Menu

Mode Gelap
Komite IV DPD RI Siapkan Uji Kelayakan dan Kepatutan 23 Calon Anggota BPK Periode 2026–2031 Anggota BULD DPD RI Wilhelmus Pigai Soroti Pemerataan Pendidikan di Papua Wilhelmus Pigai: APBN 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat Daerah HUT ke-81 MPR-DPR, DPD Dorong Parlemen Perkuat Kolaborasi dan Aspirasi Rakyat IKB PMKJ Jabodetabek Tempa Generasi Muda Jayawijaya Jadi Calon Pemimpin Papua Wilhelmus Pigai Serahkan Hadiah Quiz HUT ke-81 RI untuk Pelajar hingga Mahasiswa

Headline

Dana Otsus Dikebiri, Gubernur Papua Tengah Desak Jakarta Kembalikan Hak Otsus Sepenuhnya

adminbadge-check


					Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa. Dalam rapat kerja (Raker) Komisi II DPR di Jakarta, Kamis (13/3/2025) Perbesar

Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa. Dalam rapat kerja (Raker) Komisi II DPR di Jakarta, Kamis (13/3/2025)

JAKARTA – Kebijakan pemerintah pusat yang memotong dana Otonomi Khusus (Otsus) untuk Papua menuai protes keras dari Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa. Dalam rapat kerja (Raker) Komisi II DPR di Jakarta, Kamis (13/3/2025), Meki menegaskan bahwa pemangkasan anggaran tersebut mengancam masa depan pembangunan di Tanah Papua.

“Otonomi Khusus itu seharusnya menjadi solusi, bukan sekadar janji. Tapi, bagaimana kami bisa maju jika dana Otsus, DAU, dan DAK dipangkas? Apa artinya Otonomi Khusus jika tidak ada dukungan finansial yang memadai?” tanya Meki dengan nada tegas.

Gubernur yang baru saja memimpin provinsi termuda di Papua ini menyampaikan keprihatinan mendalam atas kebijakan tersebut. Menurutnya, pemotongan dana akan menghambat program-program prioritas yang telah direncanakan sejak Pilkada 2024.

“Kami sudah berkomitmen untuk membangun Papua, tapi bagaimana bisa kami wujudkan itu jika anggaran terus dikurangi? Ini sangat miris,” ujarnya.

Meki juga membandingkan perlakuan pemerintah pusat terhadap Aceh dan Papua.

“Gubernur Aceh dilantik di Aceh, sementara kami harus ke Jakarta. Bahkan, akses transportasi di Aceh jauh lebih baik. Di Papua, untuk menjangkau daerah terpencil, kami harus bergantung pada pesawat dan helikopter. Tantangan kami jauh lebih besar,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa perbedaan perlakuan ini tidak hanya merugikan pemerintah daerah, tetapi juga masyarakat Papua yang berharap pada pembangunan yang lebih merata.

“Kami meminta Komisi II DPR untuk memperjuangkan hak kami. Jangan biarkan Otonomi Khusus hanya jadi wacana tanpa implementasi nyata,” tegas Meki.

Dalam rapat tersebut, hadir pula Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk dan tiga gubernur lain dari Tanah Papua.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dikendalikan dari Medsos, Jaringan Sabu-Ganja di Timika Dibongkar Polisi

18 September 2026 - 14:44 WIB

IMG 20260918 233821

LLDIKTI Wilayah XIV Visitasi Pendirian Institut Sains dan Kesehatan Anigou Nabire

18 September 2026 - 14:39 WIB

IMG 20260918 WA0118

Diduga Terlibat Cekcok, Pria di SP 5 Tewas Ditusuk Badik

18 September 2026 - 14:24 WIB

IMG 20260918 WA0082

Dewan Smart City Mimika Bahas Strategi Membangun Layanan Terintegrasi

18 September 2026 - 14:17 WIB

IMG 20260918 WA0034

Terduga Pelaku Pemerkosaan Tiga Warga Ditangkap Polres Mimika

18 September 2026 - 14:10 WIB

IMG 20260917 WA0128
Trending di Headline