Menu

Mode Gelap
Gubernur Papua Tengah Tetapkan BOSDA Pendidikan Gratis Tahun 2026, Ribuan Siswa Jadi Penerima Manfaat Bupati Yampit Nawipa, Kabupaten Paniai Raih Peringkat I Kinerja Penyaluran Dana Desa Terbaik di Papua Tengah Dinas Pendidikan Kabupaten Deiyai Imbau SMP dan SMA Terapkan Kebijakan Pendidikan Gratis Teladan Kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono IX Anggota DPD RI Wilhelmus Pigai Salurkan Bantuan Hewan Kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 H untuk Masjid Al-Fattah Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete

Headline

Ko’SaPa Apresiasi Pemkab Dogiyai Atas Penguatan Folklor dan Sastra Lisan Papua

Etty Welerbadge-check


					Ko’SaPa Apresiasi Pemkab Dogiyai Atas Penguatan Folklor dan Sastra Lisan Papua Perbesar

DOGIYAI – Komunitas Sastra Papua (Ko’SaPa) memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kabupaten Dogiyai atas berbagai program pelestarian budaya yang dinilai telah memperkuat folklor, sastra lisan, dan identitas budaya Papua, khususnya budaya suku Mee.

Ketua Umum komunitas Sastra Papua atau disingkat Ko’SaPa, Hengky Yeimo, menyampaikan langkah-langkah pemerintah daerah melalui Bupati, Wakil Bupati, serta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Dogiyai merupakan terobosan penting dalam pemberdayaan komunitas budaya dan pelestarian tradisi.

Img 20251203 wa0156

Hal itu disampaikan Yeimo dalam keterangan tertulis kepada awak media pada Rabu, (3/12/2025).

Menurutnya, sejumlah kegiatan yang diselenggarakan Pemkab Dogiyai menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga warisan budaya. Di antaranya:

* Sharing session bersama para humoris Meepago dan komika nasional Jhon Yewen (Mas Yewen) untuk memperdalam pemahaman tentang perbedaan antara MOP dan Stand Up Comedy.

* Lomba Musik Akustik yang melibatkan 79 kampung di Kabupaten Dogiyai.

* Pemberdayaan Komunitas Petani Anggrek serta penguatan komunitas budaya suku Mee.

* Rencana pembangunan Emaaowa di beberapa lokasi strategis di Dogiyai sebagai ruang budaya masyarakat Mee.

* Pemberdayaan pengusaha OAP Dogiyai yang melestarikan makanan lokal seperti bubuk jahe, kopi Moanemani, dan bubur ubi.

* Produksi film dokumenter bertema Dogiyai “Eropanya Papua”, petani noken anggrek, dan kopi Moanemani.

* Upaya proteksi tempat wisata, lokasi sakral, dan komunitas budaya sebagai bagian dari dokumentasi dan promosi wisata berbasis budaya.

Hengky menegaskan bahwa kerja-kerja budaya tersebut merupakan fondasi kuat untuk menjaga keberlanjutan identitas lokal di tengah perkembangan zaman.

“Semua upaya dan niat baik pemerintah ini sangat penting untuk pelestarian kebudayaan. Saya berharap pemerintah daerah di wilayah lain dapat melakukan hal serupa untuk melestarikan, mewariskan, dan mendokumentasikan kebudayaan Suku Mee dan Papua pada umumnya,” ujarnya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh masyarakat Dogiyai yang mendukung berbagai kegiatan pelestarian budaya tersebut.

“Saya yakin kebangkitan kebudayaan akan dimulai dari Dogiyai dan menyebar ke seluruh tanah Papua. Kami juga mengapresiasi kerja-kerja kebudayaan yang dilakukan NGO yang turut berkontribusi dalam penyelamatan budaya Papua,” tutupnya. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Buka Festival Pelajar dan Kebudayaan Papua Tengah 2026, Gubernur Nawipa Tekankan Pelestarian Budaya dan Pendidikan Karakter

24 Juni 2026 - 11:47 WIB

IMG 20260624 WA0052

Jelang Pasar Mama-Mama Papua Beroperasi, Disperindag Deiyai Mulai Data Pedagang Asli

24 Juni 2026 - 11:36 WIB

IMG 20260624 WA0042

Dinkes Mimika Akan Launching Program MCU Usia Produktif

24 Juni 2026 - 11:08 WIB

IMG 20260624 WA0047

Puluhan Nakes RSUD Elvrida Sara Ikuti Program Magang di RSUD Mimika

24 Juni 2026 - 11:03 WIB

IMG 20260624 WA0045

Kelurahan Inauga Salurkan Bantuan Pangan Bapanas untuk 2.308 KK

24 Juni 2026 - 10:58 WIB

IMG 20260624 WA0044
Trending di Headline