Menu

Mode Gelap
Gubernur Papua Tengah Tetapkan BOSDA Pendidikan Gratis Tahun 2026, Ribuan Siswa Jadi Penerima Manfaat Bupati Yampit Nawipa, Kabupaten Paniai Raih Peringkat I Kinerja Penyaluran Dana Desa Terbaik di Papua Tengah Dinas Pendidikan Kabupaten Deiyai Imbau SMP dan SMA Terapkan Kebijakan Pendidikan Gratis Teladan Kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono IX Anggota DPD RI Wilhelmus Pigai Salurkan Bantuan Hewan Kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 H untuk Masjid Al-Fattah Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete

Headline

Preseden Prabowo Pangkas APBN Rp306 T, Lalu Apa Dampaknya Terhadap Ekonomi Indonesia ?

adminbadge-check


					Presiden RI, Prabowo Subianto Perbesar

Presiden RI, Prabowo Subianto

JAKARTA – Pemangkasan anggaran belanja pemerintah pusat sebesar Rp306,69 triliun sesuai Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 berpotensi memengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Presiden Prabowo Subianto meminta kementerian dan lembaga negara untuk memangkas belanja yang tidak menjadi prioritas, namun langkah ini dinilai dapat membawa risiko bila tidak dilakukan secara tepat.

Telisa Aulia Falianty, ekonom sekaligus Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (UI), menyatakan bahwa pengalihan anggaran yang tidak optimal, seperti dari belanja modal ke program dengan dampak ekonomi minimal, dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi.

“Misalnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki efek pengganda, begitu pula dengan perjalanan dinas. Namun, jika satu anggaran dikurangi untuk mendanai yang lain, dampak bersihnya harus benar-benar diteliti,” ujar Telisa dilansir dari CNBC Indonesia pada Jumat (24/01/2025).

Telisa menjelaskan bahwa kebijakan ini dapat menciptakan efek kontraktif pada tahap awal, sementara efek ekspansifnya membutuhkan waktu untuk terlihat. “Hal ini bisa menjadi risiko penurunan pertumbuhan ekonomi pada 2025,” tambahnya.

Ia juga menyoroti bahwa beberapa belanja yang dipangkas, seperti perjalanan dinas, sebelumnya berkontribusi langsung pada pertumbuhan sektor transportasi dan perhotelan. Jika anggaran tersebut dialokasikan hanya untuk program tertentu, potensi pertumbuhan sektor-sektor ini bisa hilang.

Senada dengan Telisa, ekonom sekaligus Direktur Eksekutif Indef, Esther Sri Astuti, menyatakan bahwa efisiensi anggaran memang diperlukan agar dana negara dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk masyarakat. Namun, ia menekankan pentingnya realokasi anggaran untuk program yang berdampak jangka panjang, seperti swasembada pangan dan energi.

“Asalkan anggaran dialokasikan untuk program jangka panjang dan menyasar kebutuhan masyarakat luas, seperti swasembada pangan dan energi, ini bisa menjadi langkah yang baik. Jangan sampai hanya digunakan untuk program sementara,” jelas Esther.

Ia juga menambahkan pentingnya evaluasi terhadap realokasi anggaran melalui indikator kinerja utama (key performance indicator) agar hasilnya lebih terukur. “Selama ini banyak anggaran dialokasikan ke belanja rutin. Jika lebih banyak diarahkan ke belanja modal, dampaknya akan lebih positif terhadap ekonomi,” ujarnya.

Berdasarkan Inpres 1/2025, efisiensi anggaran meliputi belanja operasional, pemeliharaan, perjalanan dinas, pembangunan infrastruktur, dan pengadaan peralatan. Namun, kebijakan ini tidak menyasar belanja pegawai maupun bantuan sosial, serta anggaran dari pinjaman, hibah, atau penerimaan negara bukan pajak tertentu.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Penampilan Kontingen Papua Tengah di Pesparawi Nasional XIV Tuai Apresiasi

23 Juni 2026 - 01:15 WIB

IMG 20260622 WA0058

Dinsos Mimika Dorong Sinergi Instansi untuk Penanganan Anak Terlantar

22 Juni 2026 - 13:01 WIB

IMG 20260622 WA0041

Permudah Akses Dokumen Kependudukan, Disdukcapil Mimika Perkuat Dukcapil Siaga

22 Juni 2026 - 12:55 WIB

IMG 20260622 WA0000

HUT ke-18 Kabupaten Puncak, Pj Sekda Ajak Seluruh Elemen Bersatu Bangun Daerah dan Jaga Keamanan

22 Juni 2026 - 11:21 WIB

IMG 20260622 WA0160

Di Tengah Tantangan Zaman, Umat Tuhan Diminta Tetap Setia pada Firman Allah

22 Juni 2026 - 11:11 WIB

IMG 20260621 WA0052
Trending di Headline