Menu

Mode Gelap
Natalius Pigai Soroti Insiden Berdarah di Papua Tengah, Minta Penyelidikan Menyeluruh Menteri HAM Tolak Pelaporan Jusuf Kalla, Dorong Penyelesaian Lewat Dialog Senator Papua Tengah Wilhelmus Pigai Soroti Temuan BPS: Penyaluran Bansos Harus Ketat Sesuai Kriteria Breaking News : Ruang Terpadu RSUD Paniai Terbakar Hangus DPD RI Dorong Percepatan RUU Bahasa Daerah, Ratusan Bahasa Terancam Punah Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin Raih Gelar Doktor Kehormatan dari KMOU

Headline

Dewan Kesenian Papua Tengah Gelar Festival Seni & Pameran Noken Peringati Hari Noken 4 Desember 2025

Etty Welerbadge-check


					Dewan Kesenian Papua Tengah Gelar Festival Seni & Pameran Noken Peringati Hari Noken 4 Desember 2025 Perbesar

NABIRE – Dewan Kesenian Provinsi Papua Tengah menggelar Festival Seni dan Pameran Noken dalam rangka memperingati Hari Noken, 4 Desember 2025. Kegiatan yang menampilkan Live Song Noken dan Fashion Show tersebut berlangsung meriah di Bandar Udara Lama Nabire.

Img 20251204 wa0013

Ketua Dewan Kesenian Provinsi Papua Tengah, Nofit Nawipa, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Hari Noken menjadi momentum penting untuk merayakan kreativitas budaya asli Papua. Ia menegaskan bahwa noken bukan hanya benda kerajinan, melainkan identitas dan warisan budaya yang harus dirawat lintas generasi.

“Noken ini bagian dari kreativitas budaya orang Papua. Hari ini kita rayakan budaya dengan jatuhnya Hari Noken 4 Desember. Kita panjatkan puji syukur kepada Tuhan karena bisa hadir merayakan acara ini,” ujar Nawipa.

Pada kesempatan itu, ia juga menjelaskan makna Tari Odiyai tarian khas wilayah Meepago yang sebelumnya ditampilkan dalam festival. Tarian tersebut menggambarkan kehidupan masyarakat Papua Tengah, ditandai dengan simbol tujuh wilayah adat yang direpresentasikan melalui tujuh warna kostum penari. Di antara tujuh simbol itu, terdapat satu yang menjadi pusat, yakni burung Odiyai, yang dikenal sebagai “raja cendrawasih”.

“odiyai adalah burung raja yang hidup di gunung paling tinggi. Tarian Odiyai ini menggambarkan keagungan burung tersebut dan harus dipelajari oleh seluruh sanggar di Papua Tengah. Hari ini kita lakukan peluncuran pertama,” jelas Nawipa.

Img 20251204 wa0012

Selain tarian, festival juga menampilkan fashion show bertema Noken dan burung Odiyai, yang diproduksi oleh para perempuan muda Papua Tengah. Parade busana ini dirancang untuk mengangkat nilai budaya, kreativitas, serta peran perempuan dalam menjaga warisan leluhur.

Nawipa menyoroti pentingnya mengajak generasi muda kembali mempelajari budaya lokal.

“Anak muda sekarang banyak kehilangan budaya. Kita perlu mengumpulkan tua-tua adat untuk melatih dan membimbing karena bangsa tanpa budaya adalah bangsa yang akan punah.” ujarnya.

Img 20251204 wa0014

Acara ini turut dihadiri OPD Papua Tengah, para seniman, sanggar seni, serta masyarakat Nabire. Nofit Nawipa menutup sambutan dengan seruan adat yang menggema di seluruh area festival.

Festival Seni dan Pameran Noken 2025 menjadi momentum penting bagi Papua Tengah untuk menegaskan komitmen melestarikan budaya dan memperkenalkan kearifan lokal kepada generasi penerus.(MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bupati Lantik Perempuan Pertama Deiyai Jadi Pj Kepala Kampung Wagomani 

20 April 2026 - 10:01 WIB

IMG 20260420 WA0109

TNI-Polri Dipersiapkan Amankan Kunjungan Wapres di Timika

20 April 2026 - 09:41 WIB

IMG 20260420 WA0068

DPD RI Dorong Rekomendasi Kebijakan Pendidikan dan Kesehatan Papua Tengah Berbasis Data Akurat

20 April 2026 - 09:38 WIB

IMG 20260420 WA0054

Apel Gabungan, Bupati Melkianus Tegaskan Kembali Soal Disiplin Kinerja dan Tunjangan ASN 

20 April 2026 - 09:27 WIB

IMG 20260420 WA0050

Pemkab Mimika Resmikan Dua Rumah Dinas Kejari, Nilai Proyek Rp1,5 Miliar

19 April 2026 - 13:22 WIB

IMG 20260419 WA0017
Trending di Headline