MIMIKA – Senator Wilhelmus Pigai, anggota DPD RI dari Provinsi Papua Tengah yang duduk di Komite III, melakukan reses Masa Sidang I TahuN Sidang 2024-2025 terhitung dari tanggal 29 Oktober hingga 17 November 2024. Dalam kunjungan ini, ia berinteraksi langsung dengan masyarakat untuk mendengar aspirasi, terutama dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial.
Dalam sejumlah pertemuan, masyarakat menyampaikan kebutuhan pemerataan kesempatan kerja untuk ASN dengan proporsi 80% bagi Orang Asli Papua (OAP) dan 20% bagi pendatang. Isu ini juga mengemuka untuk tenaga P3K dan guru honorer yang menginginkan hak-hak mereka diperhatikan secara adil. Di beberapa sekolah, seperti di SD YPK Sion di Oyehe, SMP YPK Immanuel di Nabire, SMA Negeri 1 Nabire, serta SMK Negeri 2 Teknologi dan Rekayasa di Nabire Barat, masyarakat juga mengeluhkan penyaluran Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang dinilai belum tepat sasaran.
Senator Pigai menanggapi aspirasi ini dengan berjanji untuk berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan daerah guna memastikan kebijakan yang adil bagi OAP. Ia juga menekankan perlunya pembenahan dalam sistem penerimaan ASN dan P3K agar setiap warga mendapat kesempatan yang sama.
“Pendidikan harus inklusif, terutama bagi anak-anak Papua. Hal ini sangat penting untuk memastikan bahwa semua anak Papua, termasuk yang dari sekolah yayasan, mendapat akses pendidikan yang memadai,” tegasnya.
Kesehatan: Fokus pada BPJS dan Ketersediaan Fasilitas Kesehatan
Di bidang kesehatan, masyarakat berharap agar BPJS Kesehatan tetap bisa digunakan bagi mereka yang sudah tidak bekerja. Dalam pertemuan di Jalan Busiri, Mimika, serta Hotel Serayu, Mimika, mereka juga mengeluhkan keterbatasan obat di puskesmas dan RSUD, yang membuat pasien harus membeli obat di apotek.
Senator Pigai menyatakan akan mencari solusi melalui subsidi pemerintah untuk memastikan warga tetap mendapatkan layanan kesehatan meskipun tidak lagi menjadi karyawan perusahaan. Di samping itu, ia juga akan mengajukan aspirasi masyarakat mengenai peningkatan fasilitas kesehatan di tingkat lokal agar pelayanan kesehatan bisa lebih memadai.
Aspirasi Lain: Keberangkatan Haji dan Dukungan Kesejahteraan Ekonomi
Salah satu isu yang mendapat perhatian besar adalah aspirasi masyarakat terkait keberangkatan haji. Dalam pertemuan di Hotel Serayu, Mimika, masyarakat menyampaikan keluhan tentang waktu tunggu yang panjang hingga 15 tahun, serta tingginya biaya keberangkatan haji yang mencapai Rp69 juta, dibandingkan dengan biaya haji di Malaysia yang lebih terjangkau.
“Kami meminta agar biaya ini bisa dikaji ulang oleh Kementerian Agama, agar masyarakat kita memiliki kesempatan yang lebih mudah dan terjangkau untuk menunaikan ibadah haji,” ungkap salah satu ibu dari Majlis Ta’lim Anidah.
Pertemuan dengan Pemuda dan Pengembangan Ekonomi Lokal
Dalam sesi reses yang melibatkan pemuda Nabire di H-Mart Cafe, Nabire, aspirasi berfokus pada peningkatan kesejahteraan ekonomi, seperti perlunya pabrik pakan ternak dan pengadaan bibit unggul untuk mendukung sektor peternakan di daerah. Para pemuda juga berharap akan didirikan Balai Latihan Kerja (BLK) untuk meningkatkan keterampilan kerja, serta penyediaan lapangan sepak bola sebagai sarana pengembangan olahraga.
Senator Pigai menyatakan akan menyampaikan permintaan ini kepada pihak terkait.
“Pemberdayaan pemuda adalah salah satu kunci utama dalam pengembangan daerah. Saya akan memastikan aspirasi ini terdengar di tingkat pusat,” ujarnya.
Silaturahmi dengan Pemerintah Daerah dan Komitmen Lanjutan
Dalam rangkaian kunjungan reses ini, Wilhelmus Pigai dan tiga senator lainnya, yaitu Yorrys Raweyai, Lis Tabuni, dan Eka Kristina Yeimo, juga melakukan silaturahmi dengan Pj. Gubernur dan Pj. Bupati Papua Tengah serta pejabat pemerintah daerah. Pigai menekankan pentingnya koordinasi erat antara pemerintah pusat dan daerah, terutama dalam melayani kebutuhan masyarakat Papua Tengah.
“Reses ini bukan hanya seremonial, tetapi juga bagian dari tanggung jawab kami untuk mendengarkan langsung aspirasi masyarakat. Saya akan mengumpulkan semua masukan ini dan membawa ke meja rapat di Jakarta. Dengan doa dan dukungan dari semua saudara-saudara saya di Papua Tengah, kita akan berupaya bersama demi Papua yang lebih baik,” pungkasnya.
Senator Pigai berharap kunjungan ini menjadi awal dari upaya yang lebih besar untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Papua Tengah di berbagai sektor.






