Menu

Mode Gelap
Natalius Pigai Serukan Model Demokrasi Tanpa Sekat: Pelajaran dari Papua untuk Indonesia Batas Aktivasi Rekening PIP 2025 Resmi Diperpanjang hingga 13 Maret 2026 Komite III DPD RI Apresiasi Program Kemenkes, OAP Papua Diprioritaskan Jadi Tenaga Medis OPINI : Saat Vatikan Menjaga Jarak, Indonesia Memasuki Arena Natalius Pigai: Komnas HAM Akan Bekerja Seperti KPK, Boleh Bentuk Unit Penyidikan HAM Wilhelmus Pigai Fasilitasi Nobar Refleksi 1 Tahun Kepemimpinan Papua Tengah, Libatkan Siswa dan Mahasiswa

News

APBN Tak Cukup, Maruarar Sirait Jajaki Kerja Sama dengan Bank Dunia untuk Program 3 Juta Rumah

adminbadge-check


					Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait Perbesar

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait

Jakarta – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, tengah mengupayakan kerja sama dengan Bank Dunia guna mendukung realisasi program ambisius pembangunan 3 juta rumah per tahun. Langkah ini diambil karena keterbatasan anggaran Kementerian PKP, yang hanya mencapai Rp 5,27 triliun untuk tahun 2025.

“Dengan hanya mengandalkan APBN, kami hanya mampu membangun sekitar 257 ribu rumah,” ungkap Maruarar, yang akrab disapa Ara, dalam keterangannya pada Ahad, 15 Desember 2024. Ia sebelumnya bertemu delegasi Bank Dunia di kantornya pada Jumat, 13 Desember 2024, untuk membahas kemungkinan kolaborasi.

Ara menjelaskan bahwa minimnya anggaran menuntut inovasi strategis dan teknis agar target Presiden Prabowo Subianto, yaitu pembangunan 3 juta rumah per tahun, dapat tercapai. “Kita perlu terobosan yang mengintegrasikan sumber daya publik dan privat, baik dari dalam maupun luar negeri,” katanya.

Country Director Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor-Leste, Carolyn Turk, menyatakan kesiapan organisasinya mendukung program ini. Selain menyediakan pinjaman, Bank Dunia juga menawarkan bantuan berupa kerja-kerja analitis yang mencakup pengumpulan dan pengolahan data, perumusan kebijakan, serta pengawasan implementasi program.

“Analisis data ini akan membantu merumuskan target penerima manfaat dan mengatasi berbagai isu teknis di lapangan,” ujar Carolyn. Ia menambahkan bahwa pendekatan ini juga mencakup penyusunan sistem monitoring dan evaluasi yang kuat, terutama karena program ini melibatkan pemerintah daerah dalam proses desentralisasi.

Menurut Carolyn, keberhasilan program ini sangat bergantung pada kolaborasi lintas sektor. “Keterlibatan sektor publik, privat, serta pelaku bisnis domestik dan internasional adalah kunci utama untuk mewujudkan pembangunan 3 juta rumah,” tegasnya.

Langkah Kementerian PKP ini diharapkan mampu mempercepat realisasi target pembangunan perumahan di Indonesia, sekaligus memberikan solusi atas tantangan besar yang dihadapi dalam sektor perumahan rakyat.

 

 

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemuda Katolik Komcab Paniai Gelar Diskusi dan Konsolidasi Menuju Rakercab I

10 Maret 2026 - 15:00 WIB

IMG 20260310 WA0258

Loka POM Intensifkan Pengawasan Pangan di Mimika Jelang Idulfitri

10 Maret 2026 - 14:44 WIB

IMG 20260310 WA0091

Modal Kemenangan Telak, Persipani Paniai Siap Hadang Juara Bertahan

10 Maret 2026 - 14:30 WIB

IMG 20260310 WA0262

Wagub Papua Tengah Pimpin Rakor Lintas Sektoral Operasi “Ketupat Noken” 2026 di Nabire

10 Maret 2026 - 14:25 WIB

IMG 20260310 WA0082

Pemda Dogiyai Bentuk Tim Harmonisasi Konflik Kapiraya, Dua Pesawat Dikirim Verifikasi Batas Adat

10 Maret 2026 - 14:13 WIB

IMG 20260310 WA0228
Trending di Headline