Menu

Mode Gelap
Gubernur Papua Tengah Tetapkan BOSDA Pendidikan Gratis Tahun 2026, Ribuan Siswa Jadi Penerima Manfaat Bupati Yampit Nawipa, Kabupaten Paniai Raih Peringkat I Kinerja Penyaluran Dana Desa Terbaik di Papua Tengah Dinas Pendidikan Kabupaten Deiyai Imbau SMP dan SMA Terapkan Kebijakan Pendidikan Gratis Teladan Kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono IX Anggota DPD RI Wilhelmus Pigai Salurkan Bantuan Hewan Kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 H untuk Masjid Al-Fattah Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete

Headline

Dana Otsus Dikebiri, Gubernur Papua Tengah Desak Jakarta Kembalikan Hak Otsus Sepenuhnya

adminbadge-check


					Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa. Dalam rapat kerja (Raker) Komisi II DPR di Jakarta, Kamis (13/3/2025) Perbesar

Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa. Dalam rapat kerja (Raker) Komisi II DPR di Jakarta, Kamis (13/3/2025)

JAKARTA – Kebijakan pemerintah pusat yang memotong dana Otonomi Khusus (Otsus) untuk Papua menuai protes keras dari Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa. Dalam rapat kerja (Raker) Komisi II DPR di Jakarta, Kamis (13/3/2025), Meki menegaskan bahwa pemangkasan anggaran tersebut mengancam masa depan pembangunan di Tanah Papua.

“Otonomi Khusus itu seharusnya menjadi solusi, bukan sekadar janji. Tapi, bagaimana kami bisa maju jika dana Otsus, DAU, dan DAK dipangkas? Apa artinya Otonomi Khusus jika tidak ada dukungan finansial yang memadai?” tanya Meki dengan nada tegas.

Gubernur yang baru saja memimpin provinsi termuda di Papua ini menyampaikan keprihatinan mendalam atas kebijakan tersebut. Menurutnya, pemotongan dana akan menghambat program-program prioritas yang telah direncanakan sejak Pilkada 2024.

“Kami sudah berkomitmen untuk membangun Papua, tapi bagaimana bisa kami wujudkan itu jika anggaran terus dikurangi? Ini sangat miris,” ujarnya.

Meki juga membandingkan perlakuan pemerintah pusat terhadap Aceh dan Papua.

“Gubernur Aceh dilantik di Aceh, sementara kami harus ke Jakarta. Bahkan, akses transportasi di Aceh jauh lebih baik. Di Papua, untuk menjangkau daerah terpencil, kami harus bergantung pada pesawat dan helikopter. Tantangan kami jauh lebih besar,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa perbedaan perlakuan ini tidak hanya merugikan pemerintah daerah, tetapi juga masyarakat Papua yang berharap pada pembangunan yang lebih merata.

“Kami meminta Komisi II DPR untuk memperjuangkan hak kami. Jangan biarkan Otonomi Khusus hanya jadi wacana tanpa implementasi nyata,” tegas Meki.

Dalam rapat tersebut, hadir pula Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk dan tiga gubernur lain dari Tanah Papua.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

HUT ke-18 Kabupaten Puncak, Pj Sekda Ajak Seluruh Elemen Bersatu Bangun Daerah dan Jaga Keamanan

22 Juni 2026 - 11:21 WIB

IMG 20260622 WA0160

Di Tengah Tantangan Zaman, Umat Tuhan Diminta Tetap Setia pada Firman Allah

22 Juni 2026 - 11:11 WIB

IMG 20260621 WA0052

Tokoh Hindu di Mimika Dukung Pendekatan Humanis Satgas Operasi Damai Cartenz

22 Juni 2026 - 11:06 WIB

IMG 20260622 WA0057

Asisten I Setda Deiyai Lepas Kontingen Festival Seni dan Budaya Pelajar Tingkat Provinsi Papua Tengah

22 Juni 2026 - 11:02 WIB

IMG 20260622 WA0084

Lepas Tim Sensus Ekonomi 2026, Mesak Pakage Mengajak Masyarakat Dukung Pendataan Usaha

22 Juni 2026 - 10:54 WIB

IMG 20260622 WA0114
Trending di Headline