JAKARTA — Lion Air Group berencana membuka layanan penerbangan komersial ke wilayah Papua Tengah. Hal ini disampaikan langsung oleh President Director Lion Air Group, Daniel Putut Kuncoro Adi, dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) antara Panitia Khusus DPR RI dan maskapai penerbangan di Jakarta, belum lama ini.
Menurut Daniel, pihaknya telah menjalin komunikasi dengan Pemerintah Provinsi Papua Tengah terkait rencana tersebut.
“Kami tadi pagi sudah rapat dengan Gubernur Papua Tengah. Beliau menyampaikan keinginan agar ada layanan penerbangan, karena Papua Tengah merupakan provinsi baru. Beliau berharap kami bisa membuka layanan tersebut,” ujar Daniel.
Meski begitu, ia menegaskan bahwa Lion Air Group masih menunggu arahan resmi dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terkait permohonan tersebut.
Sebagai langkah awal, Batik Air—bagian dari Lion Air Group—telah melakukan survei asesmen di Bandara Douw Atururem, Kabupaten Nabire pada Mei 2025 lalu. Survei ini menjadi bagian dari penjajakan pembukaan jalur penerbangan komersial di wilayah Papua Tengah.
Selama ini, Lion Air Group baru melayani penerbangan komersial untuk wilayah Papua Barat. Dengan dibukanya akses ke Papua Tengah, diharapkan konektivitas dan mobilitas masyarakat semakin meningkat, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Pertemuan antara Lion Air Group, Gubernur Papua Tengah, serta Dirjen Perhubungan Udara dan jajaran, menjadi tindak lanjut konkret untuk merealisasikan layanan penerbangan tersebut. (MB)






