Menu

Mode Gelap
DPD RI Sampaikan Respons atas Situasi Keamanan Papua, Dorong Penyelesaian Menyeluruh Natalius Pigai Soroti Insiden Berdarah di Papua Tengah, Minta Penyelidikan Menyeluruh Menteri HAM Tolak Pelaporan Jusuf Kalla, Dorong Penyelesaian Lewat Dialog Senator Papua Tengah Wilhelmus Pigai Soroti Temuan BPS: Penyaluran Bansos Harus Ketat Sesuai Kriteria Breaking News : Ruang Terpadu RSUD Paniai Terbakar Hangus DPD RI Dorong Percepatan RUU Bahasa Daerah, Ratusan Bahasa Terancam Punah

Headline

Diskusi Publik 1 Mei di Nabire: Membedah Sejarah Papua antara Integrasi dan Aneksasi

Etty Welerbadge-check


					Diskusi Publik 1 Mei di Nabire: Membedah Sejarah Papua antara Integrasi dan Aneksasi Perbesar

NABIRE — Dalam rangka memperingati 1 Mei 1963, Dewan Pengurus Daerah Barisan Merah Putih Republik Indonesia (DPD BMP RI) Papua Tengah menyelenggarakan diskusi publik reflektif bertajuk “1 Mei: Hari Kembalinya Papua ke NKRI atau Hari Aneksasi?” di Aula RRI Nabire. Kegiatan ini dilaksanakan untuk memberi ruang demokrasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda, guna memahami secara mendalam dinamika sejarah Papua dari sudut pandang akademis dan beretika.

Diskusi ini dimoderatori oleh Ir. Yan Marwanaya, Dekan Fakultas Perikanan Universitas Sains dan Teknologi Wamena (USWIM) Nabire, dan menghadirkan narasumber utama: Jull Edy Way dan Narton, dua tokoh pemuda Papua, serta Sekretaris Jenderal DPD BMP RI Papua Tengah, Didimus O. Yaku.

Dalam sambutannya, Didimus O. Yaku menegaskan bahwa kegiatan ini penting sebagai ruang alternatif agar pemuda tidak menyalurkan aspirasi melalui aksi jalanan, tetapi melalui forum terbuka yang terdidik dan bermartabat.

“Ini ruang demokrasi, bukan ruang propaganda. Kalau ada data, mari kita bedah bersama. Semua pihak bisa hadir, tanpa dibatasi,” ujarnya.

Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat Barisan Merah Putih Republik Indonesia (DPP BMP RI), Ali Kabiay, yang juga hadir dalam forum tersebut menambahkan bahwa kegiatan ini diadakan untuk merangkul anak-anak muda Papua agar mereka memiliki ruang berpikir dan mengekspresikan diri secara kritis dan positif.

“Kita ingin agar generasi muda tidak hanya bisa menyuarakan aspirasi, tetapi melakukannya secara etis dan konstruktif. Papua Tengah ini punya potensi besar, kita harus bangun bersama dalam kerangka kebersamaan,” tegasnya.

Forum ini juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk menyampaikan pandangan. Salah satunya, Obaja Tatago, mahasiswa, mengungkapkan pentingnya diskusi ini sebagai ruang refleksi.

“Diskusi publik ini bermakna bagi kita generasi muda. Kita bisa memahami apa itu aneksasi dan bagaimana sejarah Papua terbentuk dalam relasi dengan NKRI. Kita harus pahami sejarah, agar bisa menentukan sikap yang cerdas dan adil,” ujar Obaja.

Tema besar diskusi ini berakar pada refleksi terhadap sejarah 1 Mei 1963, yang oleh pemerintah Indonesia disebut sebagai hari integrasi Papua ke dalam NKRI, namun juga dipandang sebagian pihak sebagai bentuk aneksasi. Dalam pidato reflektif yang dibacakan dalam forum, disebutkan bahwa sejarah Papua tidak bisa dimaknai secara hitam-putih. Keadilan dan kejujuran menjadi dasar untuk membangun masa depan yang lebih baik.

Kegiatan ini juga disiarkan langsung melalui kanal live streaming RRINET Papua Tengah, memberi akses kepada masyarakat yang tidak sempat hadir secara langsung. Para peserta berasal dari berbagai unsur, seperti mahasiswa, tokoh adat, tokoh pemuda, perempuan, dan organisasi kemasyarakatan.

Diskusi publik ini merupakan bagian dari program kerja jangka pendek Dewan Pengurus Daerah BMP RI Papua Tengah tahun 2025, yang sebelumnya telah dirumuskan dalam Musyawarah Nasional bersama pengurus DPP BMP RI serta seluruh perwakilan dari enam provinsi di Tanah Papua.

Dengan semangat reflektif dan terbuka, kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari diskusi-diskusi publik yang lebih rutin dan inklusif, demi membangun Papua Tengah yang damai, adil, dan bermartabat. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

LEMASKO Harap Kunjungan Wapres Gibran Rakabuming Raka di Timika Dorong Penyelesaian Kapiraya dan Penataan Pelabuhan Pomako

21 April 2026 - 08:41 WIB

Screenshot 20260421 174052 Gallery

Berusaha Melawan Untuk Kabur, Satu Anggota KKB Terpaksa Dilumpuhkan

21 April 2026 - 07:52 WIB

IMG 20260421 WA0022

Dukung Kemajuan Pendidikan, Polisi Antar-Jemput Siswa di Kapiraya 

21 April 2026 - 07:48 WIB

IMG 20260421 WA0020

Penutup Seminar, DPD RI Ajak Masyarakat Bangga dan Peduli Masa Depan Papua Tengah

21 April 2026 - 06:55 WIB

IMG 20260421 WA0014

DPD RI Sampaikan Respons atas Situasi Keamanan Papua, Dorong Penyelesaian Menyeluruh

21 April 2026 - 06:54 WIB

IMG 20260421 WA0035
Trending di Headline