NABIRE — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah menyerahkan bantuan laptop kepada peserta Festival Budaya Pelajar Tahun 2025. Kegiatan penyerahan bantuan tersebut berlangsung di Hall Kantor Gubernur Papua Tengah, Nabire, Rabu (21/1/2025).

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan serta literasi digital bagi pelajar di Papua Tengah.
Dalam sambutannya, Gubernur Meki Nawipa menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan Provinsi Papua Tengah yang dinilai cepat menindaklanjuti komitmen pemerintah daerah terhadap dunia pendidikan.

“Biasanya di pemerintahan, program itu diatur dulu baru berjalan. Tapi kita ini langsung ketemu, langsung buat program, langsung janji,” ujar Meki Nawipa.
Ia mengingatkan bahwa pada 3 September sebelumnya, Pemerintah Provinsi Papua Tengah telah berjanji akan memberikan laptop kepada seluruh peserta festival, dan janji tersebut kini direalisasikan. Menurutnya, bantuan laptop ini akan dibagikan kepada pelajar dari berbagai kabupaten, termasuk Nabire, Dogiyai, Deiyai, Paniai, Intan Jaya, Puncak, dan Puncak Jaya, dengan pendistribusian menggunakan pesawat.

Gubernur menyebutkan, sebanyak 200 unit laptop disiapkan untuk pelajar Papua Tengah. Ia menegaskan bahwa laptop merupakan aset penting bagi masa depan pelajar, dibandingkan penggunaan telepon genggam yang lebih bersifat konsumtif.
“Anak-anak sekarang kalau ada uang lebih gampang beli HP daripada laptop. Tapi laptop itu masa depan, itu aset,” tegasnya.

Meki Nawipa juga mengungkapkan pengalamannya saat masih sulit memiliki laptop karena keterbatasan ekonomi. Menurutnya, kehadiran pemerintah saat ini untuk menyediakan fasilitas pendidikan merupakan langkah luar biasa yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin oleh pelajar.
Ia berharap bantuan laptop ini menjadi awal dari program pendidikan gratis di Papua Tengah. Ke depan, pemerintah provinsi berencana memperluas bantuan pendidikan mulai dari jenjang SMA/SMK hingga SMP dan SD.

“Tidak ada cara lain untuk menolong orang Papua Tengah, hanya dengan sekolah,” ujarnya.
Dalam arahannya kepada para pelajar, Gubernur Meki Nawipa berpesan agar laptop yang diterima digunakan secara bijak untuk menunjang pendidikan dan masa depan, bukan untuk aktivitas yang tidak produktif di media sosial.
“Pakai laptop ini untuk tugas, untuk sekolah, untuk masa depan. Jangan main-main media sosial, itu tidak akan menolong masa depan kalian,” katanya.

Ia menekankan bahwa keberhasilan dan kegagalan seseorang ditentukan oleh usaha pribadi masing-masing. Pemerintah, kata dia, hanya menyiapkan fondasi dan fasilitas, sementara masa depan sepenuhnya berada di tangan generasi muda Papua Tengah.
“Dengan laptop ini, kami kasih kalian masa depan. Kalian sendiri yang tentukan hidup kalian,” pungkasnya.

Melalui bantuan ini, Pemerintah Provinsi Papua Tengah berharap dapat membangun fondasi pendidikan yang kuat serta mendorong kebangkitan teknologi dan prestasi pelajar Papua Tengah agar mampu bersaing dan membawa daerah ini ke arah yang lebih baik. (MB)








