Menu

Mode Gelap
Breaking News : Ruang Terpadu RSUD Paniai Terbakar Hangus DPD RI Dorong Percepatan RUU Bahasa Daerah, Ratusan Bahasa Terancam Punah Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin Raih Gelar Doktor Kehormatan dari KMOU OPINI : Pemuda dan Arah Transformasi Mimika, Menguatkan Kolaborasi dalam Semangat Kritis dan Konstruktif Era Baru Pemerintahan, Inpres Sepak Bola 2019 Dinilai Masih Relevan Ketua DPD RI Lepas Timnas Pelajar U-17 BLiSPI Berlaga ke Thailand di Momen Idulfitri

Headline

Dian Kandipi: Media Sosial Harus Jadi Sarana Jurnalisme Damai, Bukan Pemantik Konflik

Etty Welerbadge-check


					Dian Kandipi: Media Sosial Harus Jadi Sarana Jurnalisme Damai, Bukan Pemantik Konflik Perbesar

Nabire – Kepala Biro Antara Papua, Dian Kandipi, menekankan pentingnya penggunaan media sosial sebagai sarana jurnalisme damai, bukan sebagai pemantik provokasi dan konflik di Papua.
Hal ini disampaikan dalam workshop ke-3 dengan topik: “Dari Berita ke Viral: Strategi Media Sosial untuk Jurnalis Papua” pada Festival Media Se-Tanah Papua, Rabu (14/1/2026).

Workshop yang dimoderatori Merit Waromu, wartawan yang juga praktisi media, ini diikuti pelajar, mahasiswa, dan para jurnalis.

Dian mengingatkan bahwa banyak berita konflik di Tanah Papua bermula dari media sosial. Oleh karena itu, pekerja media perlu memahami cara menyajikan konten yang tidak memicu konflik.

“Bagaimana kita bisa menggunakan media sosial tapi bukan sebagai pemantik untuk provokasi, justru untuk mengumbarkan bagaimana itu jurnalisme damai di Papua,” ujar Kandipi.

Ia menegaskan bahwa teman-teman media harus diingatkan bagaimana menyajikan konten di media sosial yang tidak menjadi provokasi atau memicu konflik, tetapi justru memberikan pemahaman yang baik.

“Kita tahu sendiri bahwa di Tanah Papua banyak sekali berita-berita konflik, semua bermula dari mana? Dari media sosial. Kita bisa memberikan pemahaman yang baik bahwa di Papua bukan hanya konfliknya saja yang terkenal, tapi juga potensi daerah yang bisa dikembangkan lainnya,” jelasnya.

Dian mengakui bahwa kecanduan media sosial tidak hanya dialami anak sekolah, tetapi juga pekerja jurnalistik.

“Saya rasa ini tidak cuma anak sekolah yang kecanduan. Kadang-kadang kita sebagai pekerja jurnalistik juga kecanduan. Kalau sudah selesai bekerja, kadang kita masih pegang HP untuk main Mobile Legends dan sebagainya,” paparnya.

Menanggapi pertanyaan dari peserta pelajar, Kandipi memberikan gagasan menarik tentang perlunya panti rehabilitasi untuk orang yang kecanduan media sosial.

“Itu tidak perlu tempat yang besar. Kita hanya perlu SDM yang bisa memahami psikologi, lalu didampingi dengan IT, diberi wejangan dari orang-orang tua, misalnya orang tua ikut sertakan dalam pembinaan. Saya rasa bisa jadi program pemerintah yang baik ke depan, mengingat era digitalisasi ini sudah sangat besar, dan di Papua juga sudah seperti di luar Papua,” usulnya.

Dian mengapresiasi antusiasme tinggi dari peserta pelajar yang ingin mengetahui cara membuat konten positif di media sosial.

“Antusias dari anak-anak sekolah, mereka punya rasa ingin tahu lebih banyak. Padahal media sosial yang dipakai justru itu bisa kita gunakan untuk menyampaikan pemberitaan, informasi yang baik,” katanya.

Ia menilai bahwa pelajar selama ini hanya menggunakan media sosial untuk kesenangan pribadi saja.

“Saya melihat mereka sangat antusias sekali untuk bisa mengetahui hal-hal apa saja yang dipakai untuk bisa membuat konten di media sosial, produksi apa saja,” tambahnya.

Dian mengajak rekan-rekan jurnalis untuk terus mengupdate diri dan tidak stagnan di tengah perkembangan media sosial.

“Saya harap teman-teman media, kita mulai bergeraklah. Kita tidak bisa stagnan di tempat yang sama. Kalau adik-adik generasi Z ini sudah bisa naik, kita-kita teman-teman media juga mulai mengupdate diri. Bagaimana kita bisa bersaing di tengah penggunaan media sosial untuk zona informasi,” pungkasnya.

Workshop ini merupakan bagian dari Festival Media Se-Tanah Papua yang berlangsung 13-15 Januari 2026, dengan berbagai rangkaian kegiatan termasuk pelatihan jurnalistik investigasi, talk show, pameran foto, dan malam penganugerahan Papua Jurnalistik Award 2026. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Serahkan 70 SK PNS TH K2, Kepala BKPSDM Papua Tengah: “Harus Disiplin Kerja dan Tanamkan Budaya Malu”

10 April 2026 - 13:14 WIB

IMG 20260410 WA0026

Pemulihan Keamanan Dogiyai Jadi Prioritas, Kapolda: Situasi Mulai Membaik

10 April 2026 - 13:09 WIB

IMG 20260410 WA0022

IPMADO Sorong Gelar Diskusi Publik tentang Fenomena Media Sosial di Era Digital

10 April 2026 - 12:50 WIB

IMG 20260410 WA0021

Pertamina Pastikan Pasokan LPG 12 Kg Masuk 14 April, Warga Diminta Tak Panik

10 April 2026 - 12:44 WIB

IMG 20260410 WA0002

Skema Multiyears, Pemkab Mimika Teken MoU Pembangunan Gedung C2 RSUD Mimika

10 April 2026 - 12:35 WIB

IMG 20260410 WA0019
Trending di Headline