NABIRE — Seminar dan forum diskusi bertajuk Penguatan Kebijakan Pendidikan dan Kesehatan Provinsi Papua Tengah yang berlangsung di Auditorium RRI Nabire, Senin (20/4/2026), ditutup dengan ajakan reflektif dan penuh semangat kebangsaan dari panitia dan perwakilan DPD RI.
Kegiatan ini sebelumnya dibuka oleh Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, dan dihadiri anggota DPD RI perwakilan Papua Tengah Wilhelmus Pigai, pimpinan OPD, Forkopimda, serta peserta dari berbagai kabupaten di Papua Tengah.

Dalam arahan penutup, ketua panitia kegiatan ini dan juga Staf Ahli DPD RI Papua Tengah, Laurens Ikinia, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti kegiatan hingga selesai, meskipun di tengah berbagai keterbatasan.
“Terima kasih banyak, kita beri aplaus untuk kita semua. Kita sudah meluangkan waktu, duduk bersama, mendengarkan, dan menyimak hingga akhir kegiatan ini,” ujarnya.
Ajakan Bangga dan Peduli Tanah Papua
Dalam suasana penuh kebersamaan, Laurens mengajak seluruh peserta untuk menumbuhkan rasa bangga sebagai bagian dari tanah Papua sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap masa depan daerah.
“Kita harus bangga ada di tanah Papua. Kita harus peduli dengan orang Papua dan masa depan negeri ini,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa pembangunan Papua Tengah membutuhkan keterlibatan semua pihak, dengan semangat kolektif dan tanggung jawab bersama.
Apresiasi Peserta dari Daerah Terpencil
Laurens juga menyampaikan penghargaan kepada peserta yang hadir dari berbagai wilayah, termasuk daerah terpencil yang harus ditempuh dengan perjalanan darat maupun udara.

“Terima kasih kepada bapak ibu yang datang dari kabupaten-kabupaten, dari pulau-pulau, bahkan yang sulit dijangkau. Kehadiran ini menunjukkan semangat yang luar biasa,” katanya.
Ia juga mengakui bahwa masih banyak pihak yang belum dapat hadir, namun semangat dan dukungan mereka tetap menjadi bagian penting dari proses pembangunan.
Buka Ruang Aspirasi untuk Kebijakan Nasional
Sebagai tindak lanjut, pihak DPD RI membuka ruang komunikasi bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan masukan terkait kebijakan pendidikan dan kesehatan.
“Di dalam materi yang kami bagikan terdapat kontak kami. Jika ada aspirasi atau masukan, silakan disampaikan. Kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk memperjuangkannya,” ujarnya.
Laurens juga menegaskan bahwa meskipun kewenangan DPD RI tidak sebesar pemerintah daerah atau kementerian, pihaknya tetap berkomitmen memperjuangkan kepentingan masyarakat Papua Tengah di tingkat nasional.
Komitmen Perbaikan Berkelanjutan
Menutup kegiatan, panitia menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan selama pelaksanaan seminar, serta menjadikannya sebagai bahan evaluasi ke depan.

“Setiap kekurangan menjadi catatan untuk perbaikan. Kita yang punya semangat, kita yang punya hati, harus terus melangkah,” tutup Laurens.
Seminar ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, pusat, dan seluruh elemen masyarakat dalam membangun Papua Tengah melalui sektor pendidikan dan kesehatan yang lebih baik. (MB)








