Menu

Mode Gelap
Senator Wilhelmus Pigai Dorong Percepatan Pembangunan RSUD Papua Tengah Warga Dekai Pertahankan Fasilitas Kesehatan Yang Hampir Dibakar OTK DPD RI Tegaskan Ketimpangan Kebijakan Pertanahan, Mendesak Reforma Agraria Lebih Cepat Mendikdasmen dan BNN Perkuat Pendidikan Karakter Lewat Integrasi Kurikulum Anti Narkoba DPD RI Tegaskan Keseriusan Politik dan Kelembagaan Kawal Isu HAM di Papua Menko Polkam dan DPD RI Tegaskan Sinergi Pusat–Daerah untuk Kebijakan yang Lebih Efektif

Headline

BPS Nabire Gelar Pelatihan Petugas Survei e-Commerce 2025, Sasar UMKM Berbasis Digital

Etty Welerbadge-check


					BPS Nabire Gelar Pelatihan Petugas Survei e-Commerce 2025, Sasar UMKM Berbasis Digital Perbesar

NABIRE — Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Nabire mulai melaksanakan pelatihan bagi para petugas survei e-Commerce 2025. Kegiatan ini bertujuan memetakan perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang telah memanfaatkan internet sebagai sarana promosi, pemasaran, hingga transaksi penjualan.

Ketua Tim Statistik Distribusi BPS Nabire, Abimanyu Adi Kusuma, SST, menyampaikan hal tersebut kepada awak media di sela-sela kegiatan pelatihan yang berlangsung di Hotel Grand Papua, Kalibobo, Nabire, Senin (30/6/2025).

“Pelatihan ini kami laksanakan dua hari, satu hari via daring dan satu hari tatap muka. Untuk online-nya sudah kami lakukan Sabtu kemarin, dan hari ini kita lanjutkan sesi tatap muka di hotel ini,” ujar Abimanyu.

Survei e-Commerce 2025 ini menjadi bagian penting dalam mendata perkembangan ekonomi digital, khususnya di Kabupaten Nabire. Menurut Abimanyu, pola belanja masyarakat terus bergeser mengikuti perkembangan zaman. Transaksi jual beli tidak lagi terbatas di toko fisik, melainkan marak dilakukan melalui platform online, media sosial, dan aplikasi pesan instan.

“Kita ingin menjaring data usaha-usaha yang sudah memanfaatkan internet, baik untuk promosi, pemasaran, hingga transaksi. Misalnya yang jualan lewat WhatsApp, Facebook, atau platform digital lainnya,” jelasnya.

Melalui survei ini, BPS Nabire akan mengumpulkan informasi mengenai profil usaha, media digital yang digunakan, hingga dampak penggunaan internet terhadap peningkatan pendapatan atau kendala yang dihadapi para pelaku usaha.

“Kita ingin tahu, setelah pakai internet, apakah usaha mereka lebih berkembang, atau ada tantangan tertentu. Data-data ini nanti sangat penting untuk pemerintah pusat dalam merumuskan kebijakan pengembangan ekonomi digital ke depan,” tambah Abimanyu.

Target survei e-Commerce di Nabire tahun ini mencapai 200 responden, yang sebagian besar merupakan pelaku UMKM yang sudah memanfaatkan fasilitas online dalam kegiatan usahanya.

Saat ini, tim BPS Nabire tengah melakukan proses *listing*, yakni pendataan awal di wilayah-wilayah sampel.

“Dari listing itu kita identifikasi usaha mana saja yang menggunakan internet untuk operasionalnya. Hanya usaha seperti itu yang nanti kita wawancara lebih lanjut,” tutup Abimanyu.

BPS berharap hasil survei ini dapat memberikan gambaran nyata tentang pertumbuhan e-commerce di daerah, sekaligus menjadi pijakan dalam memperkuat ekosistem ekonomi digital di Papua Tengah, khususnya Kabupaten Nabire. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ketua Umum PGGPT Dorong Rekonsiliasi Konflik Dua Kelompok Warga di Kapiraya, Soroti Dampak Pendulangan Emas

17 Februari 2026 - 14:52 WIB

Img 20260217 wa0033

Miras Lokal Masih Saja Ditemukan di Pelabuhan, Puluhan Liter Disita Polisi

17 Februari 2026 - 14:46 WIB

Img 20260217 wa0003

Pascapenyerangan di Mile Point 50, Polisi Lakukan Olah TKP

17 Februari 2026 - 14:42 WIB

Img 20260217 wa0001

Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026 

17 Februari 2026 - 14:36 WIB

Img 20260217 wa0026

HUT ke-3 PGGPT, Gereja Didorong Jadi Mitra Strategis Pembangunan Papua Tengah

17 Februari 2026 - 13:29 WIB

Img 20260217 wa0024
Trending di Headline