Menu

Mode Gelap
Komite IV DPD RI Siapkan Uji Kelayakan dan Kepatutan 23 Calon Anggota BPK Periode 2026–2031 Anggota BULD DPD RI Wilhelmus Pigai Soroti Pemerataan Pendidikan di Papua Wilhelmus Pigai: APBN 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat Daerah HUT ke-81 MPR-DPR, DPD Dorong Parlemen Perkuat Kolaborasi dan Aspirasi Rakyat IKB PMKJ Jabodetabek Tempa Generasi Muda Jayawijaya Jadi Calon Pemimpin Papua Wilhelmus Pigai Serahkan Hadiah Quiz HUT ke-81 RI untuk Pelajar hingga Mahasiswa

Headline

Indonesia dan Tiongkok Perkuat Sinergi dalam Pendidikan Tinggi dan Riset

adminbadge-check


					Mendiktisaintek Satryo dan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan Perbesar

Mendiktisaintek Satryo dan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan

JAKARTA – Indonesia dan Tiongkok semakin mempererat kerja sama dalam bidang pendidikan tinggi dan riset sebagai upaya menghadapi tantangan global yang dinamis. Dalam acara malam silaturahmi. Senin (17/02/2025).

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menegaskan komitmennya untuk memperluas kolaborasi strategis di bidang inovasi teknologi, riset, serta pengembangan akademik.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Satryo Soemantri Brodjonegoro, dalam sambutannya menekankan pentingnya kemitraan dengan Tiongkok dalam meningkatkan kualitas riset dan pendidikan di perguruan tinggi Indonesia. “Tiongkok memiliki keunggulan dalam riset yang dapat berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi kedua negara. Kolaborasi ini sejalan dengan visi Presiden RI untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan menjadikan pendidikan tinggi sebagai motor penggerak ekonomi nasional,” ujar Satryo.

Sejauh ini, tercatat sebanyak 761 kesepakatan kerja sama telah terjalin antara perguruan tinggi Indonesia dan Tiongkok, mencakup berbagai aspek seperti pertukaran mahasiswa dan dosen, riset bersama, pengembangan kurikulum, serta pelatihan keterampilan. Salah satu program unggulan yang dijalankan adalah inisiatif “1+10+100+1000”, hasil kerja sama dengan Kemenko PMK dan Pendidikan Vokasi, yang mencakup pembukaan program studi teknologi kendaraan energi baru, kompetisi keterampilan profesional, pelatihan teknis, serta pemberian 1.000 beasiswa bagi mahasiswa Indonesia.

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, yang turut hadir dalam acara tersebut menegaskan bahwa hubungan erat antara Indonesia dan Tiongkok telah memberikan dampak positif dalam berbagai sektor, termasuk infrastruktur, perdagangan, dan pendidikan. “Indonesia dan Tiongkok bukan hanya mitra ekonomi, tetapi juga memiliki kepentingan strategis dalam membangun sumber daya manusia yang berdaya saing global. Kolaborasi ini merupakan langkah penting dalam menciptakan stabilitas kawasan serta mempercepat pertumbuhan ekonomi,” ujar Luhut.

Dalam menghadapi dinamika politik dan ekonomi internasional, kedua negara berkomitmen untuk terus mengedepankan prinsip saling memahami dan kerja sama yang saling menguntungkan. Satryo menambahkan bahwa perkembangan teknologi saat ini membuka peluang besar bagi kedua negara untuk memperdalam kemitraan dalam bidang riset dan pendidikan. “Dengan sinergi yang kuat, kita dapat memanfaatkan potensi ini untuk kemajuan bersama,” tutupnya.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dikendalikan dari Medsos, Jaringan Sabu-Ganja di Timika Dibongkar Polisi

18 September 2026 - 14:44 WIB

IMG 20260918 233821

LLDIKTI Wilayah XIV Visitasi Pendirian Institut Sains dan Kesehatan Anigou Nabire

18 September 2026 - 14:39 WIB

IMG 20260918 WA0118

Diduga Terlibat Cekcok, Pria di SP 5 Tewas Ditusuk Badik

18 September 2026 - 14:24 WIB

IMG 20260918 WA0082

Dewan Smart City Mimika Bahas Strategi Membangun Layanan Terintegrasi

18 September 2026 - 14:17 WIB

IMG 20260918 WA0034

Terduga Pelaku Pemerkosaan Tiga Warga Ditangkap Polres Mimika

18 September 2026 - 14:10 WIB

IMG 20260917 WA0128
Trending di Headline