TIMIKA – Ketua Forum Pemerhati Pembangunan Papua Tengah, Jack Jagong, menyerukan agar aparat keamanan, khususnya TNI dan Polri, bersikap netral dalam penyelenggaraan Pemilihan Gubernur Papua Tengah. Jack menegaskan pentingnya memberikan ruang bagi rakyat untuk menentukan pemimpinnya secara independen melalui mekanisme Demokrasi Noken.
“Kepada aparat negara, terutama TNI dan Polri, saya minta untuk tetap netral. Biarkan rakyat memilih pemimpin mereka dengan bebas tanpa tekanan,” ujar Jack dalam keterangan tertulisnya pada Kamis (5/12/2024).
Berdasarkan data yang dihimpun, pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Meki Nawipa-Deinas Geley sementara ini unggul dibandingkan tiga pasangan lainnya. Pasangan tersebut mendapatkan dukungan signifikan di sejumlah daerah strategis.
Jack mengungkapkan, pasangan Meki Nawipa-Deinas Geley berhasil meraih suara mayoritas di Kabupaten Dogiyai dengan perolehan 66.715 suara dari total Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 96.080. Di Deiyai, mereka mengamankan 41.471 suara, sedangkan di Paniai jumlah suara yang diraih mencapai 110.000.
Sementara itu, pleno rekapitulasi suara masih berlangsung di Nabire dan Timika. Namun, data sementara menunjukkan pasangan ini juga unggul di distrik Amungkalpia, Kabupaten Puncak, dengan total 3.674 suara.
Dengan dukungan yang diperoleh di berbagai kabupaten, Jack memprediksi pasangan Meki-Deinas akan keluar sebagai pemenang Pilgub Papua Tengah.
“Jika tren suara ini terus berlanjut hingga pleno selesai, dapat dikatakan Papua Tengah dimenangkan oleh pasangan Meki Nawipa-Deinas Geley,” ucap Jack.
Jack mengapresiasi antusiasme masyarakat dalam mendukung proses demokrasi di Papua Tengah. Ia juga berharap agar tahapan selanjutnya dapat berjalan dengan damai, transparan, dan tanpa gangguan.
Selain pasangan Meki-Deinas, tiga kandidat lainnya yang turut berkompetisi dalam Pilgub Papua Tengah adalah Willem Wandik-Aloysius Giyai, John Wempi Wetipo-Agustinus Anggaibak, dan Natalis Tabuni-Titus Natkime.
Jack menutup pernyataannya dengan kembali menegaskan pentingnya peran semua pihak untuk menjaga suasana damai dan mendukung proses demokrasi yang adil.
“Papua Tengah membutuhkan pemimpin yang benar-benar dipilih oleh rakyat, bukan karena intervensi pihak tertentu,” pungkasnya.






