MIMIKA – Meki Fritz Nawipa, pria kelahiran Enarotali, Kabupaten Paniai, Papua Tengah, telah mencetak sejarah baru dengan menjadi gubernur definitif pertama Provinsi Papua Tengah. Perjalanan Meki dari seorang pilot perintis hingga menduduki kursi kepemimpinan tertinggi di Papua Tengah menunjukkan tekad dan dedikasi luar biasa dalam melayani masyarakat.
Sejak awal kariernya, Meki dikenal sebagai pilot pesawat perintis yang melayani daerah terpencil di Papua. Setelah menempuh pendidikan dasar di Paniai, ia melanjutkan studi ke SMA Negeri 5 Jayapura sebelum akhirnya mengenyam pendidikan di Bible College of Victoria, yang sekarang disebut Melbourne School of Theology di Australia. Hasratnya dalam dunia penerbangan membawanya ke Deraya Flying School di Halim serta MAAF Flight Training Center di Papua Nugini. Sejak tahun 2008, Meki telah menerbangkan berbagai maskapai perintis, seperti MAAF, Susi Air, Alfa Trans, hingga Tariku Aviation.
Pada 2018, Meki memutuskan untuk beralih ke dunia politik dengan mencalonkan diri sebagai Bupati Paniai bersama Oktopianus Gobai. Kemenangan mereka dalam Pilkada 2018 membawa Meki menjabat sebagai Bupati Paniai periode 2018-2023, di mana ia dikenal atas kebijakan yang memprioritaskan masyarakat asli Papua, termasuk keberhasilannya meloloskan CPNS 100 persen untuk Orang Asli Papua (OAP).
Selama menjabat sebagai Bupati Paniai, Meki menunjukkan komitmen yang kuat terhadap pembangunan daerah. Ia berfokus pada infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, ia juga aktif dalam penyelesaian konflik sosial di Paniai dengan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mencapai perdamaian dan stabilitas.
Meki juga dikenal sebagai advokat hak asasi manusia dan kesejahteraan suku asli Papua, berbicara atas nama masyarakat yang membutuhkan perlindungan dan perhatian. Kepemimpinannya yang transparan dan akuntabel menjadi salah satu keunggulannya, dengan memastikan penggunaan anggaran dan sumber daya publik dilakukan dengan baik. Ia juga berkolaborasi dengan pemerintah pusat, lembaga swadaya masyarakat, dan sektor swasta untuk memajukan Paniai.
Pemekaran Papua Tengah berdasarkan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2022 membuka peluang baru bagi Meki. Pada Pilkada serentak 2024, ia mencalonkan diri sebagai gubernur Papua Tengah dengan menggandeng Deinas Geley sebagai calon wakil gubernur. Didukung oleh koalisi PDIP, PAN, PBB, PPP, dan PKN, pasangan ini akhirnya memenangkan pemilihan dengan perolehan 502.624 suara berdasarkan SK KPU Papua Tengah.
Keberhasilan Meki dan Deinas sempat menghadapi tantangan hukum dari pasangan lain di Mahkamah Konstitusi (MK). Namun, gugatan tersebut tidak berlanjut setelah MK menolak perkara karena kurangnya bukti yang kuat. Pada 6 Februari 2025, KPU Papua Tengah secara resmi menetapkan Meki-Deinas sebagai gubernur dan wakil gubernur terpilih untuk periode 2025-2030.
Pelantikan Meki Nawipa dan Deinas Geley dijadwalkan berlangsung pada 20 Februari 2025 di Istana Merdeka, Jakarta, dengan Presiden Prabowo Subianto yang akan mengambil sumpah jabatan mereka. Meki menyampaikan rasa syukur atas dukungan masyarakat Papua Tengah dan menegaskan bahwa kemenangan ini merupakan hasil dari kepercayaan rakyat.
“Kami tidak memiliki modal besar, tidak banyak yang mengira kami bisa menang, tetapi Tuhan, alam, dan masyarakat Papua Tengah telah memberikan restunya,” ujar Meki dalam sebuah wawancara pada Desember 2024 lalu.
Sebagai gubernur pertama Papua Tengah yang dipilih secara demokratis, Meki Nawipa diharapkan mampu membawa perubahan signifikan, terutama dalam pembangunan infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat asli Papua.






