Menu

Mode Gelap
Bupati Yampit Nawipa, Kabupaten Paniai Raih Peringkat I Kinerja Penyaluran Dana Desa Terbaik di Papua Tengah Dinas Pendidikan Kabupaten Deiyai Imbau SMP dan SMA Terapkan Kebijakan Pendidikan Gratis Teladan Kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono IX Anggota DPD RI Wilhelmus Pigai Salurkan Bantuan Hewan Kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 H untuk Masjid Al-Fattah Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete Wabup Nabire Apresiasi Peran PKBN, Sebut Kontribusi Etnis Batak Sangat Besar

Headline

Pemprov Papua Tengah Dorong Pemerataan Layanan Kesehatan Lewat Evaluasi Swakelola Tipe-3

Etty Welerbadge-check


					Pemprov Papua Tengah Dorong Pemerataan Layanan Kesehatan Lewat Evaluasi Swakelola Tipe-3 Perbesar

NABIRE — Pemerintah Provinsi Papua Tengah menegaskan komitmennya untuk memperluas dan memperkuat pemerataan layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat melalui kegiatan Evaluasi Akhir Swakelola Tipe-3 Tahun Anggaran 2025. Evaluasi ini mencakup program prioritas Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), Imunisasi, Malaria, serta Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), yang dilaksanakan di Guest House Nabire, Selasa (9/12/2025).

Mewakili Gubernur Papua Tengah, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Papua Tengah, Dr. H. Tumiran, SE, M.Si, secara resmi membuka kegiatan tersebut sekaligus menyampaikan arah kebijakan pemerintah daerah dalam penguatan program kesehatan dasar.

Img 20251209 wa0078

Dalam sambutannya, Tumiran mengajak seluruh peserta untuk bersyukur atas terselenggaranya agenda evaluasi akhir tiga program unggulan Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah yang telah berjalan selama kurang lebih lima bulan terakhir.

“Atas nama pimpinan daerah, kami memberikan apresiasi yang tinggi kepada Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, UNICEF, DoctorSHARE, serta Yayasan Gapai Harapan Papua yang telah bekerja sama dan menunjukkan komitmen kuat dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia menyampaikan bahwa sejak awal pelaksanaan, program swakelola tipe-3 tersebut dinilainya cukup berhasil dan memberikan dampak positif, khususnya di tiga kabupaten yang menjadi wilayah percontohan. Program-program seperti SIGAP dan WASH (WOS) dinilai mampu menjawab kebutuhan layanan kesehatan dasar masyarakat.

Meski demikian, Tumiran menegaskan bahwa durasi pelaksanaan yang relatif singkat belum cukup untuk menilai keberhasilan program secara menyeluruh. Oleh karena itu, forum evaluasi akhir ini menjadi momentum penting untuk mendengarkan laporan capaian, output, dan outcome dari para mitra pelaksana di lapangan.

“Kita baru menjangkau tiga kabupaten. Lima kabupaten lainnya memang memiliki tantangan besar, mulai dari geografis, infrastruktur, keterbatasan sumber daya manusia, hingga faktor keamanan. Namun dengan alasan apa pun, layanan kesehatan tetap harus hadir untuk semua,” tegasnya.

Ia mendorong Dinas Kesehatan bersama para mitra agar ke depan memperluas jangkauan layanan hingga mencakup delapan kabupaten di Papua Tengah. Jika belum memungkinkan menjangkau kampung-kampung terpencil, Tumiran menilai layanan minimal tetap harus tersedia di tingkat ibu kota kabupaten sebagai pusat konsentrasi penduduk.

“Program dapat disesuaikan dengan karakteristik wilayah. Daerah pegunungan mungkin tidak fokus malaria, tetapi bisa diarahkan ke program kesehatan lain atau peningkatan kapasitas SDM kesehatan,” jelasnya.

Selain pelayanan langsung kepada masyarakat, penguatan kapasitas tenaga kesehatan menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Tumiran menilai masih terdapat kelemahan pada kemampuan aparatur kesehatan, khususnya di puskesmas-puskesmas yang sulit dijangkau.

“Edukasi dan pelatihan bisa dilakukan dengan menghadirkan tenaga kesehatan ke ibu kota kabupaten agar mereka memiliki bekal untuk melayani masyarakat di wilayah masing-masing,” tambahnya.

Tumiran juga menekankan pentingnya sinergi lintas perangkat daerah (OPD). Menurutnya, keberhasilan program kesehatan tidak hanya menjadi tanggung jawab Dinas Kesehatan semata, tetapi membutuhkan dukungan OPD lain seperti Dinas PUPR, khususnya bidang Cipta Karya dalam program sanitasi, serta dinas-dinas terkait lainnya.

“Program kesehatan, terutama STBM, harus didukung lintas sektor. Penghargaan yang kita terima di bidang sanitasi menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas layanan, bukan untuk berpuas diri,” ungkapnya.

Ia menutup sambutan dengan menegaskan bahwa program swakelola tipe-3 merupakan bagian dari kebijakan strategis Gubernur Papua Tengah dan telah terintegrasi dalam dokumen perencanaan daerah seperti RPJPD dan RPJMD.

“Atas nama Gubernur Provinsi Papua Tengah, saya menyatakan evaluasi akhir Swakelola Tipe-3 ini dibuka secara resmi. Mari kita manfaatkan forum ini untuk berdiskusi, saling belajar, dan merumuskan program kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat Papua Tengah,” pungkasnya.(MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bupati Yampit Nawipa, Kabupaten Paniai Raih Peringkat I Kinerja Penyaluran Dana Desa Terbaik di Papua Tengah

18 Juni 2026 - 10:00 WIB

IMG 20260618 WA0017

Dinas Pendidikan Kabupaten Deiyai Imbau SMP dan SMA Terapkan Kebijakan Pendidikan Gratis

18 Juni 2026 - 07:37 WIB

PT BCA Boosts Student Motivation with Religious Themed Event 2 (1)

Tingkatkan Pelayanan Kesehatan, Dinkes Kabupaten Mimika Perkuat Data Kebutuhan Nakes 

17 Juni 2026 - 13:41 WIB

IMG 20260617 WA0028

BPJS Kesehatan Mimika Sosialisasikan Kepesertaan JKN bagi Relawan SPPG di Papua Tengah

17 Juni 2026 - 13:36 WIB

IMG 20260617 WA0014

Pemkab Nabire Soroti Kenaikan Harga Telur, Bawang Merah dan Cabai Rawit

17 Juni 2026 - 13:31 WIB

IMG 20260617 WA0021
Trending di Headline