NABIRE – Keterbatasan fasilitas di Provinsi Papua Tengah memaksa Gubernur Meki Nawipa dan Wakil Gubernur Deinas Geley untuk tinggal serumah dan berbagi kamar tidur.
Kondisi ini memaksa Gubernur Papua Tengah dan Wakil Gubernur untuk berbagi kamar tidur dalam satu rumah. Keduanya menyatakan komitmen untuk tinggal serumah sambil berbagi kamar tidur selama memimpin Papua Tengah.
“Kami dua tinggal di satu rumah, hanya bagi kamar saja,” ungkap Meki Nawipa dalam keterangan yang diterima Kompas.com, Kamis (6/3/2025).
Meki Nawipa dan Deinas Geley tiba di Kabupaten Nabire, ibu kota Provinsi Papua Tengah, pada Rabu (5/3/2025). Keduanya disambut dengan sederhana dan didoakan oleh para pemuka agama agar dimampukan memimpin Papua Tengah selama lima tahun ke depan. Meskipun tinggal serumah, Meki menegaskan bahwa hal ini merupakan bagian dari komitmen mereka untuk membangun provinsi baru tersebut. “Tinggal serumah justru memudahkan proses pembangunan dalam meletakkan fondasi pertama yang kokoh dan kuat di daerah otonomi baru (DOB) Papua Tengah,” ujar mantan Bupati Paniai ini.
Sejak dimekarkan, Papua Tengah telah dipimpin oleh dua penjabat gubernur, yaitu Ribka Haluk (11 November 2022 – 18 Oktober 2024) dan Anwar Harun Damanik (18 Oktober 2024 – 20 Februari 2025). Namun, selama kepemimpinan keduanya, belum ada rumah dinas yang disiapkan bagi gubernur dan wakil gubernur.






