Menu

Mode Gelap
Gubernur Papua Tengah Tetapkan BOSDA Pendidikan Gratis Tahun 2026, Ribuan Siswa Jadi Penerima Manfaat Bupati Yampit Nawipa, Kabupaten Paniai Raih Peringkat I Kinerja Penyaluran Dana Desa Terbaik di Papua Tengah Dinas Pendidikan Kabupaten Deiyai Imbau SMP dan SMA Terapkan Kebijakan Pendidikan Gratis Teladan Kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono IX Anggota DPD RI Wilhelmus Pigai Salurkan Bantuan Hewan Kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 H untuk Masjid Al-Fattah Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete

Headline

Aksi Tolak Program Makan Bergizi Gratis di Wamena Berujung Ketegangan

adminbadge-check


					Suasana saat aparat kepolisian membubarkan paksa siswa sma dan smp di Jalan Raya utama Hom- Hom depan jalan masuk Kampus II Yapis Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Senin, (17/2/2025). Perbesar

Suasana saat aparat kepolisian membubarkan paksa siswa sma dan smp di Jalan Raya utama Hom- Hom depan jalan masuk Kampus II Yapis Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Senin, (17/2/2025).

WAMENA – Ribuan pelajar di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, menggelar aksi demonstrasi menolak program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto, Senin, (17/2/2025).

Aksi yang awalnya berlangsung damai ini berujung ricuh setelah aparat kepolisian membubarkan massa dengan gas air mata.

Ribuan siswa SMP dan SMA sederajat dari berbagai sekolah di Wamena turun ke jalan sejak pagi hari, bergerak dari lingkungan sekolah masing-masing menuju kantor DPRD Jayawijaya untuk menyampaikan aspirasi. Mereka menuntut agar program MBG dihentikan dan anggarannya dialihkan untuk pendidikan gratis.

Namun, perjalanan mereka terhenti di depan Kampus II Yapis Wamena, di mana aparat kepolisian telah membentuk barikade. Sempat terjadi negosiasi antara perwakilan siswa dan petugas keamanan, tetapi tidak membuahkan hasil. Polisi meminta massa membubarkan diri, sementara pelajar bersikeras melanjutkan aksi mereka.

Ketegangan memuncak saat seorang petugas mencoba menegur salah satu siswa. Adu mulut berlanjut menjadi aksi dorong-mendorong, hingga akhirnya terjadi bentrokan antara siswa dan aparat. Polisi merespons dengan tembakan gas air mata dan peringatan ke udara, sementara massa aksi membalas dengan lemparan batu.

Seorang siswa yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa mereka hanya ingin menyampaikan aspirasi dengan damai.

“Kami datang untuk menyampaikan suara kami ke DPR, tetapi polisi menghadang dan menembakkan gas air mata. Kami tidak berniat anarkis,” ujarnya dilansir dari Tribun Papua.

Para pelajar menolak program makan gratis karena menganggapnya tidak aman.

“Kami takut makanan itu mengandung racun. Kami sudah dengar ada ribuan korban di Jawa. Kami hanya ingin pendidikan gratis, bukan makanan gratis,” kata seorang siswa lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, sejumlah pelajar masih bertahan di sekitar Jembatan Hom-Hom, Wamena Kota, sementara aparat keamanan tetap berjaga di lokasi.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dinsos Mimika Dorong Sinergi Instansi untuk Penanganan Anak Terlantar

22 Juni 2026 - 13:01 WIB

IMG 20260622 WA0041

Permudah Akses Dokumen Kependudukan, Disdukcapil Mimika Perkuat Dukcapil Siaga

22 Juni 2026 - 12:55 WIB

IMG 20260622 WA0000

HUT ke-18 Kabupaten Puncak, Pj Sekda Ajak Seluruh Elemen Bersatu Bangun Daerah dan Jaga Keamanan

22 Juni 2026 - 11:21 WIB

IMG 20260622 WA0160

Di Tengah Tantangan Zaman, Umat Tuhan Diminta Tetap Setia pada Firman Allah

22 Juni 2026 - 11:11 WIB

IMG 20260621 WA0052

Tokoh Hindu di Mimika Dukung Pendekatan Humanis Satgas Operasi Damai Cartenz

22 Juni 2026 - 11:06 WIB

IMG 20260622 WA0057
Trending di Headline