Menu

Mode Gelap
Natalius Pigai Serukan Model Demokrasi Tanpa Sekat: Pelajaran dari Papua untuk Indonesia Batas Aktivasi Rekening PIP 2025 Resmi Diperpanjang hingga 13 Maret 2026 Komite III DPD RI Apresiasi Program Kemenkes, OAP Papua Diprioritaskan Jadi Tenaga Medis OPINI : Saat Vatikan Menjaga Jarak, Indonesia Memasuki Arena Natalius Pigai: Komnas HAM Akan Bekerja Seperti KPK, Boleh Bentuk Unit Penyidikan HAM Wilhelmus Pigai Fasilitasi Nobar Refleksi 1 Tahun Kepemimpinan Papua Tengah, Libatkan Siswa dan Mahasiswa

Headline

Diskusi Publik 1 Mei di Nabire: Membedah Sejarah Papua antara Integrasi dan Aneksasi

Etty Welerbadge-check


					Diskusi Publik 1 Mei di Nabire: Membedah Sejarah Papua antara Integrasi dan Aneksasi Perbesar

NABIRE — Dalam rangka memperingati 1 Mei 1963, Dewan Pengurus Daerah Barisan Merah Putih Republik Indonesia (DPD BMP RI) Papua Tengah menyelenggarakan diskusi publik reflektif bertajuk “1 Mei: Hari Kembalinya Papua ke NKRI atau Hari Aneksasi?” di Aula RRI Nabire. Kegiatan ini dilaksanakan untuk memberi ruang demokrasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda, guna memahami secara mendalam dinamika sejarah Papua dari sudut pandang akademis dan beretika.

Diskusi ini dimoderatori oleh Ir. Yan Marwanaya, Dekan Fakultas Perikanan Universitas Sains dan Teknologi Wamena (USWIM) Nabire, dan menghadirkan narasumber utama: Jull Edy Way dan Narton, dua tokoh pemuda Papua, serta Sekretaris Jenderal DPD BMP RI Papua Tengah, Didimus O. Yaku.

Dalam sambutannya, Didimus O. Yaku menegaskan bahwa kegiatan ini penting sebagai ruang alternatif agar pemuda tidak menyalurkan aspirasi melalui aksi jalanan, tetapi melalui forum terbuka yang terdidik dan bermartabat.

“Ini ruang demokrasi, bukan ruang propaganda. Kalau ada data, mari kita bedah bersama. Semua pihak bisa hadir, tanpa dibatasi,” ujarnya.

Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat Barisan Merah Putih Republik Indonesia (DPP BMP RI), Ali Kabiay, yang juga hadir dalam forum tersebut menambahkan bahwa kegiatan ini diadakan untuk merangkul anak-anak muda Papua agar mereka memiliki ruang berpikir dan mengekspresikan diri secara kritis dan positif.

“Kita ingin agar generasi muda tidak hanya bisa menyuarakan aspirasi, tetapi melakukannya secara etis dan konstruktif. Papua Tengah ini punya potensi besar, kita harus bangun bersama dalam kerangka kebersamaan,” tegasnya.

Forum ini juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk menyampaikan pandangan. Salah satunya, Obaja Tatago, mahasiswa, mengungkapkan pentingnya diskusi ini sebagai ruang refleksi.

“Diskusi publik ini bermakna bagi kita generasi muda. Kita bisa memahami apa itu aneksasi dan bagaimana sejarah Papua terbentuk dalam relasi dengan NKRI. Kita harus pahami sejarah, agar bisa menentukan sikap yang cerdas dan adil,” ujar Obaja.

Tema besar diskusi ini berakar pada refleksi terhadap sejarah 1 Mei 1963, yang oleh pemerintah Indonesia disebut sebagai hari integrasi Papua ke dalam NKRI, namun juga dipandang sebagian pihak sebagai bentuk aneksasi. Dalam pidato reflektif yang dibacakan dalam forum, disebutkan bahwa sejarah Papua tidak bisa dimaknai secara hitam-putih. Keadilan dan kejujuran menjadi dasar untuk membangun masa depan yang lebih baik.

Kegiatan ini juga disiarkan langsung melalui kanal live streaming RRINET Papua Tengah, memberi akses kepada masyarakat yang tidak sempat hadir secara langsung. Para peserta berasal dari berbagai unsur, seperti mahasiswa, tokoh adat, tokoh pemuda, perempuan, dan organisasi kemasyarakatan.

Diskusi publik ini merupakan bagian dari program kerja jangka pendek Dewan Pengurus Daerah BMP RI Papua Tengah tahun 2025, yang sebelumnya telah dirumuskan dalam Musyawarah Nasional bersama pengurus DPP BMP RI serta seluruh perwakilan dari enam provinsi di Tanah Papua.

Dengan semangat reflektif dan terbuka, kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari diskusi-diskusi publik yang lebih rutin dan inklusif, demi membangun Papua Tengah yang damai, adil, dan bermartabat. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

250 Personel Gabungan Dilibatkan Dalam Operasi Ketupat Noken

12 Maret 2026 - 10:45 WIB

IMG 20260312 WA0024

Polres Mimika Laksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026

12 Maret 2026 - 10:40 WIB

IMG 20260312 WA0027

Wakil Gubernur Papua Tengah Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Noken 2026

12 Maret 2026 - 10:28 WIB

IMG 20260312 WA0018

SKKP Survei Lokasi Pembangunan Dapur Makanan Bergizi Gratis di Nabire

12 Maret 2026 - 10:20 WIB

IMG 20260312 WA0017

KAPP Papua Tengah Sambut Kunjungan SKKP Investasi dan UMKM di Bandara Douw Aturure Nabire

12 Maret 2026 - 10:09 WIB

IMG 20260312 WA0008
Trending di Headline