Menu

Mode Gelap
Natalius Pigai Soroti Insiden Berdarah di Papua Tengah, Minta Penyelidikan Menyeluruh Menteri HAM Tolak Pelaporan Jusuf Kalla, Dorong Penyelesaian Lewat Dialog Senator Papua Tengah Wilhelmus Pigai Soroti Temuan BPS: Penyaluran Bansos Harus Ketat Sesuai Kriteria Breaking News : Ruang Terpadu RSUD Paniai Terbakar Hangus DPD RI Dorong Percepatan RUU Bahasa Daerah, Ratusan Bahasa Terancam Punah Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin Raih Gelar Doktor Kehormatan dari KMOU

Headline

Petrus Izaach Suripatty: Pansus Kemanusiaan untuk Cari Solusi, Bukan Cari Salah

Etty Welerbadge-check


					Petrus Izaach Suripatty: Pansus Kemanusiaan untuk Cari Solusi, Bukan Cari Salah Perbesar

NABIRE – Wakil Ketua II DPR Papua Tengah, Dr. Drs. Petrus Izaach Suripatty, M.Si, menegaskan bahwa penetapan Panitia Khusus (Pansus) Kemanusiaan bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk nyata tanggung jawab lembaga legislatif terhadap persoalan kemanusiaan di Papua Tengah.

Rapat Paripurna DPR Papua Tengah yang digelar di Ruang Rapat Utama pada Selasa (19/8/2025) resmi mengesahkan pembentukan Pansus Kemanusiaan. Suripatty menjelaskan, gagasan ini lahir dari kepedulian anggota dewan sejak awal masa jabatan.

“Saya pikir bahwa penetapan Pansus Kemanusiaan ini bukan suatu hal yang mengada-ada, tetapi pengejawantahan dari tugas dan tanggung jawab anggota legislatif. Sejak kami dilantik pada 6 November 2024, anggota dewan sudah melihat adanya tragedi kemanusiaan yang sangat butuh perhatian,” ungkap Suripatty kepada awak media usai penetapan pansus.

Ia menekankan, Pansus Kemanusiaan bukan dibentuk untuk mencari siapa yang salah atau benar, tetapi untuk memastikan adanya data yang akurat sebagai dasar mencari solusi nyata.

“Pansus ini tidak mencari kesalahan siapa benar siapa salah. Tetapi Pansus ini ingin mendapatkan data yang akurat, kredibel, dan terukur, sehingga ada solusi untuk mengatasi masalah kemanusiaan, termasuk soal pengungsi,” jelasnya.

Suripatty juga menyinggung langkah Pemerintah Provinsi Papua Tengah yang telah melakukan berbagai upaya dalam menangani pengungsi. Menurutnya, DPR melalui Pansus Kemanusiaan akan berperan penting dalam mengawal kebijakan tersebut agar lebih terarah.

“DPR perlu membuat satu alat kelengkapan dewan berupa Pansus supaya bisa lebih mengawal kegiatan ini. Intinya, kita ingin ada solusi nyata untuk persoalan kemanusiaan di Papua Tengah,” tegas Suripatty.

Dengan terbentuknya Pansus Kemanusiaan, DPR Papua Tengah berharap persoalan pengungsi dan berbagai isu kemanusiaan lainnya dapat ditangani dengan serius dan memberi dampak positif bagi masyarakat.(MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemkab Mimika Resmikan Dua Rumah Dinas Kejari, Nilai Proyek Rp1,5 Miliar

19 April 2026 - 13:22 WIB

IMG 20260419 WA0017

Aksi Bersih Pantai Nabire Jadi Momentum Bangun Budaya Hidup Bersih

19 April 2026 - 12:40 WIB

IMG 20260419 WA0002

Pemkab Mimika Gandeng APIP dan APH, Perkuat Pengawasan dan Penegakan Hukum Humanis

19 April 2026 - 12:25 WIB

IMG 20260419 WA0000

Hingga Maret 2026, BPJS Ketenagakerjaan Mimika Salurkan Klaim Rp56,25 Miliar kepada 2.432 Peserta

19 April 2026 - 12:17 WIB

IMG 20260418 WA0016

Kapolda Cup Mini Soccer 2026 Resmi Dibuka, Diikuti 32 Tim SMP di Mimika

19 April 2026 - 06:28 WIB

IMG 20260418 WA0061
Trending di Headline