JAKARTA – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) menetapkan target ambisius untuk menempatkan 425 ribu Warga Negara Indonesia (WNI) bekerja di luar negeri pada tahun 2025. Target ini meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 297 ribu orang, atau bertambah sekitar 128 ribu orang.
Wakil Menteri P2MI, Christina Aryani, mengungkapkan hal tersebut saat membuka acara Jakarta Job Fair “Bersama Jakarta Timur, Bersinar Karirmu” gelombang pertama di Tamini Square, Jakarta Timur, Rabu (27/02/2025).
Christina menyatakan bahwa target ini sangat mungkin tercapai mengingat tingginya permintaan tenaga kerja dari luar negeri.
“Pada tahun 2024, permintaan tenaga kerja dari luar negeri mencapai 1,3 juta orang. Meski belum bisa memenuhi seluruh permintaan tersebut, kami berharap dengan kolaborasi lintas sektor, target penempatan 425 ribu WNI pada 2025 dapat tercapai,” ujar Christina.
Christina juga menyoroti fenomena tagar “Kabur Aja Dulu” yang viral di media sosial. Dia mengajak masyarakat untuk mengubah pola pikir dan memandang pekerjaan di luar negeri sebagai peluang yang menjanjikan dan aman jika dilakukan secara legal.
“Kita perlu mengubah pola pikir masyarakat. Daripada sekadar ‘kabur’ tanpa tujuan, lebih baik memilih opsi bekerja di luar negeri secara resmi. Mari kita ganti tagarnya menjadi #KerjaDiLuarNegeriDulu. Ini adalah salah satu opsi yang bisa memberikan manfaat besar,” jelasnya.
Dia menambahkan bahwa pekerjaan di luar negeri bukan hanya tentang mencari penghasilan, tetapi juga tentang pengembangan keterampilan dan pengalaman internasional yang dapat bermanfaat bagi masa depan.
Christina menekankan pentingnya kolaborasi antarlembaga untuk mengatasi masalah pengangguran dan rendahnya keterampilan tenaga kerja. Hal ini sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 165 Tahun 2024 yang menempatkan semua urusan pekerja migran di bawah satu kementerian, yaitu Kementerian P2MI.
“Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan agar kolaborasi dan sinergi antarlembaga menjadi kunci utama dalam meningkatkan lapangan kerja berkualitas. Ini adalah bagian dari upaya mewujudkan visi Astacita Presiden dan Wakil Presiden,” ucapnya.
Christina juga mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati terhadap penipuan lowongan kerja daring yang menawarkan gaji tinggi dengan syarat yang terlalu mudah. Dia menegaskan bahwa tawaran pekerjaan yang tidak masuk akal, seperti gaji besar tanpa syarat khusus, biasanya adalah penipuan.
“Jika ada tawaran kerja di luar negeri dengan gaji 1.000 dolar tanpa syarat apa pun, itu pasti palsu. Masyarakat harus selalu memverifikasi informasi melalui saluran resmi seperti Instagram Kementerian P2MI atau datang langsung ke Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI),” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyediakan 2.000 lowongan kerja dalam Jakarta Job Fair yang digelar selama dua hari, mulai Rabu hingga Kamis (27/2). Sebanyak 40 perusahaan dari berbagai bidang, seperti asuransi, otomotif, ritel, dan jasa, turut berpartisipasi dalam acara ini.
“Kami berharap job fair ini dapat menjadi wadah yang efektif untuk mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan, sekaligus membuka peluang baru bagi masyarakat,” kata Christina.
Acara ini juga dihadiri oleh Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) serta Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) Jakarta, yang turut memberikan informasi dan pelatihan bagi para pencari kerja.






