Menu

Mode Gelap
BULD DPD RI Uji Publik Regulasi Pendidikan Bali, Soroti Kewenangan Pusat dan Daerah Komite IV DPD RI Siapkan Uji Kelayakan dan Kepatutan 23 Calon Anggota BPK Periode 2026–2031 Anggota BULD DPD RI Wilhelmus Pigai Soroti Pemerataan Pendidikan di Papua Wilhelmus Pigai: APBN 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat Daerah HUT ke-81 MPR-DPR, DPD Dorong Parlemen Perkuat Kolaborasi dan Aspirasi Rakyat IKB PMKJ Jabodetabek Tempa Generasi Muda Jayawijaya Jadi Calon Pemimpin Papua

Headline

Pemerintah Kurangi Beban Guru untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan

adminbadge-check


					Pemerintah Kurangi Beban Guru untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan Perbesar

JAKARTA– Dalam langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, mengumumkan kebijakan baru yang bertujuan meringankan beban kerja guru. Kebijakan ini diharapkan dapat memungkinkan para guru lebih fokus pada tugas utama mereka, yaitu mendidik dan membentuk karakter siswa.

“Guru tidak lagi dibebani tugas administratif seperti mengunggah hasil kinerja. Tugas ini akan dialihkan kepada kepala sekolah. Dengan pola ini, guru dapat lebih konsentrasi mengajar,” ujar Abdul Mu’ti saat menghadiri peringatan Milad ke-112 Muhammadiyah di SD Muhammadiyah Mentok, Kabupaten Bangka Barat, Sabtu (18/1/2025) lalu.

Tak hanya soal beban kerja, pemerintah juga telah mengalokasikan dana besar untuk merenovasi lebih dari 10 ribu sekolah di seluruh Indonesia. Dana tersebut akan langsung ditransfer ke rekening sekolah penerima untuk memastikan kelancaran program rehabilitasi sarana dan prasarana.

Dalam hal peningkatan kompetensi, puluhan ribu guru yang belum memiliki gelar D4 atau S1 akan didorong menyelesaikan pendidikan mereka. Pemerintah juga menaikkan tunjangan sertifikasi guru tahun ini, langkah yang diharapkan dapat memotivasi kinerja para tenaga pendidik.

“Kesejahteraan guru menjadi prioritas, termasuk mendistribusikan guru ASN dan PPPK ke sekolah-sekolah swasta untuk pemerataan pendidikan,” tambahnya.

Kebijakan ini adalah bagian dari komitmen pemerintah untuk memberikan pendidikan yang merata dan berkualitas di seluruh Indonesia. Rumah-rumah pembelajaran akan terus dibuka untuk mendukung sarana belajar siswa, menjadikan pendidikan lebih inklusif dan mudah diakses.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap anak di Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang baik. Dengan guru yang fokus dan sarana yang memadai, kita dapat mencetak generasi yang unggul,” ujar Abdul Mu’ti penuh optimisme.

Berbagai kebijakan yang diterapkan ini mencerminkan keseriusan pemerintah dalam menciptakan sistem pendidikan yang mendukung potensi setiap anak bangsa. Dengan mengurangi beban administratif guru, meningkatkan kompetensi, serta menata sarana pendidikan, diharapkan Indonesia dapat menghasilkan generasi muda yang kompetitif dan mampu menghadapi tantangan masa depan.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dinkes Mimika Mendekatkan Diagnosis TB ke Warga Pesisir dan Pedalaman Mimika

19 September 2026 - 16:02 WIB

IMG 20260919 WA0010

300 Ekor Babi Disalurkan, Dinas Pertanian Deiyai Dorong Masyarakat Bangun Peternakan Mandiri

19 September 2026 - 15:56 WIB

IMG 20260919 WA0006

Trifena Tinal Resmi Pimpin Golkar Mimika, Konsolidasi Organisasi Jadi Tantangan Baru

19 September 2026 - 15:46 WIB

IMG 20260919 WA0011

10 Unit Rumah di Yang Murni Dipersoalkan, Pemuda Kamoro Minta Dinas Perumahan dan Distrik Wania Klarifikasi

19 September 2026 - 10:26 WIB

IMG 20260918 WA0049

Ketua LIRA Nabire Apresiasi Bupati Mesak Magai Selesaikan Polemik Pembangunan Lewat Dialog

19 September 2026 - 10:00 WIB

IMG 20260919 WA0003
Trending di News