah Provinsi Papua Tengah dirasakan langsung manfaatnya oleh sekolah-sekolah kecil, salah satunya SMA Negeri Meepago yang berlokasi di Jalan Poros Samabusa, Nabarua, Distrik Teluk Kimi, Kabupaten Nabire.

Kepala SMA Negeri Meepago, Oktopianus Tebai, mengatakan bantuan BOSDA gratis dari Pemerintah Provinsi Papua Tengah sangat membantu sekolah yang selama ini mengalami keterbatasan, terutama dalam pembiayaan guru honor dan pemenuhan kebutuhan operasional sekolah.

“SMA Negeri Meepago ini sekolah baru. Kami baru menamatkan angkatan pertama pada tahun 2025. Jumlah siswa kecil, ruang belajar terbatas, tetapi guru kami padat. Dari 15 guru, semuanya guru honor. Selama ini kami mengalami kesulitan besar, terutama soal pembiayaan guru dan fasilitas sekolah,” ujar Tebai saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Kamis (12/2/2026).

Ia menjelaskan, selama tiga tahun terakhir SMA Negeri Meepago harus menyewa tempat di Kalibobo sebelum akhirnya pindah ke lokasi saat ini pada Juli 2025. Dalam kondisi tersebut, sekolah kerap mengalami keterbatasan dana untuk memenuhi kebutuhan dasar, mulai dari honor guru hingga perlengkapan belajar.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah, Bapak Meki Nawipa dan Bapak Deinas Geley. Program BOS pendidikan gratis ini sangat membantu sekolah-sekolah kecil seperti kami,” katanya.

Menurut Oktopianus, sebelum adanya bantuan BOSDA, para guru kerap harus patungan untuk membiayai honor guru honor dan kebutuhan operasional lain seperti alat tulis, kertas, dan perlengkapan belajar. Namun sejak adanya bantuan tersebut, beban sekolah dan para pendidik mulai berkurang secara signifikan.

“Selama ini kami tidak memungut SPP dari siswa, tetapi biayanya besar karena guru-guru kami non-PNS. Ini berbeda dengan beberapa sekolah lain yang memungut SPP karena guru-gurunya PNS. Bantuan BOSDA ini menjadi jawaban atas keluhan kami,” ungkapnya.

Tak hanya membantu kegiatan belajar mengajar, bantuan dari Pemerintah Provinsi Papua Tengah juga dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan asrama siswa, termasuk penyediaan makan dan minum. Sekolah bahkan telah membeli sekitar 21 ton beras untuk menjamin kebutuhan pangan siswa.

“Kami juga dibantu untuk kebutuhan asrama. Makan minum siswa sangat terbantu. Air dan makanan menjadi prioritas utama dari bantuan gubernur,” jelasnya.

Selain itu, SMA Negeri Meepago mulai mengembangkan program kemandirian siswa melalui kegiatan pertanian dan peternakan sederhana. Sekolah membangun kandang ternak, kolam ikan, serta membuka kebun di sekitar asrama untuk memenuhi kebutuhan konsumsi siswa.

“Kami ingin anak-anak tidak hanya fokus belajar akademik, tetapi juga belajar keterampilan dan membangun karakter. Mereka turun ke kebun, ke kandang, supaya tahu bagaimana rasanya bekerja dan menghargai petani serta peternak,” ujar Oktopianus.

Ia menambahkan, pendidikan karakter dan keterampilan ini diharapkan dapat membentuk siswa yang mandiri dan peduli terhadap lingkungan serta masyarakat sekitar, sehingga kelak tidak terasing dari realitas kehidupan ketika menjadi pemimpin atau pejabat.

“Target kami ke depan adalah peningkatan mutu pendidikan, baik akademik, keterampilan, maupun karakter. Tiga hal ini yang kami dorong,” pungkasnya.

Oktopianus berharap program BOSDA gratis dari Pemerintah Provinsi Papua Tengah dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak sekolah kecil dan sekolah swasta, sehingga pemerataan akses dan mutu pendidikan di Papua Tengah benar-benar terwujud. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemkab Mimika Perkuat Sinergi Lindungi Pekerja Rentan dan OAP

12 Februari 2026 - 14:30 WIB

Img 20260212 wa0051

Hendak Mendistribusikan Air Bersih Bagi Masyarakat Lopon, Sopir Ditembaki OTK

12 Februari 2026 - 13:47 WIB

Img 20260212 wa0223

Wagub Papua Tengah Hadiri Entry Meeting Pemeriksaan LKPD Tahun 2025 di Bali

12 Februari 2026 - 13:45 WIB

Img 20260212 wa0192

SMA Negeri Meepago Hadapi Krisis Air Bersih dan Keterbatasan Anggaran, Harap Perhatian Pemprov Papua Tengah

12 Februari 2026 - 13:35 WIB

Img 20260212 wa0155

Sertu Arifin Cepa Yang Gugur Ditembak OPM di MP 50 Dimakamkan

12 Februari 2026 - 12:48 WIB

Img 20260212 wa0116(1)
Trending di Headline