Menu

Mode Gelap
Natalius Pigai Serukan Model Demokrasi Tanpa Sekat: Pelajaran dari Papua untuk Indonesia Batas Aktivasi Rekening PIP 2025 Resmi Diperpanjang hingga 13 Maret 2026 Komite III DPD RI Apresiasi Program Kemenkes, OAP Papua Diprioritaskan Jadi Tenaga Medis OPINI : Saat Vatikan Menjaga Jarak, Indonesia Memasuki Arena Natalius Pigai: Komnas HAM Akan Bekerja Seperti KPK, Boleh Bentuk Unit Penyidikan HAM Wilhelmus Pigai Fasilitasi Nobar Refleksi 1 Tahun Kepemimpinan Papua Tengah, Libatkan Siswa dan Mahasiswa

Headline

Sejumlah Guru Didatangkan, Beri Pengajaran Anak Korban Erupsi Lewotobi

Etty Welerbadge-check


					Sejumlah Guru Didatangkan, Beri Pengajaran Anak Korban Erupsi Lewotobi Perbesar

TIMIKA – Sejumlah guru didatangkan untuk memberikan pengajaran kepada anak-anak korban erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki yang saat ini terpaksa tinggal tempat di pengungsian di Kabupaten Flores Timur dan Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Semua disiapkan per hari ini. Jangan sampai anak ini terputus pendidikannya,” kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto dalam siaran konferensi pers penanganan dampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki yang diikuti dari Jakarta, Kamis.

Suharyanto menjelaskan BNPB telah menyiapkan tenda darurat yang khusus untuk difungsikan sebagai kelas bagi anak-anak korban bencana belajar. Sementara pihak Dinas Pendidikan tingkat provinsi maupun kabupaten/kota yang mendatangkan guru-guru tersebut.

“Kementerian terkait yang akan memberikan teknisnya bagaimana,” ucap Suhariyanto.

Berdasarkan data Pusdalops BNPB, tercatat setidaknya korban terdampak mencapai 10.295 orang atau 2.734 Kepala Keluarga (KK). Mereka merupakan warga dari beberapa desa di tiga kecamatan yaitu Ile Bura, Titehena, dan Wulanggitang, yang menjadi korban terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki pada Senin (4/11) dini hari.

Meski belum menjelaskan secara rinci berapa jumlah anak usia sekolah yang terdampak, tapi BNPB memastikan saat ini telah mendirikan pengungsian yang layak dan tersebar sebanyak enam titik di Flores Timur dan Kabupaten Sikka.

Sampai dengan Kamis pagi tercatat masing-masing untuk Flores Timur pengungsian berada di Desa Lewolaga (693 orang pengungsi), Desa Hokeng (639 orang), dan Desa Konga (1.372 orang). Di Kabupaten Sikka total ada sebanyak 1.790 orang pengungsi dari tiga lokasi pengungsian yang disediakan pemerintah. (Red)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Penulis Buku Kontekstual Papua: Pembelajaran Harus Dekat dengan Kehidupan Siswa

13 Maret 2026 - 11:28 WIB

IMG 20260313 WA0224

John NR Gobai: Prioritaskan Anak Asli Papua dalam Jabatan Strategis, Wujudkan Pembangunan Berbasis Lokal Sesuai Amanat PP 106/2021

13 Maret 2026 - 11:24 WIB

IMG 20260313 WA0223

Pemprov Papua Tengah Lanjutkan Program Sekolah Gratis, Fokus Dorong Anak Papua Tetap Bersekolah

13 Maret 2026 - 11:19 WIB

IMG 20260313 WA0185

Pemprov Papua Tengah Sosialisasikan Buku Pembelajaran Kontekstual di SMA Negeri Meepago Nabire

13 Maret 2026 - 11:07 WIB

IMG 20260313 WA0183

Demi Berjalan Lancarnya Aksi Demo, Ratusan Personel Gabungan Lakukan Pengamanan

13 Maret 2026 - 11:00 WIB

IMG 20260313 WA0165
Trending di Headline