Menu

Mode Gelap
Gubernur Papua Tengah Tetapkan BOSDA Pendidikan Gratis Tahun 2026, Ribuan Siswa Jadi Penerima Manfaat Bupati Yampit Nawipa, Kabupaten Paniai Raih Peringkat I Kinerja Penyaluran Dana Desa Terbaik di Papua Tengah Dinas Pendidikan Kabupaten Deiyai Imbau SMP dan SMA Terapkan Kebijakan Pendidikan Gratis Teladan Kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono IX Anggota DPD RI Wilhelmus Pigai Salurkan Bantuan Hewan Kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 H untuk Masjid Al-Fattah Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete

News

Pemimpin Tertinggi Gereja Katolik Sedunia Paus Fransiskus Akan Indonesia

adminbadge-check


					Paus Fransiskus Perbesar

Paus Fransiskus

JAKARTA- Pemimpin tertinggi Gereja Katolik sedunia Paus Fransiskus akan mengunjungi Indonesia. Dalam perjalanan Apostolik Paus Fransiskus, juga akan mengunjungi Papua Nugini, Republik Demokratik Timor Leste, dan Singapura mulai Selasa-Jumat,tanggal 2 sampai 13 September 2024.

Paus Fransiskus yang juga adalah Kepala Negara Vatikan ini, pada Selasa(2/9/2024) waktu Roma bertolak dari Takhta Suci Vatikan.

Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Mgr Antonius Subianto Bunjamin menyampaikan syukur dan bersukacita menyambut Kedatangan Paus Fransiskus.

“Gereja Indonesia sangat bersyukur dan bersukacita menyambut kedatangan Paus Fransiskus,” ujar Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Mgr Antonius Subianto Bunjamin melalui Wakil Koordinator Media Panitia Kunjungan Paus Pastor Anthonius Gregorius A Lalu, Pr di Jakarta, Selasa (2/9).

Menurut Mgr Antonius,menyambut kedatangan Paus Fransiskus, KWI bekerja sama dengan Nuntius Apostolik Tahta Suci Vatikan untuk Indonesia, membentuk panitia pada bulan April 2024 dan sudah bekerja mempersiapkan segala sesuatu sampai saat ini. Dimana, ada 56 panitia inti dan 107 relawan inti terlibat dalam persiapan ini.

Indonesia akan menjadi negara pertama dalam rangkaian kunjungan Sri Paus yaitu pada Selasa-Jumat tanggal 3 sampai 6 September. Sesudah itu Paus akan ke Port Moresby, Papua Nugini dan Vanimo mulai Jumat-Senin tanggal 6-9 September, Timor Leste mulai Senin-Rabu,tanggal 9-11september dan Singapura dari Rabu-Jumat 11-13 September.

Paus Fransiskus adalah Paus ketiga yang berkunjung ke Indonesia. Pertama adalah Paus Santo Paulus VI yang berkunjung pada 3-4 Desember 1970. Sembilan belas tahun kemudian, Paus Santo Yohanes Paulus II berkunjung ke Indonesia pada 9-14 Oktober 1989. Kemudian, sesudah 35 tahun, Paus Fransiskus melakukan perjalanan apostolik ke Indonesia.

Dalam keterbatasan kesehatan dan usianya, Paus tetap bersedia mengunjungi dan berjumpa langsung dengan umatnya. Sri Paus menunjukkan kasih kebapakannya untuk meneguhkan dan menguatkan iman umat.

Menurut Mgr Antonius, bersama dengan panitia KWI bekerja sama dengan pemerintah dan otoritas yang berwenang untuk mengatur logistik, koordinasi keamanan, transportasi, protokol kesehatan, dan publikasi media.

Pihaknya juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada pemerintah yang telah menunjukkan kesungguhan hati dalam menyambut Paus, pemimpin Gereja tetapi juga pemimpin negara Vatikan.

“Gereja Indonesia pertama-tama diminta berdoa untuk kelancaran kunjungan Paus. Bahkan disiapkan kelompok doa yang terus-menerus berdoa tanpa henti untuk kelancaran acara ini,” kata Mgr Antonius.

Seluruh umat di Indonesia dalam ibadah-ibadahnya menaikkan doa khusus yang disebarkan kepada semua umat. Keuskupan-keuskupan dan paroki-paroki mengadakan katekese dan formasi rohani. Penyediaan materi katekese dan formasi rohani untuk membantu umat memahami makna dan tujuan kunjungan apostolik Paus serta mengajak mereka untuk berpartisipasi secara aktif dan penuh iman.

“Gereja Indonesia bekerja bersama dalam menyelenggarakan Perayaan Ekaristi di Stadion Gelora Bung Karno tanggal 5 September 2024. Keuskupan-keuskupan dan paroki mengorganisir umatnya untuk dengan tertib boleh hadir dalam perayaan ekaristi. Para imam juga akan menjadi konselebran dan membantu membagikan komuni,” ujarnya.

Gereja Katolik di Indonesia juga mendorong umat memaknai dan merefleksikan nilai-nilai hidup yang dianut dan diajarkan oleh Paus Fransiskus, terutama tema kunjungan di Indonesia yaitu iman, persaudaraan, dan bela rasa.

“Iman yang teguh menghasilkan persaudaraan sejati, sementara persaudaraan sejati diungkapkan dalam bela rasa kepada sesama dan alam semesta. Gereja Indonesia mempersiapkan strategi media dan komunikasi untuk menyebarluaskan informasi tentang kunjungan Paus,” ujar Mgr Antonius.

Gereja Indonesia juga bekerja sama dengan media Vatikan dan media internasional lainnya juga media lokal untuk meliput perjalanan Paus. Saat ini sudah ada 700-an media yang terakreditasi dan 88 media yang ikut dalam pesawat Paus (VAMP-Vatican Accredited Media Personnel).

Sementara itu, Uskup Agung Jakarta Ignatius Kardinal Suharyo menyatakan, kehadiran fisik Paus Fransiskus di Indonesia sangat penting, tetapi yang juga tidak kalah penting adalah mempelajari gagasan-gagasan dan teladan hidupnya.

“Paus Fransiskus memiliki pengalaman otentik akan Allah Yang Maharahim ketika, pada usia 17 tahun, masuk ke kamar pengakuan dan merasakan Kerahiman Allah yang tanpa batas,” ujar Kardinal Suharyo.

Menurut Kardinal Suharyo, pengenalan akan Allah Yang Maharahim ini berbuah pada transformasi pribadi yang berpengaruh pada transformasi institusi gereja. Banyak pilihan simbolik tentang ini yang ditunjukkan Paus Fransiskus, pertama-tama dengan memilih motto ketika menjadi uskup dan paus, Miserando atque eligendo, (ia melihatnya dengan mata penuh kerahiman dan memanggil dia).

Sementara itu ketua Panitia Pelaksana Kunjungan Paus ke Indonesia Ignasius Jonan mengatakan, hingga saat ini agenda perjalanan Paus seperti sudah diumumkan sebelumnya, masih sesuai rencana.

“Panitia sudah menggelar persiapan di setiap venue maupun berkoordinasi lintas sektor untuk mempersiapkan yang terbaik pada kunjungan apostolik Paus Fransiskus ke Indonesia. Termasuk soal kesehatan sudah disiapkan tim kesehatan untuk Paus dan untuk seluruh umat, demikian juga soal keamanan, pengaturan lalu lintas, dan parkir sudah disiapkan tim panitia bersama sektor pemerintah terkait,” kata Ignasius.

Dari sejumlah agenda Paus di Indonesia, salah satu yang akan melibatkan banyak umat adalah Perayaan Ekaristi di Stadion Gelora Bung Karno (GBK). Diharapkan seluruh umat yang dapat hadir mengikuti semua saran dan anjuran panitia supaya dapat berjalan lancar. Sementara, umat yang tidak kebagian tempat agar tidak datang ke GBK karena pasti tidak diizinkan masuk. Sebaiknya mengikutinya lewat siaran televisi atau YouTube.

Ignasius mengatakan, dukungan media untuk meliput agenda perjalanan apostolik Paus ke Indonesia juga luar biasa. Tercatat saat ini 732 jurnalis telah terdaftar untuk melakukan peliputan. Di antaranya adalah 88 jurnalis yang ikut dalam penerbangan Paus dan 635 lainnya adalah media lokal dan internasional yang terakreditasi di Indonesia.

“Kami juga meminta dukungan masyarakat untuk dapat menyukseskan perjalanan apostolik Paus Fransiskus yang tentunya akan menjadi pengalaman rohani yang berharga untuk umat Katolik di Indonesia,” kata Ignasius.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

DP3AP2KB Mimika Gelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas SDM bagi Organisasi Perempuan

23 Juni 2026 - 07:47 WIB

IMG 20260623 WA0024

Kesbangpol Mimika Sosialisasikan Penguatan Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara di Timika

23 Juni 2026 - 07:44 WIB

IMG 20260623 WA0002

Polres Mimika Selidiki Dugaan Penipuan Berkedok Lowongan Kerja

23 Juni 2026 - 07:40 WIB

IMG 20260623 WA0035

Bakti Kesehatan Hari Bhayangkara ke-80, Kapolda Papua Tengah Dorong RS Bhayangkara Jadi Garda Terdepan Pelayanan Masyarakat Mimika

23 Juni 2026 - 07:37 WIB

IMG 20260623 WA0033

Mahasiswa Kritik Ketidakhadiran Anggota DPR Papua Tengah Saat Penyampaian Aspirasi Kasus Kembru Berdarah

23 Juni 2026 - 07:30 WIB

IMG 20260623 WA0019
Trending di Headline