TIMIKA – Masyarakat di sembilan kampung Distrik Mimika Timur, mendapatkan layanan kesehatan gratis dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) di Puskesmas Mapurujaya Jaya, Sabtu (24/10/2026).
Kegiatan bakti sosial yang bertajuk Pekan Bhakti Noken Medis ini melibatkan 15 dokter spesialis dari berbagai daerah. Adapun sembilan kampung tersebut adalah Kaugapu, Poumako, Wania, Mapuru Jaya, Hiripau, Mware, Ayuka, Cendrawasih, dan Tipuka.
Tujuan dari bakti sosial ini adalah mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat sekaligus memperkuat kepedulian terhadap warga yang membutuhkan layanan medis.
Ketua IDI Kabupaten Mimika, dr. Enny Kenangalem, berharap pelayanan kesehatan melalui kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk keluarga dan seluruh warga yang hadir.
Ia mengajak masyarakat memanfaatkan kegiatan tersebut untuk memeriksakan kondisi kesehatan dan berkonsultasi langsung dengan tenaga medis. Selain itu, masyarakat diimbau membiasakan pola hidup bersih dan sehat serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala guna mencegah penyakit sejak dini.
Enny berharap semangat kebersamaan dan pelayanan kepada masyarakat terus terjaga sehingga memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan warga.
“Melalui Pekan Bhakti Noken Medis, IDI berharap semangat pengabdian para dokter tidak berhenti pada peringatan hari jadi organisasi, tetapi terus diwujudkan melalui pelayanan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, Asisten III, Herry Onawame, menegaskan bahwa Pekan Bhakti Noken Medis memiliki makna lebih dari sekadar kegiatan seremonial. Menurutnya, noken merupakan simbol kehidupan, kebersamaan, kasih sayang, dan tanggung jawab yang sejalan dengan nilai-nilai pengabdian tenaga kesehatan.
“Noken medis menjadi simbol kepedulian para dokter yang membawa harapan, kesehatan, dan kasih kepada masyarakat. Noken boleh sederhana, tetapi nilai yang dibawanya sangat besar,” kata Herry.
Ia menjelaskan, kondisi geografis Kabupaten Mimika yang mencakup wilayah perkotaan, pesisir, pedalaman, hingga pegunungan menjadi tantangan tersendiri dalam pemerataan pelayanan kesehatan.
Karena itu, diperlukan kolaborasi antara pemerintah daerah, organisasi profesi, rumah sakit, puskesmas, dunia usaha, dan masyarakat agar pelayanan kesehatan dapat menjangkau seluruh lapisan warga.
Herry berharap Pekan Bhakti Noken Medis dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak kampung di Kabupaten Mimika. Katanya, pelayanan kesehatan tidak seharusnya hanya menunggu masyarakat datang ke fasilitas kesehatan, tetapi juga harus hadir langsung di tengah warga yang membutuhkan.
Ia juga mengingatkan para tenaga medis agar senantiasa mengedepankan profesionalisme, etika, dan kepedulian tanpa membedakan latar belakang pasien.
“Jadilah dokter yang bukan hanya hebat dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga besar dalam kepedulian dan kemanusiaan. Bagi masyarakat, senyuman seorang dokter, sapaan yang ramah, dan pelayanan yang tulus terkadang menjadi awal dari sebuah kesembuhan,” harapnya.
Ketua IDI Wilayah Papua, dr. Nickanor Kaladius Wonatorey, dalam sambutannya mengajak seluruh dokter untuk terus mempererat persaudaraan sejawat, menjaga martabat profesi, serta meningkatkan kualitas pelayanan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Ia juga mengapresiasi dukungan pemerintah daerah yang selama ini menjadi mitra strategis IDI dalam meningkatkan pelayanan kesehatan. Menurutnya, sinergi antara organisasi profesi dan pemerintah sangat penting untuk menghadirkan layanan kesehatan yang lebih merata dan berkelanjutan.
“Di usia Ikatan Dokter yang ke-76, mari kita terus memperkuat persaudaraan sejawat, menjaga martabat profesi, dan mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya di Papua dan wilayah Timika,” ucapnya. (Cr2)







