Menu ✖

Mode Gelap
Senator Sopater Bawa Kasus Hilangnya Dua Warga Suku Mek Ke DPD RI, Desak Pengusutan Tuntas Dan Penegakan Hukum Yorrys Raweyai Dorong Aspirasi Daerah Menjadi Perhatian Nasional Wilhelmus Pigai Dorong Penguatan Hak Politik Orang Asli Papua melalui Kajian Regulasi Gubernur Meki Nawipa Tinjau Tambang Bawah Tanah Freeport, Pelajari Teknologi dan Operasional Pertambangan Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat

Headline

Ketemu DPD RI, John NR Gobai: Blok Wabu Adalah Ruang Hidup Masyarakat Intan Jaya

Etty Welerbadge-check


					Ketemu DPD RI, John NR Gobai: Blok Wabu Adalah Ruang Hidup Masyarakat Intan Jaya Perbesar

JAKARTA – Suara lantang Wakil Ketua IV DPR Papua Tengah, John NR Gobai, mengingatkan para pemangku kepentingan agar tidak melihat Blok Wabu hanya sebagai lokasi tambang emas. Bagi masyarakat Intan Jaya, kata dia, Blok Wabu adalah ruang hidup, tanah adat, dan sumber kehidupan yang diwariskan leluhur.

“Kenapa orang menolak Blok Wabu? Karena itu gunung bula, tempat hidup mereka,” ucap Gobai penuh penekanan saat bertemu dengan anggota DPD RI di Jakarta, Jumat, (3/10/2025).

Gobai melukiskan kondisi nyata masyarakat Intan Jaya. Anak-anak tidak bisa bersekolah karena sekolah-sekolah tutup, sementara orang tua hidup dalam ketakutan di tengah konflik bersenjata.

“ Bagaimana mau ambil sumber daya, sementara anak-anak gadis, bapak, mama, dan keluarga mereka harus hidup dalam ketakutan, bahkan terbunuh?” tanyanya lirih.

Ia juga menyinggung soal dampak lingkungan yang mengancam.

“ Tailingnya mau dibuang ke mana? Apakah orang-orang di sekitar Gunung Bula harus diungsikan dari tanah mereka sendiri?” tegas Gobai.

Menurutnya, pembangunan seharusnya menyiapkan SDM lokal, bukan justru merampas ruang hidup. Ia bersyukur, dalam pertemuan sebelumnya Menteri ESDM memastikan bahwa Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) Blok Wabu hingga kini belum ditandatangani.

Lebih jauh, Gobai mengingatkan agar tidak ada upaya cipta kondisi di Papua Tengah. Ia menolak penempatan pos-pos militer secara masif, perdagangan senjata, maupun segala bentuk provokasi yang justru menciptakan ketakutan baru.

“Konflik ini diciptakan oleh siapa? Negara atau kita sendiri? Mari kita koreksi diri bersama agar Papua Tengah tetap damai. Suara yang kita bawa ini adalah suara bersama, suara rakyat yang meminta keadilan,” ujarnya menutup pertemuan dengan DPD RI. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

PUPR Mimika Kejar Penyelesaian Pembangunan Jalan Hasanuddin 

6 November 2026 - 13:24 WIB

IMG 20261106 WA0044

Dishub Mimika Evaluasi Traffic Light, Perempatan Pin Seluler Jadi Prioritas

6 November 2026 - 13:15 WIB

IMG 20261106 WA0043

Ratusan Pelajar SMA YPPGI Wissel Meren Enarotali Ikut Edukasi dari KPA Paniai 

6 November 2026 - 13:06 WIB

IMG 20261106 WA0042

Dua Hari Pelatihan, Petani Puncak Jaya Belajar Kembangkan Kopi Berkualitas

6 November 2026 - 12:56 WIB

IMG 20261106 WA0036

Deinas Geley Pimpin PSSI Papua Tengah, Targetkan Pembinaan Pemain Muda hingga Tingkat Nasional

6 November 2026 - 12:46 WIB

IMG 20261106 214339
Trending di Headline