Menu

Mode Gelap
DPD RI Sampaikan Respons atas Situasi Keamanan Papua, Dorong Penyelesaian Menyeluruh Natalius Pigai Soroti Insiden Berdarah di Papua Tengah, Minta Penyelidikan Menyeluruh Menteri HAM Tolak Pelaporan Jusuf Kalla, Dorong Penyelesaian Lewat Dialog Senator Papua Tengah Wilhelmus Pigai Soroti Temuan BPS: Penyaluran Bansos Harus Ketat Sesuai Kriteria Breaking News : Ruang Terpadu RSUD Paniai Terbakar Hangus DPD RI Dorong Percepatan RUU Bahasa Daerah, Ratusan Bahasa Terancam Punah

Headline

Pemalangan Kembali Terjadi, Aktivitas Belajar SD Negeri Inauga Lumpuh

Etty Welerbadge-check


					Pemalangan Kembali Terjadi, Aktivitas Belajar SD Negeri Inauga Lumpuh Perbesar

TIMIKA – Aktivitas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di SD Negeri Inauga di Jalan Budi Utomo Ujung, Distrik Wania, Kabupaten Mimika, Papua Tengah kembali terhenti akibat aksi pemalangan yang terjadi pada Rabu (14/1/2026) pagi. Pemalangan tersebut mengakibatkan guru dan siswa tidak dapat memasuki lingkungan sekolah dan hanya bisa menunggu di luar pagar sekolah.

Kepala SD Negeri Inauga Sempan, Diana Domakubun, mengatakan pihak sekolah telah menerima informasi adanya rencana pemalangan sejak Selasa (13/1/2026) malam. Menindaklanjuti hal itu, ia langsung berkoordinasi dengan pihak keamanan untuk mendatangi lokasi sekolah.

“Saya mendapat informasi sejak semalam, lalu saya langsung ke kantor polisi dan bersama-sama kami datang ke sekolah. Saat itu mereka sudah tidak berada di lokasi dan belum ada spanduk pemalangan,” ujar Diana.

Diana menjelaskan, pada Rabu pagi pihak sekolah kembali ke sekolah dengan harapan aktivitas KBM dapat berjalan seperti biasa. Hal tersebut didasari pengalaman sebelumnya, di mana meskipun terjadi pemalangan, siswa masih dapat mengikuti proses pembelajaran.

“Pagi ini kami datang dengan harapan KBM bisa berjalan, karena selama ini walaupun ada pemalangan, anak-anak masih bisa masuk ke sekolah,” katanya.

Namun, tidak menyangka pemalangan kali ini menutup seluruh akses masuk ke area sekolah, sehingga kegiatan belajar mengajar tidak dapat dilaksanakan sama ssekali

“Pemalangan seperti ini sudah yang ketujuh kali,” ungkapnya.

Sementara itu, salah satu pihak yang melakukan pemalangan menyampaikan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk tuntutan agar ada penyelesaian terkait pembayaran ganti rugi tanah  yang mereka klaim belum diselesaikan.

“Kami hanya minta solusi soal pembayaran. Kami minta pihak yang bertanggung jawab turun langsung ke sini,” tegasnya. (Etty)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pokja PAUD Kabupaten Paniai Gelar Pembekalan TIM dan Fokus Materi Meningkatkan Kapasitas

22 April 2026 - 14:25 WIB

IMG 20260422 WA0051

Silwanus Sumule: Propemperda 2026 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat Papua Tengah 

22 April 2026 - 14:11 WIB

IMG 20260422 WA0043

Seleksi Administrasi Calon Pimpinan BAZNAS Papua Tuntas Diverifikasi

22 April 2026 - 11:37 WIB

IMG 20260422 WA0010

Kemenag Tegaskan Tidak Ada Kebijakan Uang Kas Masjid Dikelola Pemerintah

22 April 2026 - 11:30 WIB

IMG 20260421 WA0039

Pemkab Mimika Evaluasi Layanan Publik, Wabup Tekankan Kepercayaan Masyarakat

22 April 2026 - 11:26 WIB

IMG 20260422 WA0030
Trending di Headline