Menu

Mode Gelap
Breaking News : Ruang Terpadu RSUD Paniai Terbakar Hangus DPD RI Dorong Percepatan RUU Bahasa Daerah, Ratusan Bahasa Terancam Punah Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin Raih Gelar Doktor Kehormatan dari KMOU OPINI : Pemuda dan Arah Transformasi Mimika, Menguatkan Kolaborasi dalam Semangat Kritis dan Konstruktif Era Baru Pemerintahan, Inpres Sepak Bola 2019 Dinilai Masih Relevan Ketua DPD RI Lepas Timnas Pelajar U-17 BLiSPI Berlaga ke Thailand di Momen Idulfitri

Headline

Kepsek SD Inpres Nabarua Sampaikan Terima Kasih, 159 Siswa Terima PIP Usulan Senator Wilhelmus Pigai

Etty Welerbadge-check


					Kepsek SD Inpres Nabarua Sampaikan Terima Kasih, 159 Siswa Terima PIP Usulan Senator Wilhelmus Pigai Perbesar

NABIRE – Kepala Sekolah SD Negeri Inpres Nabarua, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Beni Kristianto, S.Pd., menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas terealisasinya Program Indonesia Pintar (PIP) bagi 159 siswanya.

Bantuan pendidikan tersebut merupakan hasil usulan Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Perwakilan Papua Tengah, Senator Wilhelmus Pigai, yang saat ini bertugas di Komite III DPD RI dengan lingkup kerja pendidikan, kesehatan, agama, dan sosial.

Ucapan terima kasih tersebut disampaikan langsung oleh Beni Kristianto kepada Beatus Malir, selaku Staf Ahli Anggota DPD RI Wilhelmus Pigai, saat melakukan kunjungan dan konfirmasi ke SD Inpres Nabarua, Kabupaten Nabire. Selasa, (06/01/2026).

“Puji Tuhan, kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bapak Wilhelmus Pigai yang telah mengusulkan anak-anak kami, sehingga sebanyak 159 siswa SD Inpres Nabarua dapat menerima Program Indonesia Pintar,” ujar Beni Kristianto.

Ia menilai bantuan PIP sangat membantu para siswa, khususnya yang berasal dari keluarga kurang mampu, untuk memenuhi kebutuhan pendidikan seperti perlengkapan sekolah, seragam, alat tulis, hingga kebutuhan penunjang belajar lainnya.

Sementara itu, Beatus Malir, selaku Staf Ahli Anggota DPD RI Wilhelmus Pigai, menjelaskan bahwa masih terdapat sejumlah siswa yang belum masuk atau ditolak dalam nominasi penerima PIP akibat kendala administrasi dan validasi data.

Menurutnya, penolakan umumnya terjadi karena data siswa tidak lolos verifikasi sistem Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, di antaranya karena tidak sinkron dengan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

“Bagi siswa yang belum terdaftar dalam DTKS, orang tua dapat mengusulkan melalui kantor kelurahan atau RT/RW dengan melampirkan surat keterangan tidak mampu,” jelas Beatus.

Selain itu, kendala lain yang kerap ditemukan meliputi duplikasi NISN, kemungkinan siswa menerima bantuan APBN dari instansi atau lembaga lain, NPSN sekolah belum terdaftar, penghasilan orang tua di atas ketentuan, serta ketidaksinkronan data orang tua dengan data kependudukan.

Ia juga menekankan pentingnya kesesuaian Kartu Identitas Anak (KIA) dalam Kartu Keluarga dengan data di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil).

Beatus mengimbau agar siswa yang belum menerima PIP atau mengalami penolakan segera melakukan pengecekan ulang data dan melaporkannya kepada operator sekolah, sehingga dapat kembali diusulkan dan berpeluang memperoleh bantuan PIP pada tahap berikutnya. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Serahkan 70 SK PNS TH K2, Kepala BKPSDM Papua Tengah: “Harus Disiplin Kerja dan Tanamkan Budaya Malu”

10 April 2026 - 13:14 WIB

IMG 20260410 WA0026

Pemulihan Keamanan Dogiyai Jadi Prioritas, Kapolda: Situasi Mulai Membaik

10 April 2026 - 13:09 WIB

IMG 20260410 WA0022

IPMADO Sorong Gelar Diskusi Publik tentang Fenomena Media Sosial di Era Digital

10 April 2026 - 12:50 WIB

IMG 20260410 WA0021

Pertamina Pastikan Pasokan LPG 12 Kg Masuk 14 April, Warga Diminta Tak Panik

10 April 2026 - 12:44 WIB

IMG 20260410 WA0002

Skema Multiyears, Pemkab Mimika Teken MoU Pembangunan Gedung C2 RSUD Mimika

10 April 2026 - 12:35 WIB

IMG 20260410 WA0019
Trending di Headline