Menu

Mode Gelap
Teladan Kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono IX Anggota DPD RI Wilhelmus Pigai Salurkan Bantuan Hewan Kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 H untuk Masjid Al-Fattah Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete Wabup Nabire Apresiasi Peran PKBN, Sebut Kontribusi Etnis Batak Sangat Besar PKBN Nabire Kukuhkan Kepengurusan Baru, Tegaskan Komitmen Jaga Kerukunan di Daerah Mayat Pria Ditemukan di Belakang Grapari Timika, Polisi Dalami Kasus dan Kejar Pelaku

Headline

Tutup Lokakarya Penyusunan Peta Jalan Literasi dan PAUD Sensitif GEDSI, Pemprov Berharap Langkah Strategis Yang Dirumuskan Dimplementasikan

Etty Welerbadge-check


					Tutup Lokakarya Penyusunan Peta Jalan Literasi dan PAUD Sensitif GEDSI, Pemprov Berharap Langkah Strategis Yang Dirumuskan Dimplementasikan Perbesar

NABIRE – Pemerintah Provinsi Papua Tengah resmi menutup kegiatan Workshop Pengembangan Peta Jalan Pembelajaran Literasi Dasar dan PAUD Berkualitas yang Sensitif Gender, Disabilitas dan Inklusi Sosial (GEDSI) pada Rabu, 11 Juni 2025 di  Nabire, Papua Tengah.

Penutupan lokakarya dilakukan oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Marthen Ukago, yang hadir mewakili Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa.

Dalam sambutannya, Ukago menyampaikan optimisme dan keyakinan bahwa hasil dari kegiatan ini akan menjadi bagian penting dari arah pembangunan sumber daya manusia di Papua Tengah, seiring dengan prioritas-program pemerintahan saat ini.

“Saya yakin dan percaya dia (peta jalan ini) akan berintervensi dalam pelaksanaan pemerintahan di Provinsi Papua, terutama terhadap sejumlah program yang sedang dicanangkan oleh gubernur terpilih dan bupati-bupati terpilih. Dengan demikian, dalam pelaksanaannya mereka bisa berkolaborasi untuk membangun Indeks Pembangunan Manusia di Provinsi Papua Tengah,” tegas Ukago.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah, lembaga mitra seperti UNICEF, dunia pendidikan, serta organisasi masyarakat sipil menjadi kunci untuk mewujudkan layanan pendidikan dasar yang inklusif dan berkualitas.

Kegiatan lokakarya selama dua hari ini telah merumuskan sejumlah arah kebijakan dan strategi implementatif untuk meningkatkan akses dan kualitas layanan PAUD Holistik Integratif serta literasi dasar yang inklusif, terutama di daerah-daerah terpencil dan masyarakat adat.

Lokakarya juga menghasilkan draft peta jalan kolaboratif yang ke depannya akan disampaikan kepada Gubernur Papua Tengah serta dimasukkan dalam dokumen perencanaan daerah.

“Dengan demikian, kegiatan ini saya nyatakan ditutup,” pungkas Ukago, disambut dengan tepuk tangan dari seluruh peserta.

Turut hadir dalam penutupan ini perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi Papua Tengah, Bappeda, perwakilan UNICEF Tanah Papua, pengelola PAUD dari berbagai kabupaten/kota, serta mitra pendidikan dan organisasi penyandang disabilitas.

Dengan penutupan kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Papua Tengah berharap langkah-langkah strategis yang telah dirumuskan dapat segera diimplementasikan, demi masa depan pendidikan yang lebih adil, inklusif, dan berkualitas bagi seluruh anak-anak Papua Tengah. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Lima Tahun Melangkah Bersama: TK Santa Theresia Keniapa Wisudakan Angkatan Kelima, Selempang dan Tongkat Jadi Simbol Kesiapan Menuju Masa Depan

7 Juni 2026 - 10:14 WIB

IMG 20260607 WA0053

Ledakan di Kawasan Bekas Markas TPNPB-OPM di Kampung Toemalo Tewaskan Satu Warga 

7 Juni 2026 - 10:08 WIB

IMG 20260607 WA0194

Pemkab Mimika dan PTFI Tutup Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026: Sinergi Kunci Wujudkan Lingkungan Berkelanjutan

7 Juni 2026 - 10:05 WIB

IMG 20260607 WA0046

Sosialisasi Wajib Halal Oktober 2026 Dorong UMKM Papua Tingkatkan Kualitas dan Daya Saing Produk

7 Juni 2026 - 09:57 WIB

IMG 20260607 WA0032

Sosialisasi WHO 2026 Dorong UMKM Papua Percepat Sertifikasi Halal

7 Juni 2026 - 09:50 WIB

IMG 20260607 WA0030
Trending di Headline