Menu

Mode Gelap
Natalius Pigai Serukan Model Demokrasi Tanpa Sekat: Pelajaran dari Papua untuk Indonesia Batas Aktivasi Rekening PIP 2025 Resmi Diperpanjang hingga 13 Maret 2026 Komite III DPD RI Apresiasi Program Kemenkes, OAP Papua Diprioritaskan Jadi Tenaga Medis OPINI : Saat Vatikan Menjaga Jarak, Indonesia Memasuki Arena Natalius Pigai: Komnas HAM Akan Bekerja Seperti KPK, Boleh Bentuk Unit Penyidikan HAM Wilhelmus Pigai Fasilitasi Nobar Refleksi 1 Tahun Kepemimpinan Papua Tengah, Libatkan Siswa dan Mahasiswa

News

Dinas Ketahanan Pangan Konsisten Menekan Inflasi Dengan Gelar GPM

adminbadge-check


					Suasana Pasar murah Perbesar

Suasana Pasar murah

MIMIKA -Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mimika secara konsisten menekan laju inflasi dengan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) secara rutin. Gelaran Pangan murah kali ini dilakukan pada Jumat, 09/08/24 di Halaman Gedung Eme Neme Yauware Timika, Papua Tengah.

Ada beberapa komoditi pangan yang mengalami inflasi maka dinas ketahanan pangan menjawab persoalan tersebut dengan melakukan Gerakan pangan murah. Program GPM ini telah dilakukan selama dua tahun berturut-turut dan ini merupakan yang kali kedua belas.

Kegiatan kolaborasi yang melibatkan Dinas Ketahanan Pangan Mimika, Dinas Perindustrian dan perdagangan Kabupaten Mimika, dan Dinas Perikanan Kabupaten Mimika tersebut dibanjiri oleh warga.

Secara nasional, Papua Tengah mengalami inflasi yang cukup tinggi yaitu berada di urutan dua, inflasi yang tinggi terjadi setelah Kabupaten Nabire bergabung dengan Kabupaten Mimika di Papua Tengah. Kabupaten Mimika dan Nabire merupakan barometer untuk mengukur inflasi di Provinsi Papua Tengah saat ini. Data inflasi ini didapatkan berdasarkan keterangan dari Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mimika, Yulius Koga.

Yulius Mengungkapkan Jika Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi maupun Kabupaten tidak melakukan kegiatan untuk menekan laju inflasi maka inflasi tidak akan turun. Harusnya TPID berupaya melakukan kegiatan menekan lajunya inflasi, kemudian melaporkan secara rutin sehingga angka inflasi bisa menurun.

Beberapa minggu terakhir tingkat inflasi di kabupaten Mimika mengalami kenaikan, ada lima komoditi yang mengalami inflasi.

Selain GPM, pihaknya juga menekan inflasi dengan beberapa kegiatan lainnya seperti melakukan penjualan di tokoh, membeli tanaman pangan mama Papua kemudian menjualnya, dan melakukan program ketahanan pangan keluarga.

Selaku Kepala Seksi Distribusi Pangan, Husnia mengungkapkan bahwa tujuan dari Gerakan Pangan Murah adalah untuk menstabilkan harga mengingat ada beberapa komoditi mengalami inflasi. jenis komoditi yang dijual saat ini masih seperti dengan biasanya, hanya saja volumenya yang dinaikan karena mengingat titik lokasi kegiatannya di gedung Eme Neme Yauware sehingga masyarakat pasti membludak.

Dalam mengetahui inflasi setiap harinya pihak dinas melakukan pendataan harga komoditi pangan, dari pendataan tersebut diketahui bahwa harga cabai masih mengalami inflasi.

Untuk memastikan kegiatan ke depan, pihaknya masih menunggu perubahan anggaran, jika ada perubahan anggaran maka gerakan pangan murah akan dilanjutkan pada bulan September. Ke depannya jika tidak ada perubahan anggaran maka sisa anggarannya akan digunakan untuk GPM menjelang Hari Raya Natal.

“Untuk program dan kegiatan dalam tahun depan kita tetap ajukan tapi untuk penetapan ke tim anggaran, mudah-mudahan tahun depan kita lanjutkan karena kegiatan ini bertujuan untuk menstabilkan harga dan pasokan ” Tutupnya.

Selaku ibu rumah tangga yang datang berbelanja, Asna mengungkapkan bahwa gerakan pangan murah ini sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga. Pangan murah tentunya diperuntukkan bagi masyarakat yang tingkat ekonominya lemah jadi tidak boleh diberikan kepada warga yang tingkat ekonomi tergolong tinggi.

Menurut Asna, Dinas ketahanan pangan perlu melakukan verifikasi data tingkat ekonomi masyarakat sehingga pangan murah ini benar-benar tepat sasaran untuk keluarga dengan tingkat ekonomi menengah ke bawah

“Namanya juga pasar murah, pastilah kita terbantu” Tuturnya.

Harapannya gerakan pasar murah ini dilakukan setiap bulannya dengan stok yang hanya agar bisa membantu masyarakat yang ekonomi lemah untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Penembakan Terjadi di Area Grasberg PT Freeport, Polisi Masih Dalami Pelaku

12 Maret 2026 - 15:03 WIB

IMG 20260312 WA0227

Kapolda Papua Tengah Minta Pedagang Tidak Naikkan Harga Bahan Pokok Jelang Ramadhan

12 Maret 2026 - 14:59 WIB

IMG 20260312 WA0227

Pemkab Mimika Bentuk Tim Khusus Penilaian Kinerja 133 Kepala Kampung

12 Maret 2026 - 12:11 WIB

IMG 20260312 WA0165

Sikapi Gangguan Kamtibmas, Polres Mimika Tingkatkan KRYD

12 Maret 2026 - 10:51 WIB

IMG 20260312 WA0024

250 Personel Gabungan Dilibatkan Dalam Operasi Ketupat Noken

12 Maret 2026 - 10:45 WIB

IMG 20260312 WA0024
Trending di Headline