Menu

Mode Gelap
Natalius Pigai Serukan Model Demokrasi Tanpa Sekat: Pelajaran dari Papua untuk Indonesia Batas Aktivasi Rekening PIP 2025 Resmi Diperpanjang hingga 13 Maret 2026 Komite III DPD RI Apresiasi Program Kemenkes, OAP Papua Diprioritaskan Jadi Tenaga Medis OPINI : Saat Vatikan Menjaga Jarak, Indonesia Memasuki Arena Natalius Pigai: Komnas HAM Akan Bekerja Seperti KPK, Boleh Bentuk Unit Penyidikan HAM Wilhelmus Pigai Fasilitasi Nobar Refleksi 1 Tahun Kepemimpinan Papua Tengah, Libatkan Siswa dan Mahasiswa

Headline

Rumah Tidak Layak Huni dan Warga Semakin Bertambah, Warga Minta Bangun Rumah Baru

Etty Welerbadge-check


					Rumah Tidak Layak Huni dan Warga Semakin Bertambah, Warga Minta Bangun Rumah Baru Perbesar

TIMIKA – Warga Kampung Keakwa Lama meminta pembangunan rumah layak huni, karena kondisi disana jumlah warga semakin bertambah sedangkan rumah tidak sebanding dengan rumah yang ada membuat lebih dari 1 keluarga bisa menempati 1 rumah.

Permintaan warga akan rumah layak huni kepada Wakil Ketua II DPRD Mimika Yohanes Felix Helyanan saat melakukan kunjungan kerja ke Kampung Kekwa Lama usai meninjau sejumlah pembangunan infrastruktur yang telah dan sedang dibangun di kampung Keakwa, Distrik Mimika Tengah, Jumat (25/10/2024).

Ketua RT 9 Kampung Keakwa Lama, Antonius Mumukare meminta agar DPRD Mimika dapat mendorong atau memperjuangkan program pembangunan rumah layak huni.

Menurutnya, sejak tahun 2012 Pemkab Mimika membangun beberapa rumah layak huni dengan nama ‘Rumah Eme Neme Yauware’.

“Kami terakhir mendapat bantuan rumah melalui program ruma eme neme yauware saat Bupati Alm Klemen Tinal dan belum semua, dan YPMAK juga pernah membantu masyarakat namun belum seluruhnya. Sehingga kami meminta kaka Jhon Thie bisa perjuangkan agar tahun depan ada usulan program rumah layak hubungi bagi masyarakat khususnya di Kampung Lama,”kata Antonius.

Hal senada juga disampaikan oleh Sekretaris Kampung Kekwa, Alousius Mutiyu, bahwa saat ini kondisi rumah masyarakat sudah tidak layak. Apalagi terjadinya pertambahan KK sehingga butuh rumah baru bagi keluarga baru.

“Kondisi kehidupan masyarakat di Kampung Keakwa Lama ini khusus perumahan sudah perlu ada renovasi atau perbaikan rumah, sudah tidak layak untuk ditempati lebih dari satu keluarga.

Ada beberapa bantuan dari YPMAK dan itu tidak bisa menjawab semua KK, jadi soal rumah layak huni mohon bisa menjadi prioritas untuk pemerintah,”ungkap Alousius.

Menanggapi aspirasi masyarakat Kekwa, Wakil Ketua II DPRD Mimika Yohanis Felix Helyanan menyampaikan akan meneruskan aspirasi masyarakat kepada Pemerintah Kabupaten dalam hal ini Bappeda Kabupaten Mimika.

“Usulan dari masyarakat terkait perumahan layak huni, saya tidak berjanji tapi akan menjadi atensi saya untuk mendorongnya dan memperjuangkan nantinya ketika ada Musrenbang di tingkat kabupaten. Selain akan mendorongnya di Bappeda, karena dalam waktu dekat ada rencana pembahasan APBD Induk 2025, saya coba untuk usulkan dalam pembahasan nanti,” ungkap Waket II yang biasa disapa Jhon Thie.

Pada kunjungannya di Kampung Keakwa, Jhon Thie selain bertermu masyarakat dan menerima berbagai usulan, juga meninjau sejumlah proyek seperti pembangunan Gereja Khatoli, Perumahan Guru dan sekolah yang dibangun oleh Dinas Pendidikan. (Mercy)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemuda Katolik Komcab Paniai Gelar Diskusi dan Konsolidasi Menuju Rakercab I

10 Maret 2026 - 15:00 WIB

IMG 20260310 WA0258

Loka POM Intensifkan Pengawasan Pangan di Mimika Jelang Idulfitri

10 Maret 2026 - 14:44 WIB

IMG 20260310 WA0091

Modal Kemenangan Telak, Persipani Paniai Siap Hadang Juara Bertahan

10 Maret 2026 - 14:30 WIB

IMG 20260310 WA0262

Wagub Papua Tengah Pimpin Rakor Lintas Sektoral Operasi “Ketupat Noken” 2026 di Nabire

10 Maret 2026 - 14:25 WIB

IMG 20260310 WA0082

Pemda Dogiyai Bentuk Tim Harmonisasi Konflik Kapiraya, Dua Pesawat Dikirim Verifikasi Batas Adat

10 Maret 2026 - 14:13 WIB

IMG 20260310 WA0228
Trending di Headline