Menu

Mode Gelap
Gubernur Papua Tengah Tetapkan BOSDA Pendidikan Gratis Tahun 2026, Ribuan Siswa Jadi Penerima Manfaat Bupati Yampit Nawipa, Kabupaten Paniai Raih Peringkat I Kinerja Penyaluran Dana Desa Terbaik di Papua Tengah Dinas Pendidikan Kabupaten Deiyai Imbau SMP dan SMA Terapkan Kebijakan Pendidikan Gratis Teladan Kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono IX Anggota DPD RI Wilhelmus Pigai Salurkan Bantuan Hewan Kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 H untuk Masjid Al-Fattah Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete

Headline

Rektor USWIM Nabire Dorong Pemerintah Perkuat Regulasi Literasi di Papua Tengah

Etty Welerbadge-check


					Rektor USWIM Nabire Dorong Pemerintah Perkuat Regulasi Literasi di Papua Tengah Perbesar

NABIRE — Hari kedua Temu Akbar Forum Pegiat Literasi Papua Tengah yang digelar sejak Kamis (27/11/2025) berlangsung dengan seminar dan diskusi bertajuk “Mencari Arah Literasi” di Aula DPU Kabupaten Nabire, Jalan Merdeka. Rektor Universitas Satya Wiyata Mandala (USWIM) Nabire, Petrus Tekege, hadir sebagai salah satu narasumber utama.

Selain Rektor USWIM, turut hadir pegiat literasi Mis Murib, Ketua Yayasan SAPA Christywella Violeta Saroy, dan moderator Yones Magai. Kegiatan ini juga diisi pelatihan menulis cerita anak oleh Duta Bahasa Papua Favorit 2025, Agustina Doo, S.Pd., serta sesi perumusan masalah oleh Alex Giyai.

Usai menjadi pembicara dalam seminar, Rektor USWIM Nabire, Petrus Tekege, menegaskan pentingnya kegiatan literasi sebagai gerakan berkelanjutan di Papua Tengah.

“Kegiatan literasi seperti begini sangat baik dan perlu untuk sering dilakukan. Ini perlu dilakukan di kampus-kampus, di sekolah-sekolah, dan di dinas pendidikan kabupaten maupun provinsi,” ujar Petrus Tekege.

Menurutnya, pemerintah perlu menyediakan ruang khusus untuk kegiatan literasi agar diskusi dan pendidikan literasi dapat terus berjalan.

Tekege menilai persoalan rendahnya minat baca dan kemampuan literasi di Papua Tengah merupakan proses panjang yang membutuhkan intervensi dari berbagai pihak.

“Kita mau tingkatkan kesadaran orang untuk berliterasi, baca dan menulis. Tapi itu proses panjang dan butuh biaya, dari keluarga, PAUD, SD, SMP, SMA sampai perguruan tinggi,” jelasnya.

Ia menekankan perlunya regulasi dan kebijakan yang jelas agar pembangunan literasi berjalan terarah.

“Ini perlu ada regulasi atau peraturan yang diatur dengan baik, supaya masyarakat kita tidak terus tertinggal. Banyak warga Papua yang belum bisa membaca dan menulis,” katanya.

Tekege juga menyinggung kondisi masyarakat yang tinggal di wilayah terdampak konflik sehingga tidak mendapatkan akses pendidikan layak.

“Ada masyarakat yang tidak tahu sekolah di mana, makan di mana, tinggal di mana. Ini harus menjadi perhatian pemerintah,” tutupnya.

Temu Akbar Pegiat Literasi Papua Tengah akan berlangsung selama tiga hari, dan diisi rangkaian seminar, pelatihan, serta perumusan program literasi untuk mendorong peningkatan kemampuan membaca dan menulis di Papua Tengah.(MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemkab Puncak Salurkan Bansos Rp22,1 Miliar untuk Warga di 25 Distrik

25 Juni 2026 - 10:35 WIB

IMG 20260624 WA0016

Dinkes Deiyai Fokus Akreditasi 10 Puskesmas untuk Tingkatkan Pelayanan Kesehatan

25 Juni 2026 - 10:06 WIB

IMG 20260625 WA0084

Pos Peka Jadi Andalan Jaga Kamtibmas, Polres Mimika Gelar Lomba dan Siapkan Hadiah Pembinaan

25 Juni 2026 - 09:39 WIB

IMG 20260625 WA0048

Polres Mimika Gelar Anjangsana Jelang HUT Bhayangkara ke-80, Kunjungi Personel dan Bhayangkari yang Sakit Menahun

25 Juni 2026 - 09:32 WIB

IMG 20260625 WA0047

Kepala Suku Sosialisasikan PSN dan Manfaatnya ke Masyarakat Distrik Tingginambut

25 Juni 2026 - 09:22 WIB

IMG 20260625 WA0109
Trending di Headline