JAKARTA – Suasana panas menyelimuti Kantor Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) saat puluhan Aparatur Sipil Negara (ASN) menggelar aksi protes terhadap Menteri Satryo Soemantri Brodjonegoro. Sorakan keras menggema saat Menteri Satryo melintas menuju mobil dinasnya yang berpelat RI-25 di area parkir gedung tersebut. Senin, (20/01/2025).
Dalam video yang beredar luas, terlihat Menteri Satryo, dengan mengenakan kemeja putih dan celana hitam, memilih untuk tetap berjalan tenang meski dikepung oleh desakan dan protes dari para ASN. Beberapa di antaranya bahkan berusaha menghadang mobil dinas yang ia tumpangi, sambil menyerukan tuntutan agar sang menteri segera mengundurkan diri.
Aksi tersebut tidak hanya berlangsung di area parkir, tetapi juga di lobi depan gedung Kemendikti Saintek. ASN yang kecewa membentangkan spanduk-spanduk bernada sindiran. Salah satu spanduk hitam bertuliskan, “Institusi negara bukan perusahaan pribadi Satryo dan istri.” Spanduk lain yang tak kalah mencolok bertuliskan, “Kami dibayar negara, bekerja untuk negara, bukan babu keluarga.”
Karangan bunga bernada sindiran juga terlihat berjajar rapi di pintu depan lobi, sebagian besar menyindir langsung kepemimpinan Menteri Satryo.
Salah satu ASN bernama NH, yang bertugas di bidang Prahum Ahli Muda dan Pj Rumah Tangga, mengungkap pengalaman pahitnya. NH mengaku diusir dari ruang kerjanya yang telah ia huni selama 24 tahun.
“Pimpinan tertinggi kami masuk ke ruangan di hadapan semua orang dan mengusir saya keluar,” ungkap NH dalam keterangannya.
Menurut NH, konflik bermula dari persoalan sepele, yakni meja kerja di ruangan lantai 18 yang dianggap perlu diganti karena “tidak menghormati”.
Meski dikelilingi protes, Menteri Satryo memilih untuk tetap bungkam. Petugas keamanan sigap membuka jalan bagi mobilnya untuk meninggalkan lokasi. Namun, aksi protes terus berlanjut dengan suara gemuruh yang menggema hingga rekaman video berakhir.
Aksi ini memperlihatkan ketegangan yang kian meningkat antara Menteri Satryo dan ASN di lingkup Kemendikti Saintek. Tuntutan utama mereka adalah agar Menteri Satryo segera melakukan perubahan cara kerja yang lebih adil dan transparan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak kementerian terkait insiden ini.






