TIMIKA – Semarak karnaval budaya menandai pembukaan Timika Inside Festival of Art (TIFA) 2026 di halaman Gedung Eme Neme Yauware, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Kamis (2/7/2026).
Festival yang mengusung tema “Tong Satu Tong Kuat Bersama Indonesia, Bersama Papua TIFA Siap Menggerakkan dan Mengulik Prestasi” ini akan menjadi panggung seni, budaya, dan kreativitas yang akan berlangsung selama tiga hari (2–4 Juli 2026).
Selain pertunjukan tarian, pengunjung juga dapat menyaksikan Papua Family Fashion Show yang menampilkan busana bernuansa budaya Papua dari berbagai kelompok usia. Festival ini juga diramaikan oleh sekitar 30 pelaku UMKM dari Mimika, Deiyai, dan Puncak. Mereka turut memamerkan aneka produk kerajinan, kuliner, serta hasil ekonomi kreatif lainnya.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Mimika, Samuel Yogi, mengatakan TIFA bukan sekadar ajang menampilkan tarian, musik, maupun budaya lokal, tetapi juga menjadi wadah untuk mengangkat harkat dan martabat masyarakat Papua, khususnya generasi muda, melalui seni dan budaya.
Ia mengatakan festival tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk menunjukkan kekayaan budaya yang dimiliki sekaligus memperkenalkannya hingga ke tingkat nasional maupun internasional.
“Festival ini tidak hanya mempertontonkan keindahan gerak tari dan musik tradisional, tetapi juga menjadi upaya mengangkat martabat orang Papua melalui seni, budaya, dan kreativitas,” katanya.
Samuel menambahkan, sejak pertama kali diselenggarakan, TIFA juga memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat, terutama pelaku UMKM yang terlibat selama pelaksanaan festival.
Ia berharap Pemerintah Provinsi Papua Tengah, Pemerintah Kabupaten Mimika, serta seluruh pemerintah kabupaten di Papua Tengah terus memberikan perhatian terhadap penyelenggaraan TIFA.
Menurutnya, Papua Tengah membutuhkan ruang hiburan sekaligus wadah pelestarian budaya agar seni dan kreativitas masyarakat terus berkembang.
“Dengan semangat kebersamaan, mari kita jadikan TIFA sebagai ajang memperlihatkan pesona kebudayaan Papua sekaligus membawa nama daerah hingga ke tingkat nasional dan internasional,” katanya.
TIFA pertama kali digelar pada 2019 sebagai wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Mimika dalam melestarikan, mengembangkan, dan mempromosikan kekayaan seni serta budaya Papua.
Sejak penyelenggaraan perdananya, TIFA menjadi ruang bagi para pelaku seni dan budaya untuk menampilkan karya sekaligus memperkuat identitas budaya lokal di tengah arus modernisasi.
“Ini menandakan bahwa pemerintah serius melihat potensi seni dan budaya sebagai bagian dari pembangunan daerah,” pungkasnya. (Cr2)







