Menu

Mode Gelap
Gubernur Papua Tengah Tetapkan BOSDA Pendidikan Gratis Tahun 2026, Ribuan Siswa Jadi Penerima Manfaat Bupati Yampit Nawipa, Kabupaten Paniai Raih Peringkat I Kinerja Penyaluran Dana Desa Terbaik di Papua Tengah Dinas Pendidikan Kabupaten Deiyai Imbau SMP dan SMA Terapkan Kebijakan Pendidikan Gratis Teladan Kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono IX Anggota DPD RI Wilhelmus Pigai Salurkan Bantuan Hewan Kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 H untuk Masjid Al-Fattah Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete

News

Natalius Pigai: Pimpinan TNI, Polri, dan Perbakin Harus Fokus pada Penyalahgunaan Senjata

adminbadge-check


					Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai Perbesar

Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai

JAKARTA – Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai menegaskan perlunya perhatian serius dari pimpinan TNI, Polri, dan Perbakin terkait penyalahgunaan senjata yang semakin marak. Ia menyoroti sejumlah insiden penembakan yang terjadi belakangan ini, termasuk peristiwa di rest area Tol Tangerang-Merak dan kasus penembakan seorang pengacara di Bone, Sulawesi Selatan.

“Penyalahgunaan senjata ini, baik oleh aparat maupun masyarakat sipil, adalah isu serius yang harus menjadi perhatian utama para pemimpin TNI, Polri, dan Perbakin,” ujar Pigai melalui Kabag TU, Protokol, dan Humas Kementerian HAM, Jumat (3/1/2025) malam.

Pigai menegaskan bahwa penggunaan senjata api harus mengikuti aturan dan prosedur ketat yang telah ditetapkan. Ia meminta agar dilakukan evaluasi menyeluruh untuk mencegah penyimpangan.

“Pelanggaran terhadap prosedur dan peruntukan penggunaan senjata ini tidak bisa dibiarkan. Diperlukan evaluasi total untuk memastikan penggunaan senjata sesuai dengan legalitas dan tanggung jawab yang jelas,” tegasnya.

Menurut Pigai, penyalahgunaan senjata tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga menjadi ancaman serius bagi hak asasi manusia dan stabilitas sosial. “Penggunaan senjata yang sembarangan tidak hanya menimbulkan ketakutan di masyarakat, tetapi juga mengancam hak hidup setiap individu,” imbuhnya.

Ia mengingatkan bahwa salah satu prinsip hak asasi manusia adalah kebebasan dari rasa takut atau freedom of fears. “Negara memiliki kewajiban melindungi warganya dari ancaman semacam ini. Insiden-insiden tersebut harus dihentikan agar masyarakat merasa aman,” ujarnya.

Terkait dugaan keterlibatan aparat TNI dalam salah satu kasus penembakan, Pigai menyerukan pengusutan yang transparan dan adil. “Aparat harus bertindak profesional dalam menyelesaikan kasus ini. Keadilan bagi korban harus menjadi prioritas,” pungkasnya.

 

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Penampilan Kontingen Papua Tengah di Pesparawi Nasional XIV Tuai Apresiasi

23 Juni 2026 - 01:15 WIB

IMG 20260622 WA0058

Dinsos Mimika Dorong Sinergi Instansi untuk Penanganan Anak Terlantar

22 Juni 2026 - 13:01 WIB

IMG 20260622 WA0041

Permudah Akses Dokumen Kependudukan, Disdukcapil Mimika Perkuat Dukcapil Siaga

22 Juni 2026 - 12:55 WIB

IMG 20260622 WA0000

HUT ke-18 Kabupaten Puncak, Pj Sekda Ajak Seluruh Elemen Bersatu Bangun Daerah dan Jaga Keamanan

22 Juni 2026 - 11:21 WIB

IMG 20260622 WA0160

Di Tengah Tantangan Zaman, Umat Tuhan Diminta Tetap Setia pada Firman Allah

22 Juni 2026 - 11:11 WIB

IMG 20260621 WA0052
Trending di Headline