Menu

Mode Gelap
Gubernur Papua Tengah Tetapkan BOSDA Pendidikan Gratis Tahun 2026, Ribuan Siswa Jadi Penerima Manfaat Bupati Yampit Nawipa, Kabupaten Paniai Raih Peringkat I Kinerja Penyaluran Dana Desa Terbaik di Papua Tengah Dinas Pendidikan Kabupaten Deiyai Imbau SMP dan SMA Terapkan Kebijakan Pendidikan Gratis Teladan Kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono IX Anggota DPD RI Wilhelmus Pigai Salurkan Bantuan Hewan Kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 H untuk Masjid Al-Fattah Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete

Headline

Dua Warga Sipil dan Dua Anggota TPNPB OPM Tewas Ditembak di Intan Jaya, Legislator Soroti Situasi Kemanusiaan

Etty Welerbadge-check


					Dua Warga Sipil dan Dua Anggota TPNPB OPM Tewas Ditembak di Intan Jaya, Legislator Soroti Situasi Kemanusiaan Perbesar

NABIRE — Situasi keamanan di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah kembali memanas. Insiden penembakan terjadi pada Rabu, 18 Juni 2025 di Kampung Bulapa dan Yoparu, Distrik Sugapa. Dalam kejadian tersebut, dua warga sipil dan dua anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB OPM) dilaporkan menjadi korban.

Dua warga sipil yang tewas dalam insiden itu adalah Isak Kobogau (43 tahun) dan Yohanes Tipagau (40 tahun). Sementara dari pihak TPNPB OPM, satu anggota bernama Alphon Kobogau (20 tahun) tewas, dan seorang lainnya, Herner Kobogau, mengalami luka-luka.

Penembakan ini diduga terjadi saat TNI melakukan pengejaran terhadap kelompok TPNPB OPM yang sehari sebelumnya, Selasa (17/6/2025), melakukan gangguan di kawasan Bandara Sugapa.

Menanggapi insiden tersebut, Yustinus Wandagau, anggota DPRD Intan Jaya dari Komisi C, Fraksi NasDem PSI, menggelar jumpa pers di sebuah kafe di Oyehe, Nabire, Kamis malam (19/6/2025). Dalam pernyataannya, ia menyampaikan keprihatinan mendalam atas konflik berkepanjangan di Intan Jaya yang terus menelan korban jiwa.

“Dalam kurun waktu sejak 2019 hingga kini, menjelang pertengahan 2026, ratusan warga sipil menjadi korban kekerasan yang terus berulang. Anak-anak, ibu-ibu, bahkan hamba Tuhan ikut menjadi korban,” ujar Wandagau.

Ia mempertanyakan apakah keberadaan masyarakat Intan Jaya masih dianggap bernilai oleh negara.

“Wilayah kami sekarang hanya dikenal melalui nama sungai, gunung, dan hutan. Bila ini terus berlanjut, dua atau tiga tahun lagi, manusia Intan Jaya bisa punah,” lanjutnya.

Wandagau mengecam keras operasi militer yang terus dilakukan, terutama oleh pasukan non-organik TNI/Polri yang menurutnya menyasar kampung-kampung dan fasilitas sipil.

“Gereja dijadikan pos militer, rumah warga dibakar, area kebun dibom. Ini bukan hanya pelanggaran HAM, tapi penghinaan terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan agama,” tegasnya.

Desak Penarikan Pasukan Non-Organik dan Pertemuan dengan Pemerintah Pusat

Yustinus Wandagau mendesak agar pasukan non-organik segera ditarik dari wilayah-wilayah pedesaan di Intan Jaya. Ia bahkan menyatakan bahwa bila tuntutan ini diabaikan, pihaknya akan menemui langsung pemerintah pusat.

“Kami akan menghadap Menteri Hukum dan HAM, Panglima TNI, dan Presiden RI untuk menyampaikan tuntutan rakyat kami,” ucapnya.

Ia juga mengkritik Menteri Hukum dan HAM, Natalis Pigai, yang menurutnya kini diam setelah sebelumnya begitu vokal memperjuangkan hak asasi manusia.

“Kami menuntut agar beliau bertindak sesuai jabatannya, bukan demi kepentingan pribadi,” tambah Wandagau.

Selain korban tewas, masih terdapat warga yang mengalami luka-luka namun kesulitan mendapatkan perawatan medis. Menurut Wandagau, intimidasi dan kondisi keamanan yang tidak kondusif membuat akses ke rumah sakit di Nabire maupun Timika sangat sulit.

“Korban luka tidak tertangani dengan baik. Luka yang tidak sembuh malah menyebabkan korban jiwa berikutnya. Ini tragedi kemanusiaan yang nyata,” katanya.

Yustinus Wandagau menutup pernyataannya dengan seruan tegas untuk mengembalikan kehidupan damai di Tanah Papua.

“Kami ingin damai. Kami ingin hidup. Kami ingin keadilan. Kalau begini terus, untuk apa kami jadi pejabat publik? Lebih baik kami kembalikan simbol negara, burung Garuda, kepada NKRI,” pungkasnya. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dinsos Mimika Dorong Sinergi Instansi untuk Penanganan Anak Terlantar

22 Juni 2026 - 13:01 WIB

IMG 20260622 WA0041

Permudah Akses Dokumen Kependudukan, Disdukcapil Mimika Perkuat Dukcapil Siaga

22 Juni 2026 - 12:55 WIB

IMG 20260622 WA0000

HUT ke-18 Kabupaten Puncak, Pj Sekda Ajak Seluruh Elemen Bersatu Bangun Daerah dan Jaga Keamanan

22 Juni 2026 - 11:21 WIB

IMG 20260622 WA0160

Di Tengah Tantangan Zaman, Umat Tuhan Diminta Tetap Setia pada Firman Allah

22 Juni 2026 - 11:11 WIB

IMG 20260621 WA0052

Tokoh Hindu di Mimika Dukung Pendekatan Humanis Satgas Operasi Damai Cartenz

22 Juni 2026 - 11:06 WIB

IMG 20260622 WA0057
Trending di Headline