Menu ✖

Mode Gelap
Papua Tengah Terang untuk Sugapa, Listrik Gratis 24 Jam Ditargetkan Mulai Desember 2026 Komite IV DPD RI Evaluasi Realisasi TKD dan Dana Otsus di Papua Papua di Ambang Pintu Neraka atau Surga: Refleksi Kemanusiaan atas Konflik dan Perdamaian Isu Reshuffle Kabinet, Natalius Pigai: Saya Tak Pernah Bermimpi Jadi Menteri TNI AD dan DPD RI Turun Tangan Atasi Masalah Infrastruktur Daerah Komite IV DPD RI Rampungkan Uji Kelayakan 23 Calon Anggota BPK RI

Headline

SMA Negeri Meepago Rasakan Dampak Program BOSDA Gratis Papua Tengah, Sekolah Kecil Kini Lebih Bertahan

Etty Welerbadge-check


					SMA Negeri Meepago Rasakan Dampak Program BOSDA Gratis Papua Tengah, Sekolah Kecil Kini Lebih Bertahan Perbesar

Nabire – Program Pendidikan Gratis melalui Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) yang diluncurkan Pemerintah Provinsi Papua Tengah dirasakan langsung manfaatnya oleh sekolah-sekolah kecil, salah satunya SMA Negeri Meepago yang berlokasi di Jalan Poros Samabusa, Nabarua, Distrik Teluk Kimi, Kabupaten Nabire.

Kepala SMA Negeri Meepago, Oktopianus Tebai, mengatakan bantuan BOSDA gratis dari Pemerintah Provinsi Papua Tengah sangat membantu sekolah yang selama ini mengalami keterbatasan, terutama dalam pembiayaan guru honor dan pemenuhan kebutuhan operasional sekolah.

“SMA Negeri Meepago ini sekolah baru. Kami baru menamatkan angkatan pertama pada tahun 2025. Jumlah siswa kecil, ruang belajar terbatas, tetapi guru kami padat. Dari 15 guru, semuanya guru honor. Selama ini kami mengalami kesulitan besar, terutama soal pembiayaan guru dan fasilitas sekolah,” ujar Tebai saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Kamis (12/2/2026).

Ia menjelaskan, selama tiga tahun terakhir SMA Negeri Meepago harus menyewa tempat di Kalibobo sebelum akhirnya pindah ke lokasi saat ini pada Juli 2025. Dalam kondisi tersebut, sekolah kerap mengalami keterbatasan dana untuk memenuhi kebutuhan dasar, mulai dari honor guru hingga perlengkapan belajar.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah, Bapak Meki Nawipa dan Bapak Deinas Geley. Program BOS pendidikan gratis ini sangat membantu sekolah-sekolah kecil seperti kami,” katanya.

Menurut Oktopianus, sebelum adanya bantuan BOSDA, para guru kerap harus patungan untuk membiayai honor guru honor dan kebutuhan operasional lain seperti alat tulis, kertas, dan perlengkapan belajar. Namun sejak adanya bantuan tersebut, beban sekolah dan para pendidik mulai berkurang secara signifikan.

“Selama ini kami tidak memungut SPP dari siswa, tetapi biayanya besar karena guru-guru kami non-PNS. Ini berbeda dengan beberapa sekolah lain yang memungut SPP karena guru-gurunya PNS. Bantuan BOSDA ini menjadi jawaban atas keluhan kami,” ungkapnya.

Tak hanya membantu kegiatan belajar mengajar, bantuan dari Pemerintah Provinsi Papua Tengah juga dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan asrama siswa, termasuk penyediaan makan dan minum. Sekolah bahkan telah membeli sekitar 21 ton beras untuk menjamin kebutuhan pangan siswa.

“Kami juga dibantu untuk kebutuhan asrama. Makan minum siswa sangat terbantu. Air dan makanan menjadi prioritas utama dari bantuan gubernur,” jelasnya.

Selain itu, SMA Negeri Meepago mulai mengembangkan program kemandirian siswa melalui kegiatan pertanian dan peternakan sederhana. Sekolah membangun kandang ternak, kolam ikan, serta membuka kebun di sekitar asrama untuk memenuhi kebutuhan konsumsi siswa.

“Kami ingin anak-anak tidak hanya fokus belajar akademik, tetapi juga belajar keterampilan dan membangun karakter. Mereka turun ke kebun, ke kandang, supaya tahu bagaimana rasanya bekerja dan menghargai petani serta peternak,” ujar Oktopianus.

Ia menambahkan, pendidikan karakter dan keterampilan ini diharapkan dapat membentuk siswa yang mandiri dan peduli terhadap lingkungan serta masyarakat sekitar, sehingga kelak tidak terasing dari realitas kehidupan ketika menjadi pemimpin atau pejabat.

“Target kami ke depan adalah peningkatan mutu pendidikan, baik akademik, keterampilan, maupun karakter. Tiga hal ini yang kami dorong,” pungkasnya.

Oktopianus berharap program BOSDA gratis dari Pemerintah Provinsi Papua Tengah dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak sekolah kecil dan sekolah swasta, sehingga pemerataan akses dan mutu pendidikan di Papua Tengah benar-benar terwujud. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

HMI Cabang Mimika dan GPII Papua Tengah Bagikan 150 Masker Gratis, Desak Pemkab Antisipasi Dampak Kabut Asap

11 Oktober 2026 - 02:43 WIB

IMG 20261011 114058

Papua Tengah Terang untuk Sugapa, Listrik Gratis 24 Jam Ditargetkan Mulai Desember 2026

11 Oktober 2026 - 02:09 WIB

IMG 20261011 WA0025

Mimika Genap 30 Tahun, Keluarga Perintis Pemekaran Pertanyakan Pengakuan atas Jasa Orang Tua “Jangan Dihapus dari Sejarah”

10 Oktober 2026 - 07:22 WIB

IMG 20261010 WA0011

Polres Mimika Dorong Pelajar SMP Negeri 10 Manfaatkan Peluang Beasiswa SMA Kemala Taruna Bhayangkara

10 Oktober 2026 - 06:37 WIB

IMG 20261010 WA0009

Pria Ditemukan Meninggal Dunia di Sebuah Kamar Hotel, Polisi Lakukan Penyelidikan

10 Oktober 2026 - 06:32 WIB

IMG 20261010 WA0007
Trending di Headline