JAKARTA – Anggota DPD RI Provinsi Papua Tengah, Wilhelmus Pigai, meminta Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, untuk lebih memperhatikan kondisi pendidikan di Papua Tengah yang dinilai sangat memprihatinkan.
Hal ini disampaikanya dalam Rapat Kerja Komite III DPD RI dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) yang berlangsung di Ruang Sriwijaya, Gedung B DPD RI. Senin (03/01/2025).
Wilhelmus Pigai menegaskan bahwa permasalahan pendidikan di Papua Tengah sangat kompleks dan membutuhkan sinergi serta kolaborasi antara pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat.
“Kalau berbicara tentang masalah pendidikan di Papua, ini sangat rumit. Diperlukan kerja sama antara pemerintah daerah dan pusat agar bisa memberikan solusi nyata bagi masyarakat Papua Tengah,” ujar Wilhelmus Pigai.
Ia mengungkapkan bahwa angka putus sekolah di Papua Tengah saat ini mencapai 620.724 siswa. Selain itu, sarana dan prasarana pendidikan masih sangat minim dan perlu dibangun lebih banyak fasilitas untuk menunjang proses belajar mengajar.
Tidak hanya itu, Wilhelmus Pigai juga menyoroti kekurangan tenaga pendidik, khususnya guru honorer, yang masih menjadi masalah besar. Menurutnya, nasib para guru juga harus mendapatkan kejelasan agar dapat menjalankan tugasnya dengan baik.
Melalui rapat kerja ini, Wilhelmus Pigai berharap agar pemerintah pusat dapat segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki kondisi pendidikan di Papua Tengah dan memastikan bahwa anak-anak di Papua Tengah mendapatkan hak pendidikan yang layak.






