Menu

Mode Gelap
Gubernur Papua Tengah Tetapkan BOSDA Pendidikan Gratis Tahun 2026, Ribuan Siswa Jadi Penerima Manfaat Bupati Yampit Nawipa, Kabupaten Paniai Raih Peringkat I Kinerja Penyaluran Dana Desa Terbaik di Papua Tengah Dinas Pendidikan Kabupaten Deiyai Imbau SMP dan SMA Terapkan Kebijakan Pendidikan Gratis Teladan Kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono IX Anggota DPD RI Wilhelmus Pigai Salurkan Bantuan Hewan Kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 H untuk Masjid Al-Fattah Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete

Headline

Tutup Lokakarya Penyusunan Peta Jalan Literasi dan PAUD Sensitif GEDSI, Pemprov Berharap Langkah Strategis Yang Dirumuskan Dimplementasikan

Etty Welerbadge-check


					Tutup Lokakarya Penyusunan Peta Jalan Literasi dan PAUD Sensitif GEDSI, Pemprov Berharap Langkah Strategis Yang Dirumuskan Dimplementasikan Perbesar

NABIRE – Pemerintah Provinsi Papua Tengah resmi menutup kegiatan Workshop Pengembangan Peta Jalan Pembelajaran Literasi Dasar dan PAUD Berkualitas yang Sensitif Gender, Disabilitas dan Inklusi Sosial (GEDSI) pada Rabu, 11 Juni 2025 di  Nabire, Papua Tengah.

Penutupan lokakarya dilakukan oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Marthen Ukago, yang hadir mewakili Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa.

Dalam sambutannya, Ukago menyampaikan optimisme dan keyakinan bahwa hasil dari kegiatan ini akan menjadi bagian penting dari arah pembangunan sumber daya manusia di Papua Tengah, seiring dengan prioritas-program pemerintahan saat ini.

“Saya yakin dan percaya dia (peta jalan ini) akan berintervensi dalam pelaksanaan pemerintahan di Provinsi Papua, terutama terhadap sejumlah program yang sedang dicanangkan oleh gubernur terpilih dan bupati-bupati terpilih. Dengan demikian, dalam pelaksanaannya mereka bisa berkolaborasi untuk membangun Indeks Pembangunan Manusia di Provinsi Papua Tengah,” tegas Ukago.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah, lembaga mitra seperti UNICEF, dunia pendidikan, serta organisasi masyarakat sipil menjadi kunci untuk mewujudkan layanan pendidikan dasar yang inklusif dan berkualitas.

Kegiatan lokakarya selama dua hari ini telah merumuskan sejumlah arah kebijakan dan strategi implementatif untuk meningkatkan akses dan kualitas layanan PAUD Holistik Integratif serta literasi dasar yang inklusif, terutama di daerah-daerah terpencil dan masyarakat adat.

Lokakarya juga menghasilkan draft peta jalan kolaboratif yang ke depannya akan disampaikan kepada Gubernur Papua Tengah serta dimasukkan dalam dokumen perencanaan daerah.

“Dengan demikian, kegiatan ini saya nyatakan ditutup,” pungkas Ukago, disambut dengan tepuk tangan dari seluruh peserta.

Turut hadir dalam penutupan ini perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi Papua Tengah, Bappeda, perwakilan UNICEF Tanah Papua, pengelola PAUD dari berbagai kabupaten/kota, serta mitra pendidikan dan organisasi penyandang disabilitas.

Dengan penutupan kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Papua Tengah berharap langkah-langkah strategis yang telah dirumuskan dapat segera diimplementasikan, demi masa depan pendidikan yang lebih adil, inklusif, dan berkualitas bagi seluruh anak-anak Papua Tengah. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Buka Festival Pelajar dan Kebudayaan Papua Tengah 2026, Gubernur Nawipa Tekankan Pelestarian Budaya dan Pendidikan Karakter

24 Juni 2026 - 11:47 WIB

IMG 20260624 WA0052

Jelang Pasar Mama-Mama Papua Beroperasi, Disperindag Deiyai Mulai Data Pedagang Asli

24 Juni 2026 - 11:36 WIB

IMG 20260624 WA0042

Dinkes Mimika Akan Launching Program MCU Usia Produktif

24 Juni 2026 - 11:08 WIB

IMG 20260624 WA0047

Puluhan Nakes RSUD Elvrida Sara Ikuti Program Magang di RSUD Mimika

24 Juni 2026 - 11:03 WIB

IMG 20260624 WA0045

Kelurahan Inauga Salurkan Bantuan Pangan Bapanas untuk 2.308 KK

24 Juni 2026 - 10:58 WIB

IMG 20260624 WA0044
Trending di Headline