Menu

Mode Gelap
Gubernur Papua Tengah Tetapkan BOSDA Pendidikan Gratis Tahun 2026, Ribuan Siswa Jadi Penerima Manfaat Bupati Yampit Nawipa, Kabupaten Paniai Raih Peringkat I Kinerja Penyaluran Dana Desa Terbaik di Papua Tengah Dinas Pendidikan Kabupaten Deiyai Imbau SMP dan SMA Terapkan Kebijakan Pendidikan Gratis Teladan Kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono IX Anggota DPD RI Wilhelmus Pigai Salurkan Bantuan Hewan Kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 H untuk Masjid Al-Fattah Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete

News

APBN Tak Cukup, Maruarar Sirait Jajaki Kerja Sama dengan Bank Dunia untuk Program 3 Juta Rumah

adminbadge-check


					Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait Perbesar

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait

Jakarta – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, tengah mengupayakan kerja sama dengan Bank Dunia guna mendukung realisasi program ambisius pembangunan 3 juta rumah per tahun. Langkah ini diambil karena keterbatasan anggaran Kementerian PKP, yang hanya mencapai Rp 5,27 triliun untuk tahun 2025.

“Dengan hanya mengandalkan APBN, kami hanya mampu membangun sekitar 257 ribu rumah,” ungkap Maruarar, yang akrab disapa Ara, dalam keterangannya pada Ahad, 15 Desember 2024. Ia sebelumnya bertemu delegasi Bank Dunia di kantornya pada Jumat, 13 Desember 2024, untuk membahas kemungkinan kolaborasi.

Ara menjelaskan bahwa minimnya anggaran menuntut inovasi strategis dan teknis agar target Presiden Prabowo Subianto, yaitu pembangunan 3 juta rumah per tahun, dapat tercapai. “Kita perlu terobosan yang mengintegrasikan sumber daya publik dan privat, baik dari dalam maupun luar negeri,” katanya.

Country Director Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor-Leste, Carolyn Turk, menyatakan kesiapan organisasinya mendukung program ini. Selain menyediakan pinjaman, Bank Dunia juga menawarkan bantuan berupa kerja-kerja analitis yang mencakup pengumpulan dan pengolahan data, perumusan kebijakan, serta pengawasan implementasi program.

“Analisis data ini akan membantu merumuskan target penerima manfaat dan mengatasi berbagai isu teknis di lapangan,” ujar Carolyn. Ia menambahkan bahwa pendekatan ini juga mencakup penyusunan sistem monitoring dan evaluasi yang kuat, terutama karena program ini melibatkan pemerintah daerah dalam proses desentralisasi.

Menurut Carolyn, keberhasilan program ini sangat bergantung pada kolaborasi lintas sektor. “Keterlibatan sektor publik, privat, serta pelaku bisnis domestik dan internasional adalah kunci utama untuk mewujudkan pembangunan 3 juta rumah,” tegasnya.

Langkah Kementerian PKP ini diharapkan mampu mempercepat realisasi target pembangunan perumahan di Indonesia, sekaligus memberikan solusi atas tantangan besar yang dihadapi dalam sektor perumahan rakyat.

 

 

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tekan Kasus Malaria, 48 Kampung Bentuk Tim Pengendalian Malaria di Kabupaten Nabire

23 Juni 2026 - 07:06 WIB

IMG 20260622 WA0063

Penampilan Kontingen Papua Tengah di Pesparawi Nasional XIV Tuai Apresiasi

23 Juni 2026 - 01:15 WIB

IMG 20260622 WA0058

Dinsos Mimika Dorong Sinergi Instansi untuk Penanganan Anak Terlantar

22 Juni 2026 - 13:01 WIB

IMG 20260622 WA0041

Permudah Akses Dokumen Kependudukan, Disdukcapil Mimika Perkuat Dukcapil Siaga

22 Juni 2026 - 12:55 WIB

IMG 20260622 WA0000

HUT ke-18 Kabupaten Puncak, Pj Sekda Ajak Seluruh Elemen Bersatu Bangun Daerah dan Jaga Keamanan

22 Juni 2026 - 11:21 WIB

IMG 20260622 WA0160
Trending di Headline