Menu

Mode Gelap
Perkuat Layanan Kesehatan di Pedalaman, Wilhelmus Pigai Serahkan Bantuan Obat Kemenkes RI ke Puskesmas Wangbe 700 Pelari Meriahkan Bhayangkara Fun Run 5K, Wujud Sinergi Polda Papua Tengah dan DPD BMP RI OPINI : Menggugat ke PTUN Tak Cukup Bermodal Somasi TKT Group Timika Raih 15 Medali di Thyres Taekwondo Championship 2026 Ekspor Perdana Hasil Laut Mimika Jadi Langkah Baru Papua Tengah Menembus Pasar Global Pendidikan Jadi Kunci Masa Depan Papua, Meki Nawipa Apresiasi Beasiswa Puncak Cerdas

News

APBN Tak Cukup, Maruarar Sirait Jajaki Kerja Sama dengan Bank Dunia untuk Program 3 Juta Rumah

adminbadge-check


					Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait Perbesar

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait

Jakarta – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, tengah mengupayakan kerja sama dengan Bank Dunia guna mendukung realisasi program ambisius pembangunan 3 juta rumah per tahun. Langkah ini diambil karena keterbatasan anggaran Kementerian PKP, yang hanya mencapai Rp 5,27 triliun untuk tahun 2025.

“Dengan hanya mengandalkan APBN, kami hanya mampu membangun sekitar 257 ribu rumah,” ungkap Maruarar, yang akrab disapa Ara, dalam keterangannya pada Ahad, 15 Desember 2024. Ia sebelumnya bertemu delegasi Bank Dunia di kantornya pada Jumat, 13 Desember 2024, untuk membahas kemungkinan kolaborasi.

Ara menjelaskan bahwa minimnya anggaran menuntut inovasi strategis dan teknis agar target Presiden Prabowo Subianto, yaitu pembangunan 3 juta rumah per tahun, dapat tercapai. “Kita perlu terobosan yang mengintegrasikan sumber daya publik dan privat, baik dari dalam maupun luar negeri,” katanya.

Country Director Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor-Leste, Carolyn Turk, menyatakan kesiapan organisasinya mendukung program ini. Selain menyediakan pinjaman, Bank Dunia juga menawarkan bantuan berupa kerja-kerja analitis yang mencakup pengumpulan dan pengolahan data, perumusan kebijakan, serta pengawasan implementasi program.

“Analisis data ini akan membantu merumuskan target penerima manfaat dan mengatasi berbagai isu teknis di lapangan,” ujar Carolyn. Ia menambahkan bahwa pendekatan ini juga mencakup penyusunan sistem monitoring dan evaluasi yang kuat, terutama karena program ini melibatkan pemerintah daerah dalam proses desentralisasi.

Menurut Carolyn, keberhasilan program ini sangat bergantung pada kolaborasi lintas sektor. “Keterlibatan sektor publik, privat, serta pelaku bisnis domestik dan internasional adalah kunci utama untuk mewujudkan pembangunan 3 juta rumah,” tegasnya.

Langkah Kementerian PKP ini diharapkan mampu mempercepat realisasi target pembangunan perumahan di Indonesia, sekaligus memberikan solusi atas tantangan besar yang dihadapi dalam sektor perumahan rakyat.

 

 

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pembukaan Turnamen Futsal HUT RI ke-81 Deiyai Digelar Besok, ASN Diajak Ramaikan Kegiatan

14 Juli 2026 - 13:23 WIB

IMG 20260714 WA0182

Papua Tengah Perkuat Basis Data Industri, Tim Provinsi Lakukan Pendataan Tenaga Kerja di Deiyai

14 Juli 2026 - 13:18 WIB

IMG 20260714 WA0179

DPMK Deiyai Perkuat Program Ekina Tonawi, 67 Kampung Kembali Terima Bantuan Pakan Ternak Babi

14 Juli 2026 - 13:09 WIB

IMG 20260714 WA0175

Bupati Dogiyai Pastikan Gaji Honorer Tetap Dibayar Hingga Akhir 2026, Siapkan Solusi Jelang Penghapusan Status Non-ASN

14 Juli 2026 - 11:55 WIB

IMG 20260714 WA0162

MPLS SMK Negeri 2 Nabire, Dinas Pendidikan Ingatkan Bahaya Bullying dan Penyalahgunaan Media Sosial

14 Juli 2026 - 11:51 WIB

IMG 20260714 WA0156
Trending di Headline