Menu ✖

Mode Gelap
Senator Sopater Bawa Kasus Hilangnya Dua Warga Suku Mek Ke DPD RI, Desak Pengusutan Tuntas Dan Penegakan Hukum Yorrys Raweyai Dorong Aspirasi Daerah Menjadi Perhatian Nasional Wilhelmus Pigai Dorong Penguatan Hak Politik Orang Asli Papua melalui Kajian Regulasi Gubernur Meki Nawipa Tinjau Tambang Bawah Tanah Freeport, Pelajari Teknologi dan Operasional Pertambangan Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat

Headline

Dugaan Ucapan Rasis Antar Siswa, Puluhan Warga Datangi SMP Kalam Kudus Timika

Etty Welerbadge-check


					Dugaan Ucapan Rasis Antar Siswa, Puluhan Warga Datangi SMP Kalam Kudus Timika Perbesar

TIMIKA – Pasca adanya dugaan ucapan rasis yang dilakukan oleh seorang siswa kepada siswa lainnya pada Jumat (10/10/2025) membuat puluhan warga mendatangi SMP Kalam Kudus Senin (13/10/2025).

Kepada awak media, Since Lokbere yang merupakan ibu kandung korban mengaku sangat kecewa dan sakit hati. Oleh karena itu dirinya berharap pihak Yayasan untuk segera mengevaluasi.

“Ini sudah sering terjadi dan bukan hanya kepada anak saya tapi ada juga beberapa orang tua yang mengaku hal yang sama. Ini membuat anak kami tidak mau lagi masuk sekolah dan meminta pindah sekolah,”katanya.

Img 20251013 wa0103

Atas kejadian ini, dirinya berharap agar sejumlah siswa yang melakukan aksi rasis harus dipindahkan, serta guru kelas harus dipecat karena dinilai lamban menangani kejadian yang mematikan karakter anaknya tersebut.

Menanggapi aksi tersebut, Pdt. Nining Lebang  yang selaku Ketua Yayasan Kalam Kudus menyampaikan bahwa kejadian ini menjadi bahan evaluasi.

“Ini menjadi evaluasi dan koreksi bagi kami supaya bisa lebih merekat hubungan antar anak-anak kami ini.Kami sangat bersyukur karena pihak keluarga bisa menyampaikan dengan tertib dan aman,”katanya.

Img 20251013 wa0102

Dalam kesempatan tersebut dirinya juga menyampaikan akan melakukan sesuai prosedur terkait permintaan untuk memindahkan para siswa pelaku bullying dan pemecatan guru kelas.

Atas kejadian ini, Dinas Pendidikan akan mengevaluasi terkait standar pendidik guru yang mengajar di Kalam Kudus. Pasalnya guru bukan hanya mengajar akademik untuk mengejar kepintaran anak, namun juga harus mendidik karakter,sikap dan keterampilan anak murid.

“Meski para guru di Kalam Kudus direkrut Yayasan, akan tetapi pemerintah harus evaluasi,” kata Kepala Dinas Pendidikan Mimika, Jeni Ohestin Usmani yang saat itu juga mendatangi sekolah tersebut.

Dengan kejadian ini dirinya berharap kedepannya tidak kejadian serupa yang terjadi di sekolah -sekolah lainnya di Timika

“Kejadian di Kalam Kudus diharapkan jadi pelajaran bagi sekolah-sekolah lainnya. Seluruh kepala sekolah dan guru wajib memberi edukasi khusus untuk mencegah aksi bullying atau rasisme,” harap Kadis Pendidikan.

Berdasarkan pantauan wartawan dilapangan, aksi protes yang dilakukan oleh puluhan warga ini berjalan aman dan tertib, serta mendapatkan pengamanan dari pihak kepolisian. (IT)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

PUPR Mimika Kejar Penyelesaian Pembangunan Jalan Hasanuddin 

6 November 2026 - 13:24 WIB

IMG 20261106 WA0044

Dishub Mimika Evaluasi Traffic Light, Perempatan Pin Seluler Jadi Prioritas

6 November 2026 - 13:15 WIB

IMG 20261106 WA0043

Ratusan Pelajar SMA YPPGI Wissel Meren Enarotali Ikut Edukasi dari KPA Paniai 

6 November 2026 - 13:06 WIB

IMG 20261106 WA0042

Dua Hari Pelatihan, Petani Puncak Jaya Belajar Kembangkan Kopi Berkualitas

6 November 2026 - 12:56 WIB

IMG 20261106 WA0036

Deinas Geley Pimpin PSSI Papua Tengah, Targetkan Pembinaan Pemain Muda hingga Tingkat Nasional

6 November 2026 - 12:46 WIB

IMG 20261106 214339
Trending di Headline