Menu

Mode Gelap
Perkuat Layanan Kesehatan di Pedalaman, Wilhelmus Pigai Serahkan Bantuan Obat Kemenkes RI ke Puskesmas Wangbe 700 Pelari Meriahkan Bhayangkara Fun Run 5K, Wujud Sinergi Polda Papua Tengah dan DPD BMP RI OPINI : Menggugat ke PTUN Tak Cukup Bermodal Somasi TKT Group Timika Raih 15 Medali di Thyres Taekwondo Championship 2026 Ekspor Perdana Hasil Laut Mimika Jadi Langkah Baru Papua Tengah Menembus Pasar Global Pendidikan Jadi Kunci Masa Depan Papua, Meki Nawipa Apresiasi Beasiswa Puncak Cerdas

News

Natalius Pigai: Pimpinan TNI, Polri, dan Perbakin Harus Fokus pada Penyalahgunaan Senjata

adminbadge-check


					Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai Perbesar

Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai

JAKARTA – Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai menegaskan perlunya perhatian serius dari pimpinan TNI, Polri, dan Perbakin terkait penyalahgunaan senjata yang semakin marak. Ia menyoroti sejumlah insiden penembakan yang terjadi belakangan ini, termasuk peristiwa di rest area Tol Tangerang-Merak dan kasus penembakan seorang pengacara di Bone, Sulawesi Selatan.

“Penyalahgunaan senjata ini, baik oleh aparat maupun masyarakat sipil, adalah isu serius yang harus menjadi perhatian utama para pemimpin TNI, Polri, dan Perbakin,” ujar Pigai melalui Kabag TU, Protokol, dan Humas Kementerian HAM, Jumat (3/1/2025) malam.

Pigai menegaskan bahwa penggunaan senjata api harus mengikuti aturan dan prosedur ketat yang telah ditetapkan. Ia meminta agar dilakukan evaluasi menyeluruh untuk mencegah penyimpangan.

“Pelanggaran terhadap prosedur dan peruntukan penggunaan senjata ini tidak bisa dibiarkan. Diperlukan evaluasi total untuk memastikan penggunaan senjata sesuai dengan legalitas dan tanggung jawab yang jelas,” tegasnya.

Menurut Pigai, penyalahgunaan senjata tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga menjadi ancaman serius bagi hak asasi manusia dan stabilitas sosial. “Penggunaan senjata yang sembarangan tidak hanya menimbulkan ketakutan di masyarakat, tetapi juga mengancam hak hidup setiap individu,” imbuhnya.

Ia mengingatkan bahwa salah satu prinsip hak asasi manusia adalah kebebasan dari rasa takut atau freedom of fears. “Negara memiliki kewajiban melindungi warganya dari ancaman semacam ini. Insiden-insiden tersebut harus dihentikan agar masyarakat merasa aman,” ujarnya.

Terkait dugaan keterlibatan aparat TNI dalam salah satu kasus penembakan, Pigai menyerukan pengusutan yang transparan dan adil. “Aparat harus bertindak profesional dalam menyelesaikan kasus ini. Keadilan bagi korban harus menjadi prioritas,” pungkasnya.

 

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

SMKS Kesehatan Anigou Nabire Gelar MPLS 2026, Tanamkan Kemandirian dan Semangat Berprestasi bagi Peserta Didik Baru

14 Juli 2026 - 07:06 WIB

IMG 20260714 WA0141

Resmi Jabat Kapolres Mimika, AKBP Alredo Prioritaskan Keberlanjutan Program dan Peningkatan Pelayanan Kepada Masyarakat

14 Juli 2026 - 07:01 WIB

IMG 20260714 WA0136

Sentuhan Adat dan Pedang Pora Warnai Penyambutan Kapolres Mimika AKBP Alredo Rumbiak

14 Juli 2026 - 06:56 WIB

IMG 20260714 WA0117

Pemkab Deiyai Lepas 20 Putra-Putri Terbaik Menempuh Pendidikan di Mepa Boarding School Nabire

13 Juli 2026 - 12:48 WIB

IMG 20260713 WA0154

Kapolda Papua Tengah Lantik Irwasda, Dansat Brimob, Karorena dan Dua Kapolres

13 Juli 2026 - 12:37 WIB

IMG 20260713 WA0126
Trending di Headline