Menu ✖

Mode Gelap
Senator Sopater Bawa Kasus Hilangnya Dua Warga Suku Mek Ke DPD RI, Desak Pengusutan Tuntas Dan Penegakan Hukum Yorrys Raweyai Dorong Aspirasi Daerah Menjadi Perhatian Nasional Wilhelmus Pigai Dorong Penguatan Hak Politik Orang Asli Papua melalui Kajian Regulasi Gubernur Meki Nawipa Tinjau Tambang Bawah Tanah Freeport, Pelajari Teknologi dan Operasional Pertambangan Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat

Headline

Rektor USWIM Nabire Dorong Pemerintah Perkuat Regulasi Literasi di Papua Tengah

Etty Welerbadge-check


					Rektor USWIM Nabire Dorong Pemerintah Perkuat Regulasi Literasi di Papua Tengah Perbesar

NABIRE — Hari kedua Temu Akbar Forum Pegiat Literasi Papua Tengah yang digelar sejak Kamis (27/11/2025) berlangsung dengan seminar dan diskusi bertajuk “Mencari Arah Literasi” di Aula DPU Kabupaten Nabire, Jalan Merdeka. Rektor Universitas Satya Wiyata Mandala (USWIM) Nabire, Petrus Tekege, hadir sebagai salah satu narasumber utama.

Selain Rektor USWIM, turut hadir pegiat literasi Mis Murib, Ketua Yayasan SAPA Christywella Violeta Saroy, dan moderator Yones Magai. Kegiatan ini juga diisi pelatihan menulis cerita anak oleh Duta Bahasa Papua Favorit 2025, Agustina Doo, S.Pd., serta sesi perumusan masalah oleh Alex Giyai.

Usai menjadi pembicara dalam seminar, Rektor USWIM Nabire, Petrus Tekege, menegaskan pentingnya kegiatan literasi sebagai gerakan berkelanjutan di Papua Tengah.

“Kegiatan literasi seperti begini sangat baik dan perlu untuk sering dilakukan. Ini perlu dilakukan di kampus-kampus, di sekolah-sekolah, dan di dinas pendidikan kabupaten maupun provinsi,” ujar Petrus Tekege.

Menurutnya, pemerintah perlu menyediakan ruang khusus untuk kegiatan literasi agar diskusi dan pendidikan literasi dapat terus berjalan.

Tekege menilai persoalan rendahnya minat baca dan kemampuan literasi di Papua Tengah merupakan proses panjang yang membutuhkan intervensi dari berbagai pihak.

“Kita mau tingkatkan kesadaran orang untuk berliterasi, baca dan menulis. Tapi itu proses panjang dan butuh biaya, dari keluarga, PAUD, SD, SMP, SMA sampai perguruan tinggi,” jelasnya.

Ia menekankan perlunya regulasi dan kebijakan yang jelas agar pembangunan literasi berjalan terarah.

“Ini perlu ada regulasi atau peraturan yang diatur dengan baik, supaya masyarakat kita tidak terus tertinggal. Banyak warga Papua yang belum bisa membaca dan menulis,” katanya.

Tekege juga menyinggung kondisi masyarakat yang tinggal di wilayah terdampak konflik sehingga tidak mendapatkan akses pendidikan layak.

“Ada masyarakat yang tidak tahu sekolah di mana, makan di mana, tinggal di mana. Ini harus menjadi perhatian pemerintah,” tutupnya.

Temu Akbar Pegiat Literasi Papua Tengah akan berlangsung selama tiga hari, dan diisi rangkaian seminar, pelatihan, serta perumusan program literasi untuk mendorong peningkatan kemampuan membaca dan menulis di Papua Tengah.(MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Diduga Meninggal Akibat Kondisi Kesehatan, Pria 45 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa Dilantai

6 November 2026 - 07:17 WIB

IMG 20261106 WA0010

DPO Kasus Penembakan Brigpol Ronald Enok Ditangkap di Puncak Jaya, Seorang Warga Ikut Diamankan

6 November 2026 - 07:11 WIB

IMG 20261106 WA0007

Perkuat Tata Kelola Organisasi, KINGMI di Tanah Papua Gelar Sosialisasi AD/ART di Deiyai

6 November 2026 - 07:07 WIB

IMG 20261106 WA0005

Polres Mimika Perkuat Benteng Pencegahan Narkoba Lewat Dua Posko Bersinar

6 November 2026 - 05:41 WIB

IMG 20261106 WA0019

211 Warga Pasar Sentral Terima Bantuan Pangan, Leni Tonglo Pastikan Tepat Sasaran

6 November 2026 - 05:38 WIB

IMG 20261106 WA0016
Trending di News