Menu ✖

Mode Gelap
Senator Sopater Bawa Kasus Hilangnya Dua Warga Suku Mek Ke DPD RI, Desak Pengusutan Tuntas Dan Penegakan Hukum Yorrys Raweyai Dorong Aspirasi Daerah Menjadi Perhatian Nasional Wilhelmus Pigai Dorong Penguatan Hak Politik Orang Asli Papua melalui Kajian Regulasi Gubernur Meki Nawipa Tinjau Tambang Bawah Tanah Freeport, Pelajari Teknologi dan Operasional Pertambangan Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat

Headline

Mahasiswa Papua Tengah Gelar Aksi, Sampaikan 16 Tuntutan

Etty Welerbadge-check


					Mahasiswa Papua Tengah Gelar Aksi, Sampaikan 16 Tuntutan Perbesar

NABIRE – Solidaritas Pelajar dan Mahasiswa Papua Tengah menggelar aksi menyuarakan aspirasi di Kabupaten Nabire, Kamis (11/9/2025). Dalam pernyataannya, massa aksi menegaskan 16 poin tuntutan yang ditujukan kepada pemerintah pusat maupun daerah.

Koordinator Lapangan, Amsal Youw, dan Wakil Koordinator Lapangan, Arnold Pigai, menyampaikan bahwa aspirasi ini merupakan suara bersama pelajar dan mahasiswa Papua Tengah terhadap berbagai persoalan yang terjadi di wilayah tersebut.

Adapun poin-poin utama yang disuarakan antara lain:

  1. Hentikan seluruh investasi, baik legal maupun ilegal, dan cabut 53 izin usaha pertambangan di Papua Tengah.
  2. Batalkan rencana pembangunan pelabuhan dan PLTA di Kapiraya, Kabupaten Deiyai.
  3. Bebaskan tanpa syarat empat tahanan politik (Tapol) NFRPB di Sorong serta kembalikan mereka dari Makassar ke Sorong.
  4. Hentikan program transmigrasi di Papua Tengah.
  5. TNI/Polri diminta tidak menjadikan sekolah, gereja, dan fasilitas kesehatan sebagai barak militer, serta menarik pasukan organik dan non-organik dari seluruh wilayah Papua.
  6. Pemerintah Papua Tengah diminta memfasilitasi kepulangan para pengungsi ke daerah asal.
  7. Hentikan rencana pemekaran desa, distrik, dan kabupaten di Papua Tengah.
  8. Kapolres Nabire diminta menghentikan kriminalisasi terhadap aktivis, mahasiswa, pelajar, dan masyarakat biasa, serta membuka ruang demokrasi.
  9. Pemerintah diminta membangun pasar yang layak bagi mama-mama Papua.
  10. Hentikan kriminalisasi jurnalis di seluruh Papua.
  11. Kementerian HAM diminta segera menyelesaikan persoalan pelanggaran HAM di Tanah Papua.
  12. Hentikan kapitalisasi alat-alat kesehatan di Papua Tengah.
  13. Hentikan penangkapan, penculikan, intimidasi, dan kekerasan terhadap rakyat Papua.
  14. Berikan hak menentukan nasib sendiri bagi rakyat Papua sebagai solusi demokratis.

Massa aksi menegaskan, tuntutan tersebut lahir dari keresahan masyarakat Papua Tengah atas kondisi sosial, politik, dan ekonomi yang terjadi. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

PUPR Mimika Kejar Penyelesaian Pembangunan Jalan Hasanuddin 

6 November 2026 - 13:24 WIB

IMG 20261106 WA0044

Dishub Mimika Evaluasi Traffic Light, Perempatan Pin Seluler Jadi Prioritas

6 November 2026 - 13:15 WIB

IMG 20261106 WA0043

Ratusan Pelajar SMA YPPGI Wissel Meren Enarotali Ikut Edukasi dari KPA Paniai 

6 November 2026 - 13:06 WIB

IMG 20261106 WA0042

Dua Hari Pelatihan, Petani Puncak Jaya Belajar Kembangkan Kopi Berkualitas

6 November 2026 - 12:56 WIB

IMG 20261106 WA0036

Deinas Geley Pimpin PSSI Papua Tengah, Targetkan Pembinaan Pemain Muda hingga Tingkat Nasional

6 November 2026 - 12:46 WIB

IMG 20261106 214339
Trending di Headline