JAKARTA – Ketua Parlemen Singapura, Seah Kian Peng, menyampaikan keyakinannya bahwa Indonesia akan terus menjadi destinasi utama investasi bagi pengusaha Singapura. Hal ini diungkapkannya usai bertemu dengan Ketua DPD RI, Sultan Bakhtiar Najamudin. Jumat (24/1/2025).
“Indonesia memiliki potensi besar yang menjadikannya tempat strategis untuk investasi. Hubungan erat antara kedua negara, seperti yang terjalin melalui pertemuan produktif antara Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong, semakin memperkuat kepercayaan kami untuk terus berinvestasi,” ujar Seah.
Seah menambahkan bahwa Singapura telah menjadi penyumbang terbesar investasi asing langsung (FDI) di Indonesia selama beberapa tahun terakhir. Kendati tidak merinci target investasi ke depan, Seah optimistis hubungan bilateral yang kuat akan terus membuka peluang bagi sektor-sektor strategis di kedua negara.
Sementara itu, Sultan Bakhtiar Najamudin menegaskan bahwa di tengah ketidakpastian ekonomi dan politik global, Indonesia memerlukan dukungan dari investor luar, termasuk Singapura.
“Singapura adalah mitra strategis terbesar Indonesia dalam investasi asing langsung. Kami akan terus memperkuat kerja sama di tingkat parlemen, pemerintah, hingga rakyat kedua negara demi memastikan stabilitas dan keberlanjutan investasi,” ujar Sultan.
Dalam konteks yang lebih luas, Menteri Investasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, menargetkan investasi Singapura di Indonesia bisa melampaui angka US$63,17 miliar yang dicapai dalam periode 2019 hingga Juni 2024. Ia menyoroti pentingnya pengembangan sektor hilirisasi sumber daya alam, energi bersih, kesehatan, serta sumber daya manusia sebagai prioritas utama pemerintah Indonesia.
“Kami mendorong investasi yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga mendukung pembangunan berkelanjutan. Singapura memiliki pengalaman dan teknologi untuk membantu Indonesia dalam berbagai sektor strategis ini,” kata Rosan.






