Menu

Mode Gelap
Perkuat Layanan Kesehatan di Pedalaman, Wilhelmus Pigai Serahkan Bantuan Obat Kemenkes RI ke Puskesmas Wangbe 700 Pelari Meriahkan Bhayangkara Fun Run 5K, Wujud Sinergi Polda Papua Tengah dan DPD BMP RI OPINI : Menggugat ke PTUN Tak Cukup Bermodal Somasi TKT Group Timika Raih 15 Medali di Thyres Taekwondo Championship 2026 Ekspor Perdana Hasil Laut Mimika Jadi Langkah Baru Papua Tengah Menembus Pasar Global Pendidikan Jadi Kunci Masa Depan Papua, Meki Nawipa Apresiasi Beasiswa Puncak Cerdas

News

Ketua DPD RI Dorong Pemerintah Perkuat Peran BUMDes sebagai Koperasi Produksi

adminbadge-check


					Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Sultan B Najamuddin, Perbesar

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Sultan B Najamuddin,

JAKARTA – Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Sultan B Najamuddin, mengajak Pemerintah untuk lebih serius mengoptimalkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai basis pengembangan koperasi produksi. Menurutnya, koperasi produksi adalah solusi strategis untuk memperkuat perekonomian desa sekaligus mendukung program-program unggulan nasional.

“Koperasi adalah soko guru perekonomian nasional. Untuk itu, kami mendorong Pemerintah mengembangkan lebih banyak koperasi produksi di tingkat desa dengan melibatkan BUMDes. Koperasi produksi dapat menjadi pilar penting untuk program strategis seperti Makan Bergizi Gratis dan program transmigrasi,” ujar Sultan dalam keterangan persnya, Jumat (27/12).

Sultan menegaskan bahwa pembangunan koperasi produksi tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab Kementerian Koperasi dan UKM semata. Perlu ada sinergi lintas kementerian, seperti Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta kementerian lain yang relevan.

“Agar koperasi benar-benar menjadi mesin penggerak ekonomi daerah, diperlukan kolaborasi gotong royong antar kementerian. Semua pihak harus bergerak bersama,” katanya.

Selain aspek kelembagaan, Sultan juga menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas manajerial koperasi. Dia menyarankan agar koperasi melibatkan generasi muda yang melek teknologi dan memanfaatkan pendekatan digitalisasi untuk mempercepat inovasi dan efisiensi operasional.

“Kita bisa belajar dari negara-negara maju seperti Selandia Baru, di mana koperasi produksi menjadi kekuatan ekonomi yang bahkan mampu bersaing dengan korporasi besar,” jelas Sultan.

Ia juga mencontohkan keberhasilan koperasi susu sapi di Jawa Barat sebagai model koperasi produksi yang layak untuk dikembangkan lebih luas di berbagai daerah di Indonesia. “Kita perlu menggandakan model seperti ini dengan integrasi teknologi dan digitalisasi yang lebih baik ke depannya,” tambahnya.

Dalam konteks Musyawarah Nasional Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin), Sultan berharap forum tersebut menghasilkan gagasan dan strategi inovatif untuk menciptakan koperasi yang lebih maju, produktif, dan modern. “Saya optimis koperasi Indonesia dapat menjadi lokomotif pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” tutupnya.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemkab Deiyai Lepas 20 Putra-Putri Terbaik Menempuh Pendidikan di Mepa Boarding School Nabire

13 Juli 2026 - 12:48 WIB

IMG 20260713 WA0154

Kapolda Papua Tengah Lantik Irwasda, Dansat Brimob, Karorena dan Dua Kapolres

13 Juli 2026 - 12:37 WIB

IMG 20260713 WA0126

ASN dan Non-ASN Papua Tengah Ikuti Ibadah Oikumene, Ketua FKUB Ajak Serahkan Beban kepada Tuhan

13 Juli 2026 - 12:16 WIB

IMG 20260713 WA0108

Pulang ke Kampung Halaman, Bung Mecky Dirikan Rumah Inspirasi Kebadabi untuk Bangun Generasi Muda Papua

13 Juli 2026 - 12:11 WIB

IMG 20260713 WA0107

Kapolda Papua Tengah: Polisi Terus Imbau Warga Jauhi Titik Konflik di Intan Jaya

13 Juli 2026 - 12:08 WIB

IMG 20260713 WA0041
Trending di Headline