Menu

Mode Gelap
Gubernur Papua Tengah Tetapkan BOSDA Pendidikan Gratis Tahun 2026, Ribuan Siswa Jadi Penerima Manfaat Bupati Yampit Nawipa, Kabupaten Paniai Raih Peringkat I Kinerja Penyaluran Dana Desa Terbaik di Papua Tengah Dinas Pendidikan Kabupaten Deiyai Imbau SMP dan SMA Terapkan Kebijakan Pendidikan Gratis Teladan Kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono IX Anggota DPD RI Wilhelmus Pigai Salurkan Bantuan Hewan Kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 H untuk Masjid Al-Fattah Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete

Headline

Menteri Agama Rancang Kurikulum Cinta untuk Tanamkan Nilai Toleransi di Sekolah

adminbadge-check


					Menteri Agama Nasaruddin Umar Perbesar

Menteri Agama Nasaruddin Umar

JAKARTA – Menteri Agama Nasaruddin Umar tengah menyusun konsep pembelajaran baru yang ia sebut sebagai Kurikulum Cinta. Konsep ini dirancang untuk memperkuat pemahaman siswa tentang pluralitas dalam beragama di Indonesia serta menanamkan nilai-nilai kasih sayang dan toleransi sejak dini.

“Kami menggagas sesuatu yang disebut dengan Kurikulum Cinta,” ujar Nasaruddin usai bertemu Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf di Gedung PBNU, Selasa (11/3/2025).

Menurutnya, kurikulum ini akan diajarkan langsung oleh para guru agama di sekolah-sekolah, dengan pendekatan yang menekankan pada penerimaan dan kecintaan terhadap keberagaman, bukan perbedaan yang justru memicu perpecahan.

“Para guru agama harus mengajarkan cinta kepada peserta didik, bukan menanamkan perasaan perbedaan apalagi kebencian,” tegasnya.

Nasaruddin menjelaskan bahwa pertemuannya dengan PBNU juga membahas konsep ini, sekaligus meminta pandangan dari organisasi keagamaan tersebut. Selain PBNU, Kurikulum Cinta juga akan dikonsultasikan dengan berbagai organisasi keagamaan lain, seperti Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) dan Persekutuan Gereja Indonesia (PGI), guna memastikan bahwa konsep ini bisa diterapkan di semua agama.

“Kami akan berdiskusi dengan seluruh ormas keagamaan agar kurikulum ini benar-benar mencerminkan semangat kebersamaan dan toleransi,” tambahnya.

Selain itu, Kementerian Agama juga berencana berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah guna memastikan implementasi Kurikulum Cinta berjalan dengan baik di sekolah-sekolah.

“Ini menyangkut para guru agama, jadi tentu harus ada koordinasi yang baik,” jelasnya.

Sebagai negara yang kaya akan keberagaman, Nasaruddin menegaskan bahwa moderasi beragama harus terus diperkuat. Menurutnya, Kurikulum Cinta akan menjadi salah satu langkah strategis untuk menjaga solidaritas kebangsaan dan mempererat persatuan di tengah keberagaman agama di Indonesia.

“Kita harus memiliki ikatan yang kuat yang mampu menjaga solidaritas kebangsaan dan keumatan di negeri ini,” tutupnya. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

HUT ke-18 Kabupaten Puncak, Pj Sekda Ajak Seluruh Elemen Bersatu Bangun Daerah dan Jaga Keamanan

22 Juni 2026 - 11:21 WIB

IMG 20260622 WA0160

Di Tengah Tantangan Zaman, Umat Tuhan Diminta Tetap Setia pada Firman Allah

22 Juni 2026 - 11:11 WIB

IMG 20260621 WA0052

Tokoh Hindu di Mimika Dukung Pendekatan Humanis Satgas Operasi Damai Cartenz

22 Juni 2026 - 11:06 WIB

IMG 20260622 WA0057

Asisten I Setda Deiyai Lepas Kontingen Festival Seni dan Budaya Pelajar Tingkat Provinsi Papua Tengah

22 Juni 2026 - 11:02 WIB

IMG 20260622 WA0084

Lepas Tim Sensus Ekonomi 2026, Mesak Pakage Mengajak Masyarakat Dukung Pendataan Usaha

22 Juni 2026 - 10:54 WIB

IMG 20260622 WA0114
Trending di Headline