NABIRE — Hujan deras yang mengguyur Kota Nabire sejak Sabtu pagi (21/6/2025) mengakibatkan sejumlah wilayah di kota Nabire terendam banjir. Genangan air dilaporkan terjadi di kawasan Girimulyo, Jalan PDAM, Jalan AURI, dan daerah Nabarua, dengan ketinggian air bervariasi hingga mencapai lutut orang dewasa di beberapa titik.
Banjir mulai terlihat sekitar pukul 10.00 WIT dan terus meluas hingga malam hari akibat intensitas hujan yang tinggi yang tak kunjung mereda. Sejumlah warga terlihat mulai mengevakuasi barang-barang berharga serta kendaraan mereka ke tempat yang lebih tinggi guna menghindari kerusakan.
Menanggapi kejadian tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Nabire, Arfan Natan Palumpun, ST., MT., angkat bicara. Ia menegaskan bahwa bencana banjir tidak hanya disebabkan oleh faktor alam, tetapi juga akibat rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan.
“Seringkali masyarakat menyalahkan pemerintah, padahal perilaku kita sendiri yang harus dikoreksi. Kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga alam, hutan yang rusak akibat penebangan liar, aktivitas pertambangan yang tidak terkendali, serta kebiasaan membuang sampah sembarangan, itu semua memperparah kondisi lingkungan kita,” ujar Arfan Natan Palumpun kepada media, Senin (23/6/2025).
Menurutnya, banjir yang melanda Nabire adalah contoh nyata dari dampak kerusakan lingkungan yang selama ini diabaikan. Ia menjelaskan bahwa aliran air dari selokan-selokan yang tersumbat serta berkurangnya tutupan pohon di kawasan resapan air membuat daerah perkotaan lebih rentan terhadap banjir.
“Dulu pohon-pohon kita jadi penyangga alami untuk air hujan, sekarang banyak yang ditebang, tidak ada peremajaan, akhirnya air langsung mengalir deras ke pemukiman. Ditambah lagi, sampah yang dibuang sembarangan membuat saluran air tersumbat. Kalau habis banjir, kita lihat sampah berserakan di mana-mana,” tuturnya.
DLH Kabupaten Nabire mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, terutama di musim hujan yang diperkirakan masih berlangsung dalam beberapa hari ke depan.
“Kami harap masyarakat lebih sadar, mari kita jaga lingkungan kita bersama-sama. Buang sampah pada tempat yang sudah disediakan pemerintah. Ini demi keberlangsungan hidup generasi kita ke depan,” tegas Arfan.
Hingga Senin siang, air di beberapa titik masih menggenang, meski sebagian besar sudah mulai surut. Pemerintah daerah terus memantau kondisi di lapangan dan mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir susulan. (MB)






