Menu

Mode Gelap
DPD RI Sampaikan Respons atas Situasi Keamanan Papua, Dorong Penyelesaian Menyeluruh Natalius Pigai Soroti Insiden Berdarah di Papua Tengah, Minta Penyelidikan Menyeluruh Menteri HAM Tolak Pelaporan Jusuf Kalla, Dorong Penyelesaian Lewat Dialog Senator Papua Tengah Wilhelmus Pigai Soroti Temuan BPS: Penyaluran Bansos Harus Ketat Sesuai Kriteria Breaking News : Ruang Terpadu RSUD Paniai Terbakar Hangus DPD RI Dorong Percepatan RUU Bahasa Daerah, Ratusan Bahasa Terancam Punah

Headline

Pemprov Papua Tengah Dorong Pemerataan Layanan Kesehatan Lewat Evaluasi Swakelola Tipe-3

Etty Welerbadge-check


					Pemprov Papua Tengah Dorong Pemerataan Layanan Kesehatan Lewat Evaluasi Swakelola Tipe-3 Perbesar

NABIRE — Pemerintah Provinsi Papua Tengah menegaskan komitmennya untuk memperluas dan memperkuat pemerataan layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat melalui kegiatan Evaluasi Akhir Swakelola Tipe-3 Tahun Anggaran 2025. Evaluasi ini mencakup program prioritas Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), Imunisasi, Malaria, serta Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), yang dilaksanakan di Guest House Nabire, Selasa (9/12/2025).

Mewakili Gubernur Papua Tengah, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Papua Tengah, Dr. H. Tumiran, SE, M.Si, secara resmi membuka kegiatan tersebut sekaligus menyampaikan arah kebijakan pemerintah daerah dalam penguatan program kesehatan dasar.

Img 20251209 wa0078

Dalam sambutannya, Tumiran mengajak seluruh peserta untuk bersyukur atas terselenggaranya agenda evaluasi akhir tiga program unggulan Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah yang telah berjalan selama kurang lebih lima bulan terakhir.

“Atas nama pimpinan daerah, kami memberikan apresiasi yang tinggi kepada Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, UNICEF, DoctorSHARE, serta Yayasan Gapai Harapan Papua yang telah bekerja sama dan menunjukkan komitmen kuat dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia menyampaikan bahwa sejak awal pelaksanaan, program swakelola tipe-3 tersebut dinilainya cukup berhasil dan memberikan dampak positif, khususnya di tiga kabupaten yang menjadi wilayah percontohan. Program-program seperti SIGAP dan WASH (WOS) dinilai mampu menjawab kebutuhan layanan kesehatan dasar masyarakat.

Meski demikian, Tumiran menegaskan bahwa durasi pelaksanaan yang relatif singkat belum cukup untuk menilai keberhasilan program secara menyeluruh. Oleh karena itu, forum evaluasi akhir ini menjadi momentum penting untuk mendengarkan laporan capaian, output, dan outcome dari para mitra pelaksana di lapangan.

“Kita baru menjangkau tiga kabupaten. Lima kabupaten lainnya memang memiliki tantangan besar, mulai dari geografis, infrastruktur, keterbatasan sumber daya manusia, hingga faktor keamanan. Namun dengan alasan apa pun, layanan kesehatan tetap harus hadir untuk semua,” tegasnya.

Ia mendorong Dinas Kesehatan bersama para mitra agar ke depan memperluas jangkauan layanan hingga mencakup delapan kabupaten di Papua Tengah. Jika belum memungkinkan menjangkau kampung-kampung terpencil, Tumiran menilai layanan minimal tetap harus tersedia di tingkat ibu kota kabupaten sebagai pusat konsentrasi penduduk.

“Program dapat disesuaikan dengan karakteristik wilayah. Daerah pegunungan mungkin tidak fokus malaria, tetapi bisa diarahkan ke program kesehatan lain atau peningkatan kapasitas SDM kesehatan,” jelasnya.

Selain pelayanan langsung kepada masyarakat, penguatan kapasitas tenaga kesehatan menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Tumiran menilai masih terdapat kelemahan pada kemampuan aparatur kesehatan, khususnya di puskesmas-puskesmas yang sulit dijangkau.

“Edukasi dan pelatihan bisa dilakukan dengan menghadirkan tenaga kesehatan ke ibu kota kabupaten agar mereka memiliki bekal untuk melayani masyarakat di wilayah masing-masing,” tambahnya.

Tumiran juga menekankan pentingnya sinergi lintas perangkat daerah (OPD). Menurutnya, keberhasilan program kesehatan tidak hanya menjadi tanggung jawab Dinas Kesehatan semata, tetapi membutuhkan dukungan OPD lain seperti Dinas PUPR, khususnya bidang Cipta Karya dalam program sanitasi, serta dinas-dinas terkait lainnya.

“Program kesehatan, terutama STBM, harus didukung lintas sektor. Penghargaan yang kita terima di bidang sanitasi menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas layanan, bukan untuk berpuas diri,” ungkapnya.

Ia menutup sambutan dengan menegaskan bahwa program swakelola tipe-3 merupakan bagian dari kebijakan strategis Gubernur Papua Tengah dan telah terintegrasi dalam dokumen perencanaan daerah seperti RPJPD dan RPJMD.

“Atas nama Gubernur Provinsi Papua Tengah, saya menyatakan evaluasi akhir Swakelola Tipe-3 ini dibuka secara resmi. Mari kita manfaatkan forum ini untuk berdiskusi, saling belajar, dan merumuskan program kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat Papua Tengah,” pungkasnya.(MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pokja PAUD Kabupaten Paniai Gelar Pembekalan TIM dan Fokus Materi Meningkatkan Kapasitas

22 April 2026 - 14:25 WIB

IMG 20260422 WA0051

Silwanus Sumule: Propemperda 2026 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat Papua Tengah 

22 April 2026 - 14:11 WIB

IMG 20260422 WA0043

Seleksi Administrasi Calon Pimpinan BAZNAS Papua Tuntas Diverifikasi

22 April 2026 - 11:37 WIB

IMG 20260422 WA0010

Kemenag Tegaskan Tidak Ada Kebijakan Uang Kas Masjid Dikelola Pemerintah

22 April 2026 - 11:30 WIB

IMG 20260421 WA0039

Pemkab Mimika Evaluasi Layanan Publik, Wabup Tekankan Kepercayaan Masyarakat

22 April 2026 - 11:26 WIB

IMG 20260422 WA0030
Trending di Headline