Menu ✖

Mode Gelap
Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat Meki–Deinas: Ketika Langit dan Gunung Bertemu Pastor Berusia 36 Tahun Ditemukan Meninggal di Kolam Renang Kuala Kencana Sempat Viral Pimpin Upacara Hardiknas, Deki Degei Berterima Kasih kepada Gubernur Papua Tengah Papua Tengah Terang untuk Sugapa, Listrik Gratis 24 Jam Ditargetkan Mulai Desember 2026

Headline

Yoakim Mujizau Kutuk Keras Penembakan Pilot di Boven Digoel: “Itu Tindakan Tidak Manusiawi

Etty Welerbadge-check


					Yoakim Mujizau Kutuk Keras Penembakan Pilot di Boven Digoel: “Itu Tindakan Tidak Manusiawi Perbesar

PAPUA – Ketua Tim Mediasi Penanganan Konflik bersenjata di Wilayah Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, Yoakim Mujizau, mengecam keras aksi penembakan terhadap pilot dan co-pilot pesawat perintis, yang dilakukan Kelompok TPNPB Wilayah Pertahanan XVI Yahukimo dari Batalyon Kabibal, di bawah Panglima Brigjen Elkius Kobak, serta Komandan Operasi Kopitua Heluka, pada Kamis 12 Februari 2026.

Menurut Yoakim, tindakan tersebut sangat tidak manusiawi karena pesawat perintis memiliki peran vital dalam melayani masyarakat di daerah terpencil Papua, yang belum sepenuhnya terjangkau pelayanan pemerintah.

“Pesawat perintis itu hadir untuk menjangkau dan melayani masyarakat di kampung-kampung dan distrik-distrik yang belum terlayani. Para pilot ini berani mempertaruhkan keselamatan demi mengantar kebutuhan hidup masyarakat di wilayah pelosok,” tegas Yoakim.

Ia menjelaskan, keberadaan pesawat kecil tersebut sangat membantu masyarakat, terutama dalam distribusi bahan pokok seperti beras, gula, garam, minyak goreng, hingga kebutuhan sehari-hari lainnya. Selain itu, pesawat perintis juga menjadi sarana transportasi utama bagi warga yang hendak bepergian dari dan ke daerah terisolir.

“Melalui pesawat kecil inilah masyarakat bisa merasakan pelayanan. Pemerintah kabupaten tidak mungkin menjangkau semua distrik secara langsung. Pesawat perintis menjadi penghubung utama,” ujarnya.

Yoakim menegaskan kalau mau berperang, silakan berperang tapi dengan kombatan, karena masing-masing mempertahankan harga diri,Papua merdeka harga mati, NKRI harga mati.

Karena masing-masing mempertahankan harga diri, ya silakan berperang kombatan dan kombatan jangan melibatkan dan jangan meneror, menembaki pilot, tenaga kesehatan, tenaga guru, dan warga sipil lainnya.

Lebih lanjut, Yoakim meminta agar tindakan serupa tidak terulang dan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dalam setiap perjuangan.

“Semua TPNPB-OPM yang melakukan perlawanan, yang melakukan gerakan-gerakan di daerah gunung harus menjaga perikemanusiaan. Ya, kemanusiaan itu di atas segala-galanya. Karena mereka juga berjuang mempertahankan diri, mereka mengatakan mereka mau merdeka dan lain-lain, itu semua karena demi kemanusiaan. Karena tidak mau manusia lain menindas manusia lain, tegas Yoakim.

“Jangan mengesampingkan kemanusiaan. Rakyat sipil, terutama pilot-pilot yang berani masuk ke wilayah terpencil demi menjamin kelangsungan hidup masyarakat, harus dilindungi,” tegasnya. (Red)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

OPINI : BEREBUT EMAS DI MAKIMI, MASYARAKAT ADAT DAPAT APA?

24 Oktober 2026 - 11:55 WIB

WhatsApp Image 2026 10 24 at 04.29.28

Bawaslu Mimika Buka Ruang Kritik, Siapkan Lima Agenda Penguatan Pengawasan

24 Oktober 2026 - 11:09 WIB

IMG 20261024 WA0085

KPU Mimika Tunggu Revisi UU Pemilu, Pendidikan Pemilih Terus Berjalan

24 Oktober 2026 - 11:05 WIB

IMG 20261024 WA0083

HUT IDI ke-76, Pelkesi Bagikan Kacamata Baca Gratis ke Warga 

24 Oktober 2026 - 11:01 WIB

IMG 20261024 WA0081

IDI Kabupaten Mimika Gelar Baksos Kesehatan Gratis di PKM Mapurujaya

24 Oktober 2026 - 10:55 WIB

IMG 20261024 WA0079
Trending di Headline