Menu ✖

Mode Gelap
Senator Sopater Bawa Kasus Hilangnya Dua Warga Suku Mek Ke DPD RI, Desak Pengusutan Tuntas Dan Penegakan Hukum Yorrys Raweyai Dorong Aspirasi Daerah Menjadi Perhatian Nasional Wilhelmus Pigai Dorong Penguatan Hak Politik Orang Asli Papua melalui Kajian Regulasi Gubernur Meki Nawipa Tinjau Tambang Bawah Tanah Freeport, Pelajari Teknologi dan Operasional Pertambangan Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat

Headline

Pemprov Papua Tengah Gelar Pertemuan Penyusunan RADPPD 2025–2030 

Etty Welerbadge-check


					Pemprov Papua Tengah Gelar Pertemuan Penyusunan RADPPD 2025–2030  Perbesar

NABIRE – Pemerintah Provinsi Papua Tengah bersama UNICEF, Yayasan Dokter Peduli, organisasi profesi kesehatan, dan mitra pembangunan menggelar Pertemuan Penyusunan Rencana Aksi Daerah Penanggulangan Pneumonia dan Diare (RADPPD) Provinsi Papua Tengah, Kabupaten Mimika, Nabire, dan Paniai Tahun 2025–2030. Kegiatan berlangsung di Hotel Rio, Nabire, pada Rabu (8/10/2025).

Acara ini dihadiri sejumlah pejabat kesehatan baik secara langsung maupun daring. Gubernur Papua Tengah, yang diwakili oleh Herman Kayame, ST, MT, Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, membuka secara resmi pertemuan tersebut sekaligus membacakan sambutan gubernur.

Dalam sambutannya, Gubernur Papua Tengah menekankan pentingnya penyusunan RADPPD sebagai langkah nyata untuk melindungi generasi muda Papua Tengah dari ancaman penyakit mematikan.

“Kesehatan anak adalah fondasi masa depan bangsa. Namun kenyataannya, pneumonia dan diare masih menjadi pembunuh senyap bagi anak-anak kita, khususnya balita. Setiap keterlambatan penanganan bisa berarti kehilangan satu nyawa anak bangsa,” tegasnya.

Ia menambahkan, RADPPD bukan sekadar dokumen teknis, melainkan komitmen nyata untuk menurunkan angka kematian bayi dan balita, sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 2030.

Lebih lanjut, gubernur menyampaikan apresiasi atas kolaborasi berbagai pihak, termasuk Dinas Kesehatan, UNICEF, organisasi profesi seperti IDAI, POGI, dan IBI, serta Bappeda.

“Tidak ada satu lembaga pun yang bisa bekerja sendiri. Penanggulangan pneumonia dan diare harus menjadi gerakan bersama, dari rumah tangga, kampung, kabupaten, hingga provinsi,” ujarnya.

Pertemuan ini juga menekankan strategi pencegahan melalui imunisasi, gizi yang baik, perilaku hidup bersih sehat, deteksi dini, pengobatan sampai tingkat kampung, serta penguatan data dan monitoring.

Gubernur menutup sambutannya dengan harapan bahwa implementasi RADPPD benar-benar terasa dampaknya di masyarakat.

“Saya ingin melihat hasilnya nyata: angka pneumonia dan diare menurun, angka kematian anak berkurang, dan senyum anak-anak Papua Tengah semakin banyak. Anak-anak sehat hari ini adalah generasi emas Papua Tengah di masa depan,” tutupnya.

Dengan demikian, pertemuan penyusunan RADPPD 2025–2030 resmi dibuka sebagai tonggak penting menuju Papua Tengah yang lebih sehat, kuat, dan sejahtera. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

PUPR Mimika Kejar Penyelesaian Pembangunan Jalan Hasanuddin 

6 November 2026 - 13:24 WIB

IMG 20261106 WA0044

Dishub Mimika Evaluasi Traffic Light, Perempatan Pin Seluler Jadi Prioritas

6 November 2026 - 13:15 WIB

IMG 20261106 WA0043

Ratusan Pelajar SMA YPPGI Wissel Meren Enarotali Ikut Edukasi dari KPA Paniai 

6 November 2026 - 13:06 WIB

IMG 20261106 WA0042

Dua Hari Pelatihan, Petani Puncak Jaya Belajar Kembangkan Kopi Berkualitas

6 November 2026 - 12:56 WIB

IMG 20261106 WA0036

Deinas Geley Pimpin PSSI Papua Tengah, Targetkan Pembinaan Pemain Muda hingga Tingkat Nasional

6 November 2026 - 12:46 WIB

IMG 20261106 214339
Trending di Headline