Menu ✖

Mode Gelap
Senator Sopater Bawa Kasus Hilangnya Dua Warga Suku Mek Ke DPD RI, Desak Pengusutan Tuntas Dan Penegakan Hukum Yorrys Raweyai Dorong Aspirasi Daerah Menjadi Perhatian Nasional Wilhelmus Pigai Dorong Penguatan Hak Politik Orang Asli Papua melalui Kajian Regulasi Gubernur Meki Nawipa Tinjau Tambang Bawah Tanah Freeport, Pelajari Teknologi dan Operasional Pertambangan Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat

Headline

LBH Papua Tengah Desak Aparat Gelar Razia Senjata Tajam di Mimika Jelang Natal dan Tahun Baru

Etty Welerbadge-check


					LBH Papua Tengah Desak Aparat Gelar Razia Senjata Tajam di Mimika Jelang Natal dan Tahun Baru Perbesar

TIMIKA — Maraknya aksi kriminal yang terjadi belakangan ini di wilayah hukum Polres Mimika menimbulkan kekhawatiran dan kepanikan di tengah masyarakat.

Menyikapi kondisi tersebut, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Papua Tengah mendesak Kapolda Papua dan Kapolres Mimika untuk segera melakukan swiping atau razia gabungan terhadap masyarakat yang membawa senjata tajam tanpa alasan yang sah, khususnya di wilayah Provinsi Papua Tengah dan Kabupaten Mimika.

LBH Papua Tengah menilai langkah tersebut penting untuk menciptakan stabilitas keamanan dan ketertiban menjelang perayaan Natal 25 Desember 2025 dan Tahun Baru 1 Januari 2026. Razia gabungan TNI–Polri diharapkan mampu menghadirkan rasa aman bagi masyarakat, sekaligus menekan potensi tindakan kejahatan yang memanfaatkan senjata tajam.

Pihak LBH menjelaskan bahwa individu yang kedapatan membawa senjata tajam dapat diproses sesuai Undang-Undang Darurat Nomor 1 Tahun 1951 Pasal 2 Ayat 1, yang menyatakan:

“Barang siapa yang tanpa hak memasukkan ke Indonesia, membuat, menerima, mencoba memperoleh, menyerahkan dan/atau mencoba menyerahkan, menguasai, membawa, mempunyai dalam miliknya, menyimpan, mengangkut, menyembunyikan, mempergunakan, dan/atau mengeluarkan dari Indonesia sesuatu senjata penusuk, dihukum dengan penjara setinggi-tingginya 10 tahun.”

Menurut LBH Papua Tengah, penggunaan senjata tajam yang tidak tepat kerap memicu tindakan kriminal seperti perampokan, pencurian, aksi balas dendam, hingga tindak kekerasan lain. Sebagian pelaku berdalih membawa senjata tajam untuk melindungi diri, namun alasan tersebut dinilai tidak dapat dibenarkan karena justru berpotensi menimbulkan ancaman baru bagi masyarakat.

“Langkah pencegahan melalui razia wajib dilakukan untuk meminimalisir tindakan kejahatan yang memanfaatkan senjata tajam,” tegas pernyataan LBH.

Polres Mimika sendiri disebut telah menangani banyak kasus terkait senjata tajam (sajam). LBH menilai hal itu menunjukkan bahwa persoalan sajam bukanlah hal baru dan kini membutuhkan langkah tegas dari aparat penegak hukum.

Dengan meningkatnya potensi kerawanan keamanan, Kapolres Mimika bersama jajarannya didorong untuk lebih tegas menindak dan memproses pihak-pihak yang membawa senjata tajam bukan pada tempatnya. (Etty)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Diduga Meninggal Akibat Kondisi Kesehatan, Pria 45 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa Dilantai

6 November 2026 - 07:17 WIB

IMG 20261106 WA0010

DPO Kasus Penembakan Brigpol Ronald Enok Ditangkap di Puncak Jaya, Seorang Warga Ikut Diamankan

6 November 2026 - 07:11 WIB

IMG 20261106 WA0007

Perkuat Tata Kelola Organisasi, KINGMI di Tanah Papua Gelar Sosialisasi AD/ART di Deiyai

6 November 2026 - 07:07 WIB

IMG 20261106 WA0005

Polres Mimika Perkuat Benteng Pencegahan Narkoba Lewat Dua Posko Bersinar

6 November 2026 - 05:41 WIB

IMG 20261106 WA0019

211 Warga Pasar Sentral Terima Bantuan Pangan, Leni Tonglo Pastikan Tepat Sasaran

6 November 2026 - 05:38 WIB

IMG 20261106 WA0016
Trending di News